Saengil chukkhahamnida~!
to : PENERBIT HARU
Wah, nggak terasa ya, ternyata Penerbit Haru sudah berusia 3 tahun. Untuk pertambahan usia, juga buku-buku dan pembacanya, saya pribadi mengucapkan selamat ulang tahun. Senang bisa menjadi bagian dari Penerbit Haru berkat Close To You yang diterbitkan tahun 2012 lalu sebagai bagian dari Hi!Kwangdae Series. http://claracanceriana.files.wordpress.com/2011/12/c2u.jpg
Close To You adalah novel pertama saya untuk Haru dan berharap masih akan terus bekerja sama dengan Haru. Karenanya sukses terus untuk Haru, hwaiting!
salam,
Clara Canceriana
Saturday, January 18, 2014
Friday, January 17, 2014
Bali Kemarin
Halo,
Ini postingan pertama di tahun 2014. Sedikit terlambat karena sudah pertengahan bulan pertama, sih, tapi nggak apa deh, ya. Yang penting blog-nya terisi.
Jadi, minggu kemarin saya menghabiskan beberapa hari di Bali. Meski cuma perjalanan singkat dan tak mengunjungi banyak tempat, tapi saya senang. Seenggaknya jalan-jalan. XD
Di hari pertama itu kami cuma mengunjungi Bedugul lalu lanjut ke Tanah Lot. Karena perjalanan panjang, jadi maklum kalau tahu-tahu hari sudah malam. Makan lalu kembali ke hotel. Sedangkan di hari kedua Sukawati dan Bebek Bengil Ubud sudah jadi tujuan kami menghabiskan setengah hari, yang dilanjutkan dengan berbelanja di Krisna. Untuk bagian ini sebenarnya adalah bagian khusus ibu-ibu karena secara sadar saya nggak begitu suka belanja. Tapi, karena sekalian mampir, jadilah beberapa aromatherapy khas Bali masuk ke dalam keranjang. Setelahnya menikmati sunset di Kuta, berfoto-foto dan kembali menyantap makan malam sebelum pulang ke hotel. Pada hari terakhir menjelang pulang inilah yang seru karena saya kembali bertemu janji dengan Arik, si Mocca Chi. Setelah lima tahun nggak ketemu, akhirnya kami bisa berbagi cerita lagi. Nggak banyak yang berubah dari Arik kecuali sedikit lebih subur (mungkin karena udah punya baby? xD). Pembicaraan pun seputar kegiatan masing-masing dan nggak lepas dari dunia penulisan dan buku. Yah... sayangnya nggak bisa lama. Saya dan keluarga harus segera jalan, Arik juga harus kembali ke kantor. Tapi, kami sudah janjian untuk ketemu lagi di lain kesempatan. Soalnya saya pengin banget ketemu sama dua keponakan yang dari fotonya kelihatan lucu-lucu.
Oh ya, ada hasil dari obrolan sama Arik. Yaitu fan page saya xDD
Kalau bukan ibu yang satu ini yang dorong untuk bikin, mungkin sampai sekarang masih belum ada fan page itu. Jadi, kalau sempat bolehlah mampir ya~
Ada di sini : https://www.facebook.com/cancerianaclara
Nb : Karena banyak banjir dan hujan turun terus, jaga kesehatan teman-teman, ya. Semoga banjir cepat surut >_<
Ciao
Ini postingan pertama di tahun 2014. Sedikit terlambat karena sudah pertengahan bulan pertama, sih, tapi nggak apa deh, ya. Yang penting blog-nya terisi.
Jadi, minggu kemarin saya menghabiskan beberapa hari di Bali. Meski cuma perjalanan singkat dan tak mengunjungi banyak tempat, tapi saya senang. Seenggaknya jalan-jalan. XD
Di hari pertama itu kami cuma mengunjungi Bedugul lalu lanjut ke Tanah Lot. Karena perjalanan panjang, jadi maklum kalau tahu-tahu hari sudah malam. Makan lalu kembali ke hotel. Sedangkan di hari kedua Sukawati dan Bebek Bengil Ubud sudah jadi tujuan kami menghabiskan setengah hari, yang dilanjutkan dengan berbelanja di Krisna. Untuk bagian ini sebenarnya adalah bagian khusus ibu-ibu karena secara sadar saya nggak begitu suka belanja. Tapi, karena sekalian mampir, jadilah beberapa aromatherapy khas Bali masuk ke dalam keranjang. Setelahnya menikmati sunset di Kuta, berfoto-foto dan kembali menyantap makan malam sebelum pulang ke hotel. Pada hari terakhir menjelang pulang inilah yang seru karena saya kembali bertemu janji dengan Arik, si Mocca Chi. Setelah lima tahun nggak ketemu, akhirnya kami bisa berbagi cerita lagi. Nggak banyak yang berubah dari Arik kecuali sedikit lebih subur (mungkin karena udah punya baby? xD). Pembicaraan pun seputar kegiatan masing-masing dan nggak lepas dari dunia penulisan dan buku. Yah... sayangnya nggak bisa lama. Saya dan keluarga harus segera jalan, Arik juga harus kembali ke kantor. Tapi, kami sudah janjian untuk ketemu lagi di lain kesempatan. Soalnya saya pengin banget ketemu sama dua keponakan yang dari fotonya kelihatan lucu-lucu.
Oh ya, ada hasil dari obrolan sama Arik. Yaitu fan page saya xDD
Kalau bukan ibu yang satu ini yang dorong untuk bikin, mungkin sampai sekarang masih belum ada fan page itu. Jadi, kalau sempat bolehlah mampir ya~
Ada di sini : https://www.facebook.com/cancerianaclara
Nb : Karena banyak banjir dan hujan turun terus, jaga kesehatan teman-teman, ya. Semoga banjir cepat surut >_<
Ciao
Monday, December 30, 2013
Tahun 2013, bye bye!
Tahun 2013. Membicarakannya, saya mulai mengulang ingatan ke awal tahun. Jika merunutkannya kembali, ternyata ada banyak hal yang telah terjadi dalam hidup saya. Maka itu jika saya ingin menggambarkan tahun ular air ini dalam kata-kata, saya akan mengatakan : tahun yang banyak perasaannya. Saya rasa nggak ada penyesalan untuk menutup tahun yang terasa begitu cepat ini. Sebaliknya, saya juga nggak terlalu ingin buru-buru pindah tahun. Oke, sebenarnya sedikit nggak sabar menyambut awal tahun, sih, soalnya ada satu proyek yang akan rilis di sekitar bulan Januari (semoga semua lancar dan nggak akan terhambat lagi). Tapi, selebihnya saya nggak terlalu ambil pusing dan hanya ingin menikmati pergantian tahun dengan santai.
Bagaimana dengan teman-teman sendiri?
Lalu memasuki tahun kuda kayu, apakah ada yang mempersiapkannya?
Saya pribadi nggak punya rencana untuk merayakan pergantian tahun dengan jalan-jalan. Hanya ingin di rumah, browsing, mungkin menonton beberapa episode drama, lalu tidur. Oh ya, mungkin ditambah menyelesaikan novel yang lagi saya baca.
Jadi, selamat menyambut tahun baru 2014, Teman!
