Tuesday, October 12, 2010

The Djakarta Event (Plus Plus) 2010 : Now Korean Week!

Ada apa dengan Jakarta?

Hmmm..., belakangan ini saya seringkali mendengar berbagai event yang diselenggarakan di Jakarta, seolah tidak ada matinya kota metropolitan ini menghadirkan sebuah ajang bagi komunitas-komunitas tertentu. Saya sampai berpikir, Jakarta benar-benar terasa 'hidup' dengan berbagai ragam acara yang tumpah ruah hingga memuaskan hati masyarakatnya. Yah, walau tak dipungkiri dampak negatifnya tentu saja ada : macet. Tapi, macet di sini sudah merupakan santapan harian bagi orang-orang yang memiliki keperluan di seputaran Ibu Kota.

Mari dirunut apa saja yang sudah terjadi di Jakarta. Saya pun tak terlalu ingat, tapi sekiranya beberapa event ini memang saya ketahui keberadaannya. Dimulai dari midnight sale yang pernah diadakan di Senayan City. Hmmm, lalu kemarin ini Jakarta Japan Matsuri, berikutnya Indonesia Book Fair yang cukup ramai dan memang setiap tahun selalu diadakan. Di hari yang sama dan tempat yang sama dengan hari pertama Book Fair di Istora Senayan, pun digelar acara malam bagi pecinta dunia gemerlap dan musik yang mengejutkan bernama Playground, acara musik yang sudah empat tahun terakhir digelar. Tak selang berapa lama, Ancol pun diramaikan dengan event berjudul Java Rockin' Land yang menggelar puluhan band beraliran rock dengan tiket per harinya bisa mencapai Rp 300.ooo-an, sementara total rangkaian acara mencapai 3 hari (Jumat, Sabtu dan Minggu). Belum lagi sebuah pergelaran seni yang diadakan oleh CFF atau lembaga bahasa Perancis yang banyak menampilkan pemutaran film.

Dan, yang sekarang sedang berlangsung yaitu, Korean Indonesian Friendship Festival atau yang lebih dikenal dengan Korean Week yang turut meramaikan kota Jakarta dengan memboyong grup idola yang masih muda belia (adik-adik saya) : SHInee *mupenggggg*

Wow! Saya sampai terkagum-kagum dengan runtutan acara yang seakan tiada habisnya. Jakarta benar-benar hidup. Entah darimana energi manusia yang hidup di kota besar ini bisa terus dihasilkan. Entah juga darimana kreatifitas para panitia yang bekerja keras menyelenggarakan event itu berasal. Saya salut pada orang-orang dibalik semua acara tersebut. Two thumbs up! Yey.

Saya sendiri tidak menghadiri semua event yang ada. Bukan saya jika berada di Playground atau Java Rockin' Land. Tapi, sebisa mungkin saya mau berpartisipasi dalam event lain yang akan digelar : Korean Week! xD

Sebagai salah satu warga Jakarta, saya sama sekali tidak protes dengan berbagai acara yang digelar. Saya malah bangga dan takjub dengan semuanya. Saya juga berharap kalau acara-acara lainnya bisa menambah deretan hiburan bagi kehidupan di Jakarta. Sementara kegiatan yang sudah ada, sebaiknya terus diulang setiap tahun dengan target pengunjung semakin padat dan juga sistem pengendalian kelangsungan acara yang semakin baik ( misal : untuk acara SHInee nggak usah pake tiket dan semua orang bisa masuk untuk menonton *tuntutan dari lubuk hati yang paling dalam tanpa pikir hal lain* ).

Ahhh..., dan hari inilah tepat SHInee akan mengguncang Jakarta. Betapa irinya saya ingin bisa berjumpa dengan para dongsaeng (adik) yang masih lucu-lucu itu. Betapa irinya saya sama Gita Gutawa yang bisa tampil di panggung yang sama dengan SHInee hingga rasanya pengin saya culik dan saya gantikan *mulai psycho*. Rasanya kedekatan yang hanya tinggal menghitung jarak itu semakin membuat saya merana karena ternyata tidak bisa berjumpa dengan mereka, meski harus melihat menggunakan teropong sekali pun.

Ironis sekali T_______T *garuk-garuk jalanan aspal*

Semoga saja SHInee bisa tampil maksimal dan nggak kepanasan selama berada di Jakarta. Oh ya, mungkin adik-adik SHInee mau ikutan seperti para pemain Uruguay yang berbelanja ke Senayan City sebelum bertanding? Nunna pasti akan menyerbu kalian di sana! *mulai sarap*

Sukses untuk semua event, sukses untuk Jakarta, sukses untuk SHInee!


누나 가 당신을 만나고 싶어 =3


all picture taken from : flickr.com / HecticReality / alitooo; ☆

Sunday, October 10, 2010

Dunia Kecil Dalam Amplop : Surat Untuk Sahabat


Buat apa, sih, menulis surat? Jaman sudah canggih begini! E-mail, SMS, BBM, chatting hingga ke social networking macam twitter atau facebook pun bisa dilakukan dalam kurun waktu hitungan menit saja.

Tapi, menulis surat itu berbeda, kawan.

Dulu, ketika saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, saya mempunyai seorang pen-pal alias sahabat pena. Saya masih ingat benar meski namanya sudah terlupakan. Yang jelas, dia anak Sastra Jepang di UGM (Universitas Gajah Mada). Seorang yang pernah membuat saya berpikir untuk menimba ilmu di kampus yang sama dengan jurusan yang sama.