Akemashite omedetou! Mata yoroshiku ne ^ ^v
(selamat tahun baru. mohon bimbingannya lagi, ya)
*edited*
Bagaimana dengan teman-teman sendiri?
Lalu memasuki tahun kuda kayu, apakah ada yang mempersiapkannya?
Saya pribadi nggak punya rencana untuk merayakan pergantian tahun dengan jalan-jalan. Hanya ingin di rumah, browsing, mungkin menonton beberapa episode drama, lalu tidur. Oh ya, mungkin ditambah menyelesaikan novel yang lagi saya baca.
Jadi, selamat menyambut tahun baru 2014, Teman!
Akemashite omedetou! Mata yoroshiku ne ^ ^v
(selamat tahun baru. mohon bimbingannya lagi, ya)
*edited*
Tuesday, December 24, 2013
Hari Natal
Selamat hari raya Natal bagi teman-teman yang merayakan.
Rasanya, Natal selalu berulang di tiap tahunnya. Tapi, selalu saja ada yang berbeda. Mulai dari kecil sampai sekarang, Natal saya tak pernah sama, khususnya dua tahun terakhir.
Saya pun jadi ingat dengan Natal waktu kecil. Pada tanggal 24 Desember, saya akan pergi ke lapangan untuk mencabut beberapa helai rumput, lalu menyiapkan sepatu pantofel yang mengkilap dan meletakkan rumput di dalamnya. Sepatu itu saya diamkan begitu saja di dalam kamar sementara saya tidur. Kemudian keesokan harinya, rumput itu hilang dan berganti dengan sekotak hadiah dibungkus kertas kado cantik. Kata orangtua saya, "itu hadiah dari Santa."
Sampai sekarang saya percaya kalau Santa itu ada. Meski sekarang saya sudah meninggalkan kebiasaan meletakkan rumput dalam sepatu dan juga tidak selalu menerima kado, tapi saya percaya Santa itu ada. Nggak tahu kenapa, saya senang percaya kalau Santa itu ada. Jadi terasa itulah Natal. Walau begitu, bukan berarti saya jadi lupa pada makna Natal yang sebenarnya, kok. Di mana Natal adalah kelahiran Yesus Kristus dan membawa terang pada dunia.
Terlepas dari masalah Santa, saya percaya Natal punya kesan pada masing-masing orang.
Jadi, sekali lagi saya cuma ingin mengucapkan
Clara Canceriana
Rasanya, Natal selalu berulang di tiap tahunnya. Tapi, selalu saja ada yang berbeda. Mulai dari kecil sampai sekarang, Natal saya tak pernah sama, khususnya dua tahun terakhir.
Saya pun jadi ingat dengan Natal waktu kecil. Pada tanggal 24 Desember, saya akan pergi ke lapangan untuk mencabut beberapa helai rumput, lalu menyiapkan sepatu pantofel yang mengkilap dan meletakkan rumput di dalamnya. Sepatu itu saya diamkan begitu saja di dalam kamar sementara saya tidur. Kemudian keesokan harinya, rumput itu hilang dan berganti dengan sekotak hadiah dibungkus kertas kado cantik. Kata orangtua saya, "itu hadiah dari Santa."
Sampai sekarang saya percaya kalau Santa itu ada. Meski sekarang saya sudah meninggalkan kebiasaan meletakkan rumput dalam sepatu dan juga tidak selalu menerima kado, tapi saya percaya Santa itu ada. Nggak tahu kenapa, saya senang percaya kalau Santa itu ada. Jadi terasa itulah Natal. Walau begitu, bukan berarti saya jadi lupa pada makna Natal yang sebenarnya, kok. Di mana Natal adalah kelahiran Yesus Kristus dan membawa terang pada dunia.
Terlepas dari masalah Santa, saya percaya Natal punya kesan pada masing-masing orang.
Jadi, sekali lagi saya cuma ingin mengucapkan
"SELAMAT HARI NATAL"
Semoga damai Tuhan bersertamu.
Clara Canceriana
Sunday, December 22, 2013
Berdebu
Astaga, udah lama banget saya nggak mampir ke sini. Terakhir posting malah bulan Agustus padahal waktu itu pernah berniat akan tetap update. Minimal setiap bulan ada postingan. Ternyata gagal.
Bahkan sekarang udah masuk Desember yang artinya sebentar lagi akan Natal.
Yihaaa...!
photo by me : throwback 2012, Seoul, Korea.
Lalu setelah Natal akan ada Tahun Baru.
Apa teman-teman punya resolusi untuk Tahun Baru 2014?
Kalau saya cuma berharap tetap bisa menghasilkan karya lainnya yang lebih baik.
Bahkan sekarang udah masuk Desember yang artinya sebentar lagi akan Natal.
Yihaaa...!
photo by me : throwback 2012, Seoul, Korea.
Lalu setelah Natal akan ada Tahun Baru.
Apa teman-teman punya resolusi untuk Tahun Baru 2014?
Kalau saya cuma berharap tetap bisa menghasilkan karya lainnya yang lebih baik.
Monday, August 12, 2013
GIVEAWAY : YOU ARE MY SUNSHINE
Yak, saatnya untuk giveaway buku terbaru saya You Are My
Sunshine terbitan Gagasmedia. Buku ini menceritakan tentang seorang turis kere yang
datang dari Jepang dan jatuh cinta pada dosen matre yang tinggal di Jakarta.
Nah, saya akan memberikan dua (2) buah buku YAMS bertanda tangan kepada dua (2)
orang yang beruntung kali ini.
Caranya :
1. Pastikan kamu punya blog.
2. Buat tulisan mengenai : seandainya harus jadi tour guide amatiran
dan membawa turis keliling kota tempatmu tinggal, kamu mau bawa dia kemana? Apa
alasannya?
3. Tuliskan pengalaman atau khayalan atau harapanmu
itu ke dalam maksimal 400 kata dan posting di blog kamu. Jangan lupa cantumkan
juga kaver YAMS (bisa ambil di sini) dan penjelasan mengenai keikutsertaan
kalian dalam GIVEAWAY : YOU ARE MY SUNSHINE by Clara Canceriana, di awal
postingan atau di akhir postingan.
Misalnya :
Tulisan
ini diikutsertakan dalam GIVEAWAY : YOU ARE MY SUNSHINE by Clara Canceriana.
4. Lalu tolong share
link postingan tersebut ke twitter
dengan mention @kura_jjang dan tagar #giveawayYAMS.
Misalnya : aku udah ikutan GIVEAWAY
: YOU ARE MY SUNSHINE by @kura_jjang di sini (link postingan di blog kamu) #giveawayYAMS.
Tolong jangan pakai twitlonger, ya.
5. Karena nanti akan saya favorite, kalau ada yang
belum terima favorite saya, tolong beritahu saya.
6. Giveaway akan berlangsung dari hari ini, tanggal
12 Agustus – 19 Agustus 2013 pukul 24.00. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal
23 Agustus 2013 (waktu akan dikabarkan menyusul).
Nah, sekarang saya tunggu ya partisipasi teman-teman.
Selamat menulis, ciao! xD
Thursday, July 4, 2013
#unforgotTEN Gagasmedia
Dear, tim Gagasmedia...