Apa spesialnya?
Tidak ada.
Hanya cerita-cerita tak penting yang kami bagi dalam tiap lembar kertas. Impian, harapan, kekesalan, cerita lucu. Apa pun. Kami berbagi rahasia. Paling tidak saat itu, di mata saya yang masih berusia belasan, orang itu terasa seperti seorang kakak bagi saya. Dia bahkan mengajari saya beberapa kosa kata dalam bahasa Jepang.

Ah, kawan..., sekarang entah dimana keberadaanmu dan bagaimana keadaannmu. Saya tidak pernah lagi mengetahui tiap detail kisahmu dalam sepotong dunia kecil di dalam amplop. Semuanya terhenti begitu saja, sejak saya mulai mengenakan seragam abu-abu. Entah apa alasannya, saya juga tidak begitu ingat. Yang saya sadari, tak ada lagi rangkaian tulisannya yang bercerita. Yang tertinggal kini, hanya sebuah kenangan.

Bahkan, saya sudah tak ingat lagi dimana semua potongan surat itu berada.

Tapi, kawan..., dimana pun kamu berada, saya senang pernah punya sahabat pena sepertimu. Terima kasih karena pernah mau berbagi pada saya. Terima kasih pernah mau mengajari sedikit tentang Jepang pada saya. Dan, terima kasih pernah memberi dunia tersendiri yang kini muncul kembali di ingatan saya kala melihat sebuah gambar mengenai sepucuk surat.

Suratmu mungkin hilang, tapi kenangan itu tidak akan pernah bisa saya buang dari lemari kepala saya.


Untuk seorang sahabat pena yang pernah saya kenal.
Genki dashite kudasai ^___^


Picture taken from : Pink Sherbet Photography

Friday, October 8, 2010

Maaf Untuk Ketidaknyamanan Anda : Sedang Melakukan Penyesuaian Interior

Ingat dengan 'interior' duniakura yang terakhir?
Setelah lama tidak bersapaan dengan si blog ini, ketika saya membuka si blog, ternyata muncul begitu banyak entah kolom apa. Dikster apalah itu. Bertanya pada Mocca Chi pun dia tidak tau apa itu si Dikster. Saya juga tidak mengerti. Dan, jujur saja saya merasa terganggu. Akhirnya saya pun memutuskan untuk mengubah 'interior'nya.

Total.

Tapi, ternyata saya masih belum menemukan interior yang benar-benar pas.
Sudah beberapa kali mengganti tampilan, tapi terkadang terantuk masalah yang bagian gadget-nya tidak keluar atau ternyata mengalami loading yang cukup lama. Jadi, saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Kira-kira, apa ada keluhan yang ingin dimuntahkan di kolom komentar ketika menemukan sesuatu yang mengganggu dalam proses loading di blog ini? Silahkannnn~~

Thursday, October 7, 2010

Jakarta - Japan Matsuri 2010

Sekali lagi, sebuah event besar dalam rangka menjalin hubungan persahabatan antara Jakarta (Indonesia) dengan negara matahari terbit--Jepang, kembali terlaksana di tahun 2010 ini. Acara yang lebih dikenal dengan nama Jakarta Japan Matsuri ini kembali menarik perhatian para pecinta Jepang sekaligus memuaskan hasrat para pecinta Jepang akan kebudayaan dari Negara tersebut.

Sayangnya, saya sendiri justru tidak benar-benar mengikuti seluruh rangkaian acara yang diadakan sejak tanggal 23 September 2010 hingga 3 Oktober 2010. Mulai dari upacara pembukaannya yang diadakan di Hotel Nikko hingga penutupan yang diselenggarakan di Monas. Sebenarnya, niatan ke Monas sudah ada. Saya juga pernah mampir ke acara yang sama sekitar setahun lalu. Dan, berharap memang bisa mampir lagi di tahun ini. Tapi, sayang dalam perjalanan hujan lebat mengguyur, sehingga saya memutuskan untuk stay di Grand Indonesia dengan mengiktui hari terakhir dari Pekan Animasi yang juga merupakan bagian dari acara Jakarta Japan Matsuri itu sendiri.

Rangkaian Pekan Animasi ini bertempat di Blitz Megaplex GI. Panitia menyediakan tiga macam film yang bisa dinikmati para pecinta anime, yaitu : Doraemon, 5 cm Per Second, dan The Promises Land (yang ini judulnya tak terlalu yakin). Untuk Doraemon, penonton tidak perlu membayar tiket alias free, sementara untuk dua film yang lain, penonton diwajibkan membayar tiket sebesar Rp 30.000 saja. Dan, saya sendiri memilih 5 cm Per Second sebagai tontonan di hari Minggu itu.

Kisahnya terbagi menjadi 3 bagian dan masing-masing saling berkaitan. Namun, secara inti besarnya 5 cm Per Second menceritakan tentang dua orang sahabat, Akari dan Takaki yang sudah bersahabat sejak kecil dan saling jatuh cinta tapi takdir tidak membiarkan mereka bersama-sama.

Saya pribadi sangat senang dengan adanya acara Pekan Animasi semacam ini. Kapan lagi bisa menonton anime di bioskop dengan suasana yang jauh berbeda jika menontonnya dari DVD atau VCD. Sebagai salah satu masyarakat Jakarta yang juga menyukai kebudayaan Jepang, saya sangat berharap acara semacam ini akan bisa diadakan lagi di lain waktu. Dengan anime yang lebih banyak lagi pilihan, tentunya.

Hiks, sayang Jakarta turun hujan angin kemarin minggu. Kalau tidak, saya kan bisa datang ke Monas dan menyaksikan bon odori serta berbagai macam budaya lain dan tak lupa membeli makanan di stand-stand makanan Jepang T____T

NOTE : http://www.id.emb-japan.go.jp/matsuri/acara_id.html