Ini bukan surat terbuka atau apa pun. Ini hanya sekadar ungkapan terima kasih saya karena telah membantu membuat mimpi saya menjadi kenyataan. Satu buku hasil perlombaan dan tiga lainnya yang merupakan karya sendiri, bukan dibentuk dalam jangka waktu yang sebentar. Selama itu, kalianlah yang telah bekerja keras membantu saya (walau ada beberapa email yang tidak terbaca dikarenakan jarangnya saya baca email >_<). Kalian yang memberi masukan, bertukar pikiran bahkan memberi jalan keluar di tengah situasi sulit sekali pun. Untuk semua itu, saya benar-benar mengucapkan terima kasih. Dan, hari ini adalah ulang tahun gagasmedia yang kesepuluh. Saya rasa sudah seharusnya saya mengucapkan selamat untuk pertambahan usia ini. Semakin remaja, semakin berjaya. Semakin banyak pula meraup penulis baru, juga semakin banyak menerbitkan buku.
Jika menilik ke belakang, saya menjadi teringat dengan awal perjalanan saya bersama gagasmedia. Awal sekali (saya lupa tahun berapa), saya pernah mengirimkan sebuah naskah kepada tim gagasmedia. Setelah beberapa bulan tak ada kabar, tiba-tiba saya menerima kiriman dari gagasmedia. Ketika dibuka ternyata paket itu berisi naskah saya yang ditolak. Sedih? Tentu. Tapi, di tahun 2009 saya kembali menyelesaikan naskah dan mengirimkannya ke gagasmedia. Puji Tuhan, kali ini diterima. Lalu, karya pertama berjudul Rain Affair pun lahir dari kerja keras dan bantuan tim. Dari kepala-kepala mereka pula saya banyak berdiskusi mengenai naskah dan belajar hal baru yang belum saya ketahui (walau sampai sekarang masih tetap bodohnya xD). Menyusul di tahun 2011 lahir kembali karya berikutnya berjudul If You Were Mine. Dan, kemudian di tahun ini karya terbaru berjudul You Are My Sunshine.
Setelah melewati bertahun-tahun itu (padahal baru tiga tahun-an xD), saya kembali merenung dan berpikir bahwa pertemuan dengan gagasmedia ini termasuk dalam garis jodoh. Kalau saya tidak 'bertemu' gagasmedia, apa mungkin tiga karya itu akan lahir?
Sekali lagi, saya mengucapkan selamat ulang tahun untuk gagasmedia. Semoga kita bisa terus bekerja sama dan jangan kapok-kapok untuk meng-input banyak informasi ke otak Dos saya, ya. ^ ^v
Ps : saya bikin kartu ucapan. tapi, karena kemampuan potosop-nya di bawah standar, jadi cuma bisa menyelesaikan yang seperti hasil anak TK.
background diambil dari sini :
http://backgrounds.picaboo.com/Backgrounds/BGViewEntry.aspx?entry_guid=a9672f346f9a49d9a47d862e05543f52&catid=0&subcatid=3432
Ini bukan surat terbuka atau apa pun. Ini hanya sekadar ungkapan terima kasih saya karena telah membantu membuat mimpi saya menjadi kenyataan. Satu buku hasil perlombaan dan tiga lainnya yang merupakan karya sendiri, bukan dibentuk dalam jangka waktu yang sebentar. Selama itu, kalianlah yang telah bekerja keras membantu saya (walau ada beberapa email yang tidak terbaca dikarenakan jarangnya saya baca email >_<). Kalian yang memberi masukan, bertukar pikiran bahkan memberi jalan keluar di tengah situasi sulit sekali pun. Untuk semua itu, saya benar-benar mengucapkan terima kasih. Dan, hari ini adalah ulang tahun gagasmedia yang kesepuluh. Saya rasa sudah seharusnya saya mengucapkan selamat untuk pertambahan usia ini. Semakin remaja, semakin berjaya. Semakin banyak pula meraup penulis baru, juga semakin banyak menerbitkan buku.
Jika menilik ke belakang, saya menjadi teringat dengan awal perjalanan saya bersama gagasmedia. Awal sekali (saya lupa tahun berapa), saya pernah mengirimkan sebuah naskah kepada tim gagasmedia. Setelah beberapa bulan tak ada kabar, tiba-tiba saya menerima kiriman dari gagasmedia. Ketika dibuka ternyata paket itu berisi naskah saya yang ditolak. Sedih? Tentu. Tapi, di tahun 2009 saya kembali menyelesaikan naskah dan mengirimkannya ke gagasmedia. Puji Tuhan, kali ini diterima. Lalu, karya pertama berjudul Rain Affair pun lahir dari kerja keras dan bantuan tim. Dari kepala-kepala mereka pula saya banyak berdiskusi mengenai naskah dan belajar hal baru yang belum saya ketahui (walau sampai sekarang masih tetap bodohnya xD). Menyusul di tahun 2011 lahir kembali karya berikutnya berjudul If You Were Mine. Dan, kemudian di tahun ini karya terbaru berjudul You Are My Sunshine.
Setelah melewati bertahun-tahun itu (padahal baru tiga tahun-an xD), saya kembali merenung dan berpikir bahwa pertemuan dengan gagasmedia ini termasuk dalam garis jodoh. Kalau saya tidak 'bertemu' gagasmedia, apa mungkin tiga karya itu akan lahir?
Sekali lagi, saya mengucapkan selamat ulang tahun untuk gagasmedia. Semoga kita bisa terus bekerja sama dan jangan kapok-kapok untuk meng-input banyak informasi ke otak Dos saya, ya. ^ ^v
Ps : saya bikin kartu ucapan. tapi, karena kemampuan potosop-nya di bawah standar, jadi cuma bisa menyelesaikan yang seperti hasil anak TK.
background diambil dari sini :
http://backgrounds.picaboo.com/Backgrounds/BGViewEntry.aspx?entry_guid=a9672f346f9a49d9a47d862e05543f52&catid=0&subcatid=3432
Wednesday, June 19, 2013
Ini bulan enam, Saudara!
Halo,
Bulan Juni sudah menyapa. Mungkin, menjadi satu hal yang ditunggu bagi orang lain. Atau barangkali ada yang ingin mempercepatnya menjadi bulan berikut. Bagi saya, Juni ini momok yang cukup menegangkan. Kenapa? Karena setelah Juni adalah Juli.
Ada alasan di balik itu. Ya, alasan yang cukup bikin saya kepengin mengulur Juni ini selambat kura-kura berlari. Karena ketika Juli tiba, saya akan semakin merasa tegang.
Semua itu karena di bulan Juli akan diadakan Noryouku Shiken. Sesuai namanya berarti ujian kemampuan. Bukan kemampuan magic, tapi kemampuan bahasa Jepang. Akkkkkk *terjun payung*
Pasalnya sampai sekarang pun saya belum belajar! Sok-sokkan tenang, padahal kalau ikutan belum tentu bisa lulus. Sekali lagi. BELUM BELAJAR, saudara-saudara. Lah, lalu kenapa nggak belajar? Jawabannya, malas. Huahahaha. Bukan benar-benar malas. Tapi, karena tidak ada yang mengajari saya (ini bukan alasan, harap dimengerti xD). Dengan kemampuan setara Dos, otak saya seringkali kejang-kejang jika harus menerima pembahasan atau kata-kata baru. Biasanya butuh seseorang yang 'tegas' yang bisa mengubah data-data mentah itu menjadi lebih matang sehingga dengan mudah tertanam di dalam otak saya. Sayangnya, orang itu tidak ada. Kalau saya paksakan untuk memahami materi itu, biasanya saya akan tersesat di dalam kepercayaan saya sendiri. Akibatnya nggak beda jauh dengan situasi nggak belajat sekali pun. Sama-sama nggak bisa mengerjakan soal.
Makanya, sekarang saya pusing. Huhuhu.
Jadi, gimana dengan kanji? Gimana dengan bunpo? Akkkkk *lagi-lagi terjun payung*
Stres mode on.
Bulan Juni sudah menyapa. Mungkin, menjadi satu hal yang ditunggu bagi orang lain. Atau barangkali ada yang ingin mempercepatnya menjadi bulan berikut. Bagi saya, Juni ini momok yang cukup menegangkan. Kenapa? Karena setelah Juni adalah Juli.
Ada alasan di balik itu. Ya, alasan yang cukup bikin saya kepengin mengulur Juni ini selambat kura-kura berlari. Karena ketika Juli tiba, saya akan semakin merasa tegang.
Semua itu karena di bulan Juli akan diadakan Noryouku Shiken. Sesuai namanya berarti ujian kemampuan. Bukan kemampuan magic, tapi kemampuan bahasa Jepang. Akkkkkk *terjun payung*
Pasalnya sampai sekarang pun saya belum belajar! Sok-sokkan tenang, padahal kalau ikutan belum tentu bisa lulus. Sekali lagi. BELUM BELAJAR, saudara-saudara. Lah, lalu kenapa nggak belajar? Jawabannya, malas. Huahahaha. Bukan benar-benar malas. Tapi, karena tidak ada yang mengajari saya (ini bukan alasan, harap dimengerti xD). Dengan kemampuan setara Dos, otak saya seringkali kejang-kejang jika harus menerima pembahasan atau kata-kata baru. Biasanya butuh seseorang yang 'tegas' yang bisa mengubah data-data mentah itu menjadi lebih matang sehingga dengan mudah tertanam di dalam otak saya. Sayangnya, orang itu tidak ada. Kalau saya paksakan untuk memahami materi itu, biasanya saya akan tersesat di dalam kepercayaan saya sendiri. Akibatnya nggak beda jauh dengan situasi nggak belajat sekali pun. Sama-sama nggak bisa mengerjakan soal.
Makanya, sekarang saya pusing. Huhuhu.
Jadi, gimana dengan kanji? Gimana dengan bunpo? Akkkkk *lagi-lagi terjun payung*
Stres mode on.
Tuesday, May 28, 2013
Sneak Peek New Novel
Hey Ho!
Selamat malam, Teman!
Setelah kebingungan mencari ide untuk memenuhi list posting bulan Mei, akhirnya saya memutuskan untuk membicarakan novel terbaru saya. Statusnya masih coming soon, sih. Tapi, nggak ada salahnya kalau sounding dari sekarang, kan? Hehehe.
Novel terbaru ini ber-setting di dua tempat. Jakarta, di sebuah gang kecil dan kampus. Jepang, di sebuah kota Shinjuku yang penuh manusia. Tapi, sebagian besar bercerita di Jakarta.
Novel ini adalah novel ke-tiga dewasa muda saya di Gagasmedia, setelah Rain Affair dan If You Were Mine. Yang pada akhirnya diberi judul You Are My Sunshine - Matahari dari Tokyo - ^ ^ Desain sampulnya didesain oleh Mbak Levina Lesmana, yang memberikan kesan seperti ingin pergi ke taman. Hihihi. Tapi, over all, aku suka sekali dengan hasil akhir desain ini.
Oh, ya. Saya juga mau kasih perkenalan karakter utama di dalam novel You Are My Sunshine ini.
Perkenalkan :
Kanazawa Ryouta dan Kristal Katarina.
Inilah dua tokoh utama yang akan menemni teman-teman dalam novel terbaru saya.
Saya cabut dulu.
Ciao!
ps : main-main ke blog claracanceriana.wordpress.com ya. blog khusus membahas buku saya.
Selamat malam, Teman!
Setelah kebingungan mencari ide untuk memenuhi list posting bulan Mei, akhirnya saya memutuskan untuk membicarakan novel terbaru saya. Statusnya masih coming soon, sih. Tapi, nggak ada salahnya kalau sounding dari sekarang, kan? Hehehe.
Novel terbaru ini ber-setting di dua tempat. Jakarta, di sebuah gang kecil dan kampus. Jepang, di sebuah kota Shinjuku yang penuh manusia. Tapi, sebagian besar bercerita di Jakarta.
Novel ini adalah novel ke-tiga dewasa muda saya di Gagasmedia, setelah Rain Affair dan If You Were Mine. Yang pada akhirnya diberi judul You Are My Sunshine - Matahari dari Tokyo - ^ ^ Desain sampulnya didesain oleh Mbak Levina Lesmana, yang memberikan kesan seperti ingin pergi ke taman. Hihihi. Tapi, over all, aku suka sekali dengan hasil akhir desain ini.
Oh, ya. Saya juga mau kasih perkenalan karakter utama di dalam novel You Are My Sunshine ini.
Perkenalkan :
Kanazawa Ryouta dan Kristal Katarina.
Inilah dua tokoh utama yang akan menemni teman-teman dalam novel terbaru saya.
Saya cabut dulu.
Ciao!
ps : main-main ke blog claracanceriana.wordpress.com ya. blog khusus membahas buku saya.
Wednesday, May 1, 2013
Goosehouse
Hola, semua!
Pernah nggak merasakan satu rasa rindu yang tak jelas dari mana asalnya, ketika mendengar sebuah lagu tertentu? Atau katakan saja dari sebuah grup tertentu?
Belakangan, gara-gara teman saya--Himawan, saya akhirnya ngeh sama grup ini. Namanya Goosehouse. Bukan idol grup. Bukan boyband. Apalagi Girlband. Wong, isinya heterogen, kok. Saya sendiri belum begitu paham dengan grup ini. Mereka main musik. Suaranya pun ciamik punya. Sepertinya, kalau ditilik lebih dalam lagi, grup ini (atau band, ya?) banyak meng-cover lagu-lagu keren. Tak ketinggalan lagu-lagu SNSD dan AKB48 juga. Tapi, serius, deh. Di antara semua lagu itu, saya benar-benar merasa perasaan rindu tak jelas itu ketika melihat perform mereka saat meng-cover lagu Mongol800 - Chiisana Koi no Uta. Aransemen mereka terasa begitu menentramkan. Sementara versi aslinya sedikit lebih up tempo. Perasaan mereka saat membawakan lagu ini, rasanya ikut terciprat ke saya. Makanya, sekarang playlist saya rajin memutar lagu itu. Ditambah lagi, saya memang tipe orang yang suka memasang mode repeat one pada lagu-lagu tertentu yang sedang saya sukai.
Ada yang mau coba dengar? Hehehe.
http://www.youtube.com/watch?v=UyJ8Qbh_LH0
Sekian dulu, ah, curhatnya kali ini. Ciao, ya! ^ ^
Pernah nggak merasakan satu rasa rindu yang tak jelas dari mana asalnya, ketika mendengar sebuah lagu tertentu? Atau katakan saja dari sebuah grup tertentu?
Belakangan, gara-gara teman saya--Himawan, saya akhirnya ngeh sama grup ini. Namanya Goosehouse. Bukan idol grup. Bukan boyband. Apalagi Girlband. Wong, isinya heterogen, kok. Saya sendiri belum begitu paham dengan grup ini. Mereka main musik. Suaranya pun ciamik punya. Sepertinya, kalau ditilik lebih dalam lagi, grup ini (atau band, ya?) banyak meng-cover lagu-lagu keren. Tak ketinggalan lagu-lagu SNSD dan AKB48 juga. Tapi, serius, deh. Di antara semua lagu itu, saya benar-benar merasa perasaan rindu tak jelas itu ketika melihat perform mereka saat meng-cover lagu Mongol800 - Chiisana Koi no Uta. Aransemen mereka terasa begitu menentramkan. Sementara versi aslinya sedikit lebih up tempo. Perasaan mereka saat membawakan lagu ini, rasanya ikut terciprat ke saya. Makanya, sekarang playlist saya rajin memutar lagu itu. Ditambah lagi, saya memang tipe orang yang suka memasang mode repeat one pada lagu-lagu tertentu yang sedang saya sukai.
Ada yang mau coba dengar? Hehehe.
http://www.youtube.com/watch?v=UyJ8Qbh_LH0
Sekian dulu, ah, curhatnya kali ini. Ciao, ya! ^ ^
Friday, April 26, 2013
Candu internet menggila!
Halo, semua!
Berawal dari sebuah surel masuk mengenai notifikasi 'please moderate comment...' di blog sebelah. Ketika saya baca, saya menemukan satu komentar dari Mas Aulawi yang mengatakan kalau sekarang saya lebih sering update dengan blog sebelah. Lalu, otak saya mulai berpikir. Benar juga, ya. Rasanya terlalu lama meninggalkan blog lama, blog yang sudah menjadi tong sampah saya bertahun-tahun, dan memilih dengan blog sebelah. Meski kenyataannya begitu, tapi memang sekarang saya memutuskan untuk memisahkan antara cerita mengenai buku-buku saya, dan mana cerita yang isinya curahatan hati saja. Hahaha. Serius, deh. Nyampur aduk, bikin kepala saya makin pusing saja. Tapi, gara-gara komentar Mas Aulawi juga, loh, saya langsung lari ke blog ini dan berpikir untuk menuangkan satu dua, err...bahkan puluhan, kata-kata. Dan, yang jelas, menyadarkan lagi diri saya yang sudah jarang menulis blog. Entahlah, ya. Terkadang saya tidak tahu lagi harus curhat apa. Hahaha.
Tapi, malam ini saya datang membawa bahan curhatan. Mengenai koneksi internet yang belakangan terasa menyebalkan. Selain tak bisa digunakan untuk mendonlod lagu-lagu terlalu banyak, pun kadang untuk mengirim surel saja sampai urat leher ini nongol saking kesalnya. Jujur saja. Saya sebal dengan koneksi lamban. Buat saya selain mengganggu kesenangan, mengganggu aktifitas juga.
Kemarin ini sempat mencak-mencak karena koneksi menyebalkan ini. Ceritanya saya mau meng-upload kaver buku terbaru. Namun, yang ada, berulang kali mencoba hasilnya nihil. Rasanya ingin ngomel-ngomel sama layar laptop. Alhasil saya posting tanpa gambar. Menyedihkan.
Belakangan, sih, sepertinya sudah berhasil. Semoga ke depannya juga tidak ada masalah lagi.
Tapi, benar nggak, sih? Kata sebuah penelitian, di tahun 2013 ini, bagi orang yang tidak bisa hidup tanpa internet maka orang itu telah terjangkit sebuah penyakit jiwa. Whoa, kalau begitu, saya kena penyakit jiwa itu, dong?! *ketawa miris* Saya belum searching lagi mengenai kebenaran berita itu. Mungkin saja, hanya sekadar wacana tanpa ada bukti-bukti yang mendukung ke arah sana. Tapi, fakta bahwa kehidupan kita sekarang sangat membutuhkan internet, juga tidak bisa terabaikan begitu saja, ya. Terlalu banyak hal yang membuat internet seperti menjadi raja. Seperti shabu. Yang jika tidak dituruti akan mendatangkan gejala gelisah, panik, tidak tenang, dll. Ya, persis orang yang jatuh ke dalam obat. Candunya internet, benar-benar menggila!
Entah, beberapa tahun lagi. Saya jadi ngeri membayangkannya.
Sekian dulu untuk malam ini, ya. Ciao!
Monday, March 18, 2013
Lama, Tak Bersapa
Semakin jarang menengok blog sendiri. Semakin jarang bercerita. Ternyata bisa menimbulkan efek kangen juga. Apa kabar, semua?
Saya sering terkurung dalam pemikiran bahwa dalam beberapa tahun ke depan, hidup seseorang tidak akan memiliki manuver yang berarti. Tapi, jelas saya salah. Bahkan dalam hitungan jam pun, bisa terjadi banyak perubahan yang mengejutkan.
Jarangnya saya mengisi blog ini lagi, juga membuat saya kebingungan harus mulai dari mana dulu. Tau-tau saya malah mendapat kabar kalau novel terbaru saya akan segera rilis dan ingin meneceritakannya di sini. Meski novel ini cukup cepat pengerjaannya, tapi saya senang karena pada akhirnya bisa selesai. Pasalnya, dalam novel ini saya banyak membahas sesuatu yang sebelumnya saya tidak tahu sama sekali. Judulnya Love Disorder. Terbitan Bentang Pustaka. Novel remaja ringan. Saya berharap novel ini masih diterima oleh para penikmat buku di luaran sana.
Untuk beberapa kisah di balik pembuatannya, akan saya rangkum di blog satunya lagi.
http://claracanceriana.wordpress.com
Blog itu memang saya khususkan untuk menampung cerita mengenai karya saya dan bukan curhatan saja. Hahahahaha.... Semoga kalau berkenan, bolehlah mampir-mampir ^ ^
Sekian dulu. Saya pamit. Ciao.
Yoroshiku,
Clara Canceriana.
Saya sering terkurung dalam pemikiran bahwa dalam beberapa tahun ke depan, hidup seseorang tidak akan memiliki manuver yang berarti. Tapi, jelas saya salah. Bahkan dalam hitungan jam pun, bisa terjadi banyak perubahan yang mengejutkan.
Jarangnya saya mengisi blog ini lagi, juga membuat saya kebingungan harus mulai dari mana dulu. Tau-tau saya malah mendapat kabar kalau novel terbaru saya akan segera rilis dan ingin meneceritakannya di sini. Meski novel ini cukup cepat pengerjaannya, tapi saya senang karena pada akhirnya bisa selesai. Pasalnya, dalam novel ini saya banyak membahas sesuatu yang sebelumnya saya tidak tahu sama sekali. Judulnya Love Disorder. Terbitan Bentang Pustaka. Novel remaja ringan. Saya berharap novel ini masih diterima oleh para penikmat buku di luaran sana.
Untuk beberapa kisah di balik pembuatannya, akan saya rangkum di blog satunya lagi.
http://claracanceriana.wordpress.com
Blog itu memang saya khususkan untuk menampung cerita mengenai karya saya dan bukan curhatan saja. Hahahahaha.... Semoga kalau berkenan, bolehlah mampir-mampir ^ ^
Sekian dulu. Saya pamit. Ciao.
Yoroshiku,
Clara Canceriana.
Thursday, January 10, 2013
Monday, October 29, 2012
CLOSE TO YOU
Sekian lama saya nggak update, sekarang saya muncul untuk promo novel terbaru saya. Judulnya Close To You. Novel young adult ini terbilang ringan dan menjadi bagian dari proyek Kwangdae series yang diluncurkan oleh Penerbit Haru. Settingnya Korea Selatan. Berkisah mengenai seorang Indonesia yang mencari ilmu di Negri Ginseng dan bertemu dengan seseorang yang tak terduga bisa menpermainkan perasaannya.
Kebetulan, sekarang ini Penerbit Haru sedang mengadakan kuis untuk mendapatkan novel ke-5 saya itu secara GRATISSSS! Caranya cek di TL @penerbitharu / buka di Facebook saya atau penerbit haru.
Buat yang nggak ikut kuisnya, bisa mendapatkan Close To You di toko buku terdekat. Sudah beredar, kok.
Kebetulan, sekarang ini Penerbit Haru sedang mengadakan kuis untuk mendapatkan novel ke-5 saya itu secara GRATISSSS! Caranya cek di TL @penerbitharu / buka di Facebook saya atau penerbit haru.
Buat yang nggak ikut kuisnya, bisa mendapatkan Close To You di toko buku terdekat. Sudah beredar, kok.
Thursday, July 19, 2012
Lepaslah Penat
Ada satu tempat yang tidak terlalu jauh dari Ueda, yang katanya cukup menyenangkan untuk dikunjungi. Dengan satu jam perjalanan menggunakan kereta, maka tibalah kami di sana, Karuizawa. Udaranya jauh lebih sejuk dibanding Ueda yang panasnya seperti sauna alamiah. Kalau nggak ada angin, pasti baju saya sudah basah oleh keringat.
Tidak ada kunjungan wisata secara khusus, hanya sekedar bermain-main dengan maksud melepas penat karena udara panas dan bosan dengan kamar asrama. Karena itu waktunya pun tidak lama, meski sebenarnya ingin mengunjungi tempat wisata. Bertiga, kami mengelilingi lokasi shopping mall yang menjual beragam pakaian dan juga oleh-oleh.
Saya pribadi tidak berniat belanja, tapi tetap bisa menikmati perjalanan karena pemandangan alamnya yang indah dan udara yang sejuk. Bagi saya itu semua sudah cukup memanjakan mata saya.
Tidak ada kunjungan wisata secara khusus, hanya sekedar bermain-main dengan maksud melepas penat karena udara panas dan bosan dengan kamar asrama. Karena itu waktunya pun tidak lama, meski sebenarnya ingin mengunjungi tempat wisata. Bertiga, kami mengelilingi lokasi shopping mall yang menjual beragam pakaian dan juga oleh-oleh.
Saya pribadi tidak berniat belanja, tapi tetap bisa menikmati perjalanan karena pemandangan alamnya yang indah dan udara yang sejuk. Bagi saya itu semua sudah cukup memanjakan mata saya.
Friday, July 13, 2012
Fuji Q Highland
Setelah beberapa lama tinggal di sini, akhirnya saya bisa "keluar" dari Ueda. Tepatnya, dalam rangka wisata yang diadakan oleh sekolah. Bersama seluruh siswa tahun pertama, kami bertamasya ke Fuji Q Highland, sebuah tempat hiburan yang memiliki (katanya) memiliki jet coaster terpanjang di dunia. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 4 jam dari Ueda. Melelahkan karena harus duduk selama itu dalam bus, meski biasanya saya bisa seharian duduk jika sedang menonton drama.
Tapi, perjalanan melelahkan itu terbayar juga. Dari Fuji Q bahkan bisa melihat gunung Fuji karena jaraknya yang lumayan dekat.
Selama di Fuji Q saya cuma naik tiga atraksi. Dikarenakan waktu yang terbatas dan juga jet coasternya ngeri-ngeri hahaha...
Pertama-tama datang, kami segerombolan masuk ke sebuah rumah hantu berbentuk rumah sakit yang sudah lama bangunannya. Dengan membayar ¥500 kami merasakan sensasi "dikejar" hantu. Meski paham dengan hantu bohongan, tapi rasanya tetap saja menegangkan. Apalagi lebih banyak adegan mengejutkannya ketimbang menyeramkan. Dan, sayan, saya paling lemah dengan sesuatu yang mengejutkan. Kecuali hadiah kejutan hehehe....
Berikutnya, kami sama-sama naik jet coaster yang cepatnya astaganaga... elus dada, deh! 172 km / jam!
Belum selesai rasa gemetar di kaki, semua memutuskan naik jet coaster lain yang melihat bentuknya saja sudah membuat kepala saya pusing, hahaha...
Tapi, di luar itu perjalanan wisata ini menyenangkan. Mungkin karena saya belum pernah pergi ke mana pun dan lebih banyak berkeliaran di Ueda-Sugadaira saja. Oh ya, untuk wisata ini saya juga membuat bento. Masih newbie sih jadi bentounya masih buruk rupa dan nggak seperti orang-orang yang dengan tangannya berhasil menyulap karakter-karakter lucu ke dalam kotak bekal.
Yang jelas, suatu hari nanti saya harus ke Disney Sea!
Atau..., Tokyo Tower, atau Sky Tree, atau..., hahaha....
Tapi, perjalanan melelahkan itu terbayar juga. Dari Fuji Q bahkan bisa melihat gunung Fuji karena jaraknya yang lumayan dekat.
Selama di Fuji Q saya cuma naik tiga atraksi. Dikarenakan waktu yang terbatas dan juga jet coasternya ngeri-ngeri hahaha...
Pertama-tama datang, kami segerombolan masuk ke sebuah rumah hantu berbentuk rumah sakit yang sudah lama bangunannya. Dengan membayar ¥500 kami merasakan sensasi "dikejar" hantu. Meski paham dengan hantu bohongan, tapi rasanya tetap saja menegangkan. Apalagi lebih banyak adegan mengejutkannya ketimbang menyeramkan. Dan, sayan, saya paling lemah dengan sesuatu yang mengejutkan. Kecuali hadiah kejutan hehehe....
Berikutnya, kami sama-sama naik jet coaster yang cepatnya astaganaga... elus dada, deh! 172 km / jam!
Belum selesai rasa gemetar di kaki, semua memutuskan naik jet coaster lain yang melihat bentuknya saja sudah membuat kepala saya pusing, hahaha...
Tapi, di luar itu perjalanan wisata ini menyenangkan. Mungkin karena saya belum pernah pergi ke mana pun dan lebih banyak berkeliaran di Ueda-Sugadaira saja. Oh ya, untuk wisata ini saya juga membuat bento. Masih newbie sih jadi bentounya masih buruk rupa dan nggak seperti orang-orang yang dengan tangannya berhasil menyulap karakter-karakter lucu ke dalam kotak bekal.
Yang jelas, suatu hari nanti saya harus ke Disney Sea!
Atau..., Tokyo Tower, atau Sky Tree, atau..., hahaha....
Wednesday, July 4, 2012
Youkan (makanan khas Jepang)
Kemarin, sebagai orei (balas budi) atas Martabak Tahu yang saya buatkan, Yuri-san, membuatkan saya kue (katanya) khas Jepang.
Malam sebelumnya dia bertanya apakah saya suka dengan makanan manis. Saya cuma menjawab tidak masalah. Kenapa? Soalnya dessert khas Jepang yang dia buatkan adalah makanan manis. Yuri-san khawatir kalau saya nggak suka manis. Tapi, karena saya bilang nggak masalah, jadilah dia buatkan dessert itu. Namanya Youkan, yang kalau menurut kamus adalah sweet bean jelly.
Youkan sering dimakan sebagai dessert, katanya. Biasanya enak disajikan selagi dingin. Jenis dan ara penyajiannya juga macam-macam. Bahan pembuatnya juga bisa diganti-ganti sesuka hati. Tapi, yang Yuri-san buatkan untuk saya adalah youkan dari anko (kacang merah). Dia buatkan 2 kotak makan kecil untuk saya. Senang sekali. Rasanya juga enak banget!
Dan, ternyata tidak semanis yang saya bayangkan....
Kira-kira penampakkannya begini :
Malam sebelumnya dia bertanya apakah saya suka dengan makanan manis. Saya cuma menjawab tidak masalah. Kenapa? Soalnya dessert khas Jepang yang dia buatkan adalah makanan manis. Yuri-san khawatir kalau saya nggak suka manis. Tapi, karena saya bilang nggak masalah, jadilah dia buatkan dessert itu. Namanya Youkan, yang kalau menurut kamus adalah sweet bean jelly.
Youkan sering dimakan sebagai dessert, katanya. Biasanya enak disajikan selagi dingin. Jenis dan ara penyajiannya juga macam-macam. Bahan pembuatnya juga bisa diganti-ganti sesuka hati. Tapi, yang Yuri-san buatkan untuk saya adalah youkan dari anko (kacang merah). Dia buatkan 2 kotak makan kecil untuk saya. Senang sekali. Rasanya juga enak banget!
Dan, ternyata tidak semanis yang saya bayangkan....
Kira-kira penampakkannya begini :
Thursday, June 28, 2012
Masak-masak
Jujur saja saya ini bukan tipe yang senang masak. Seperti yang dulu saya pernah katakan bahwa saya hanya masak demi kebutuhan perut semata. Yah, kenyataannya memang kebutuhan perut yang mendesaknya.
Semenjak tinggal di Jepang, dimana orang lebih banyak memasak sensiri ketimbang makan di luar, belakangan saya pun dituntut harus bisa memasak jika tidak ingin uang cepat habis. Masak apa saja. Bahan-bahannya beli di supermarket dengan biaya lebih murah. Apalagi kalau hoki, bisa dapat barang yang lagi didiskon. Seperti kemarin saya beli tahu cuma ¥28! Senang sekali.
Tapi, dibanding orang lain, saya masih belum jago memasak. Belakangan saja mulai melirik resep-resep mudah yang tidak terlalu repot.
Ternyata, memasak lumayan menyenangkan ya ^^
Semenjak tinggal di Jepang, dimana orang lebih banyak memasak sensiri ketimbang makan di luar, belakangan saya pun dituntut harus bisa memasak jika tidak ingin uang cepat habis. Masak apa saja. Bahan-bahannya beli di supermarket dengan biaya lebih murah. Apalagi kalau hoki, bisa dapat barang yang lagi didiskon. Seperti kemarin saya beli tahu cuma ¥28! Senang sekali.
Tapi, dibanding orang lain, saya masih belum jago memasak. Belakangan saja mulai melirik resep-resep mudah yang tidak terlalu repot.
Ternyata, memasak lumayan menyenangkan ya ^^
Thursday, May 31, 2012
Keputusan
Sebenarnya, saya tidak pernah menyangka kalau saya bisa menginjakkan kaki di Jepang. Saya sempat mendapat larangan dari orangtua, berhubung Jepang dan Indonesia harus ditempuh dalam 7 jam pesawat (ditambah 4 jam dari kota saya tinggal, Ueda ke Narita). Pun, harus menggunakan pesawat. Mahal. Tapi, nyatanya, disinilah saya berada. Ueda shi.
Awal mula hanya berpikir bahwa saya harus merubah nasib dan masa depan saya. Apa hal lain yang bisa saya lakukan? Apa hal lain yang masih bisa dikejar mumpung usia saya masih segini? Apa hal lain yang saya ingin lakukan tapi belum datang waktunya? Jawabannya tak ada yang lain, hanya Jepang. Berbekal studi Bahasa Jepang, saya pun nekad harus merasakan hidup di Negara tersebut. Saya ambil semua resiko, dan terbang ke Negri Sakura. Dengan satu bekal, yaitu bisa menggapai mimpi yang lain di sini.
Keputusan ini adalah keputusan yang sulit. Setidaknya bagi saya. Karena ini bukan perjalanan wisata 1 - 2 minggu, atau short term course 3 - 6 bulan. Tapi, ini lebih dari itu.
Tak sedikit orang yang khawatir. Baik orangtua, juga teman-teman. Apalagi mereka tahu benar bagaimana karakter otak saya yang punya level rendah ini. Mereka pikir, Jepang adalah negara yang keras. Setidaknya untuk karakter seperti saya. Tapi, jika saya mundur, karakter saya pun tidak akan berubah, bukan? Mimpi saya pun tidak akan bisa tercapai, bukan? Jadi, sekali lagi modal nekad pun menjadi dorongan kuat untuk tetap maju.
Ada saja pertanyaan yang tersalip di kepala, apakah saya melarikan diri? Seperti yang dilakukan salah satu teman asrama saya (dia dari Mexico dan akhirnya hanya bertahan selama 2 bulan di sini. Setelah menyadari sikapnya, dia pun memutuskan pulang). Pertanyaan semacam itu belum benar-benar bisa saya jawab dengan jelas. Kepenatan selama di Jakarta, dengan segala hiruk pikuk dan karakter manusianya, membuat saya seperti dikekang oleh tali yang kuat. Dalam hal ini, saya rasa biar waktu yang menjawab. Saya baru satu bulan di sini.
Tapi, yang jelas, saya bahagia. Sedikit demi sedikit menapaki hal baru untuk mengejar impian lain. Perlahan-lahan, saya berharap semua itu bisa saya raih, kelak.
Bagaimana pun, yang bisa saya lakukan sekarang hanyalah berusaha.
Berusaha belajar giat, berusaha bekerja dengan baik, dan berusaha menjaga sikap.
Kelak, kita tidak pernah tau apa yang akan kita capai, jika kita tidak mencobanya sekarang.
Awal mula hanya berpikir bahwa saya harus merubah nasib dan masa depan saya. Apa hal lain yang bisa saya lakukan? Apa hal lain yang masih bisa dikejar mumpung usia saya masih segini? Apa hal lain yang saya ingin lakukan tapi belum datang waktunya? Jawabannya tak ada yang lain, hanya Jepang. Berbekal studi Bahasa Jepang, saya pun nekad harus merasakan hidup di Negara tersebut. Saya ambil semua resiko, dan terbang ke Negri Sakura. Dengan satu bekal, yaitu bisa menggapai mimpi yang lain di sini.
Keputusan ini adalah keputusan yang sulit. Setidaknya bagi saya. Karena ini bukan perjalanan wisata 1 - 2 minggu, atau short term course 3 - 6 bulan. Tapi, ini lebih dari itu.
Tak sedikit orang yang khawatir. Baik orangtua, juga teman-teman. Apalagi mereka tahu benar bagaimana karakter otak saya yang punya level rendah ini. Mereka pikir, Jepang adalah negara yang keras. Setidaknya untuk karakter seperti saya. Tapi, jika saya mundur, karakter saya pun tidak akan berubah, bukan? Mimpi saya pun tidak akan bisa tercapai, bukan? Jadi, sekali lagi modal nekad pun menjadi dorongan kuat untuk tetap maju.
Ada saja pertanyaan yang tersalip di kepala, apakah saya melarikan diri? Seperti yang dilakukan salah satu teman asrama saya (dia dari Mexico dan akhirnya hanya bertahan selama 2 bulan di sini. Setelah menyadari sikapnya, dia pun memutuskan pulang). Pertanyaan semacam itu belum benar-benar bisa saya jawab dengan jelas. Kepenatan selama di Jakarta, dengan segala hiruk pikuk dan karakter manusianya, membuat saya seperti dikekang oleh tali yang kuat. Dalam hal ini, saya rasa biar waktu yang menjawab. Saya baru satu bulan di sini.
Tapi, yang jelas, saya bahagia. Sedikit demi sedikit menapaki hal baru untuk mengejar impian lain. Perlahan-lahan, saya berharap semua itu bisa saya raih, kelak.
Bagaimana pun, yang bisa saya lakukan sekarang hanyalah berusaha.
Berusaha belajar giat, berusaha bekerja dengan baik, dan berusaha menjaga sikap.
Kelak, kita tidak pernah tau apa yang akan kita capai, jika kita tidak mencobanya sekarang.
長野県上田市中央3丁目
Tuesday, May 29, 2012
"Your Welcome"
Sudah nyaris sebulan saya hidup di sini, Jepang. Tepatnya di sebuah kota kecil bernama Ueda Shi. Tak seramai Tokyo, tentu saja, tapi sebuah kota yang cukup homey menurut saya. Setidaknya saya (rasa) betah berada di sini. Meski ketika jam 8 malam, daerah sekitar tempat tinggal saya, seperti kota tak berpenghuni. Sepi.
Saya kembali menekuni bahasa Jepang. Kebetulan di tempat saya banyak orang asing dari beberapa negara. Tak jarang, bukan saja bahasa Jepang yang saya pelajari, tapi juga bahasa Spanyol dan Swedia. Yah..., tentu tak bisa banyak. Bahasa mereka itu susah sekali. Lidah saya tidak bisa mengikuti dengan baik.
Bersama orang asing inilah, suatu hari saya dan beberapa teman lainnya makan di sebuah family restoran yang cukup terjangkau. Saizeriya. Sebuah restoran pasta yang juga menyediakan menu minum sepuasnya.
Seperti kebanyakan "turis" normal lainnya, berfoto merupakan salah satu tindakan wajib dilakukan. Seorang Argentina bernama Fernandez, yang tak pernah lepas dari kameranya, mengajak kami berfoto. 1... 2... 3... chizuuuu! Sayangnya, Fernandez sendiri tidak masuk dalam gambar. Dia pun ingin bisa berfoto bersama kami. Kebetulan di sebelah meja kami ada segerombolan anak SMP sedang asik bercengkerama. Fernandez, dengan bahasa Jepang yang terbata-bata, meminta tolong anak-anak tersebut untuk memotret kami semua. Anak-anak SMP itu tampak malu-malu, tapi kemudian salah satu dari mereka bersedia membantu kami. Dia mengambil kamera Fernandez, dan setelah diberi sedikit pengarahan, kami berpose. Anak itu mulai berhitung..., 1..., 2..., 3... chizuuuu!
KLIK.
Anak itu menyerahkan kamera dengan senyum lebar ke tangan Fernandez. Kami pun spontan mengucapkan "Arigatoooo" bersamaan. Anak itu masih mengulum senyum, sampai tiba-tiba dia membalas "Your welcome" dengan wajah memerah.
Kami spontan tertawa. Anak itu pun tertawa bersama temannya.
Salah satu dari mereka berkata, "I can't speak english."
Tapi, kami sudah kembali pada makanan kami.
Saya kembali menekuni bahasa Jepang. Kebetulan di tempat saya banyak orang asing dari beberapa negara. Tak jarang, bukan saja bahasa Jepang yang saya pelajari, tapi juga bahasa Spanyol dan Swedia. Yah..., tentu tak bisa banyak. Bahasa mereka itu susah sekali. Lidah saya tidak bisa mengikuti dengan baik.
Bersama orang asing inilah, suatu hari saya dan beberapa teman lainnya makan di sebuah family restoran yang cukup terjangkau. Saizeriya. Sebuah restoran pasta yang juga menyediakan menu minum sepuasnya.
Seperti kebanyakan "turis" normal lainnya, berfoto merupakan salah satu tindakan wajib dilakukan. Seorang Argentina bernama Fernandez, yang tak pernah lepas dari kameranya, mengajak kami berfoto. 1... 2... 3... chizuuuu! Sayangnya, Fernandez sendiri tidak masuk dalam gambar. Dia pun ingin bisa berfoto bersama kami. Kebetulan di sebelah meja kami ada segerombolan anak SMP sedang asik bercengkerama. Fernandez, dengan bahasa Jepang yang terbata-bata, meminta tolong anak-anak tersebut untuk memotret kami semua. Anak-anak SMP itu tampak malu-malu, tapi kemudian salah satu dari mereka bersedia membantu kami. Dia mengambil kamera Fernandez, dan setelah diberi sedikit pengarahan, kami berpose. Anak itu mulai berhitung..., 1..., 2..., 3... chizuuuu!
KLIK.
Anak itu menyerahkan kamera dengan senyum lebar ke tangan Fernandez. Kami pun spontan mengucapkan "Arigatoooo" bersamaan. Anak itu masih mengulum senyum, sampai tiba-tiba dia membalas "Your welcome" dengan wajah memerah.
Kami spontan tertawa. Anak itu pun tertawa bersama temannya.
Salah satu dari mereka berkata, "I can't speak english."
Tapi, kami sudah kembali pada makanan kami.
Subscribe to:
Posts (Atom)















