Monday, July 26, 2010

Gold For Your Investment

At the present time, investment is one thing that can bring its own benefits. There are many different ways of investment made by many people to gain advantage in the future. One is to invest via gold bullion. Gold is a profitable form of investment because it can survive throughout the year and the selling point was almost never experienced a drastic decline. In contrast, gold has increased even more selling points are not small. You do not need to rush to sell gold bars you have. Keep it until you are sure that the selling point was in accordance with your needs.

Buying gold or silver in significant amounts can also be one way to invest your money. You can also buy bullion in the form of gold coins with various options. There is American Buffalo 24-karat gold or the Australian Gold Nugget from Western Australia and became one of the most popular gold in its place.

It is different if you want to buy gold bullion. Although not much different from the coin, but gold bars also have a high selling value. Buying gold bullion will not harm your future. Gold bullion can also be one way you invest the money you have. Saving money in the bank is more secure, but in the end results may not be proportional to save money in the form of gold.

Sunday, July 25, 2010

Pasrah Samakah Dengan Menyerah?

Ketika mimpimu yg begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai.... ya sudahlah
*reff:
Apapun yg terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..coz everything's gonna be OKAY

Sekelibat bait dari sebuah lagu berjudul Yah Sudahlah yang dibawakan oleh Bondan feat Fade 2 Black, membuat saya merenung. Kalau diperhatikan, maksud dari lagu yang sederhana dan dibawakan dengan sangat ringan oleh dua musisi Indonesia itu seperti bermakna pasrah. Tapi, setelah saya mencoba mendengarkannya secara continue, saya tak merasa bahwa lagu ini penuh kepasrahan. Justru sebaliknya. Bagi saya lagu ini seperti memberi satu tenaga baru bagi orang-orang yang mungkin sudah kehilangan harapan.

Jadi, kenapa tiba-tiba Clara jadi suka mendengarkan lagu Indonesia? Hakakaka, kalau bukan karena tuntutan kerjaan, saya sih pasti masih menjadi salah satu orang yang tidak mau ambil pusing soal lagu-lagu Indonesia. Tapi, ketika bersapaan dengan lagu dari Bondan ini, saya sungguh jatuh hati pada lagu sederhana ini.

Kalau ada yang belum dengar lagunya, saya posting juga di sibi MV-nya.



Dan, bicara soal kata pasrah. Ada salah seorang teman saya yang selalu menjadi musuh dari kata 'pasrah' ini. Lalu, entah kenapa saya sedikit tidak setuju dengannya.

Bagi beberapa orang, mendengar kata pasrah mungkin akan berpikir kalau seseorang itu tidak berusaha dan menyerah di tengah jalan--atau lebih parah, malah tidak berusaha sama sekali. Tapi mana kita pernah tahu? Di bagian inilah saya memang setuju dengannya. Kita tidak boleh pasrah dengan keadaan begitu saja. Atau dengan kata lain menyerah dengan keadaan.
Namun, ketika kita melihat dari kaca mata lain, pasrah bukan berarti seseorang itu akan menyerah begitu saja dengan keadaan.

Pasrah hanya sebuah keputusan ketika usaha sudah dikerahkan sedemikian tinggi hingga mencapai titik penghabisan tenaga dan segala kemampuan. Pasrah hanya sebuah keputusan untuk mencoba bersahabat dengan keadaan yang ada. Tidak ngotot, tidak memaksakan kehendak, tidak melawan batas-batas hidup sebagai seorang manusia yang tak bisa berbuat lebih banyak daripada Tuhan. Dan disinilah saya berpikir bahwa pasrah itu bukan sebuah kesalahan.

Yah Sudahlah....,
Kadang memang kata-kata itu harus kita keluarkan. Sudahlah, karena memang apa yang telah terjadi tidak akan bisa dikembalikan. Sudahlah, karena pada harinya nanti, apa yang kamu butuhkan akan diberikan oleh-Nya tanpa pernah kamu sadari kalau kamu membutuhkannya.

NOTE:
Ternyata sudah seminggu nggak posting. Idenya nggak ada. Jadi saya mengabaikan si blog tercinta. Dan sekalinya posting pun, rasanya kok kacau. Tapi, tetep aja pengen posting.

Hari Minggu 25 Juli 2010, saya mendapat sebuah kesempatan untuk hadir dalam sebuah acara pro resensi RAIN AFFAIR yang disiarkan melalui radio RI. Untuk selengkapnya, akan saya update melalui blog : rainaffair.blogspot.com.

Sunday, July 18, 2010

Silent Sigh

Malam minggu, malam yang pendek!
Malam dimana saya kecemplung lagi ke dunia lain yang tak pernah saya kira bahwa saya bisa kecebur di dalamnya. Tak ada kesengajaan, sungguh.

Hari Sabtu itu saya janjian dengan Berlian, sobat kental saya. Sekedar pengen ngobrol ngalur-ngidul saja mengingat masing-masing sudah punya kesibukkan pribadi. Saling berkeluh kesah dan bercerita soal kerjaan yang dijalankan. Juga saling..., curcol aka curhat colongan xD Semula pengen makan di Sushi Tei. Kebayang sudah salmon maki yang pengen saya pesan. Tapi, ternyata berakhir di Mcd Kemang.

Dan, semuanya bukan tanpa alasan.

Berlian suka sekali dengan musik-musik indie. Apa sih musik indie itu? Musik indie itu musik yang independent. Tidak terkait dengan sebuah label perusahaan rekaman yang ternama. Dan, melalui informasi dari mulut ke mulut, malam itu salah satu band kesukaannya bernama Sajamacut akan manggung. Saya tau band itu. Sudah cukup lama exist di dunia per-indie-an dan tetap bertahan seperti itu. Lagu-lagunya easy listening sekali. Mengingat semua kriteria itu, saya pun memutuskan untuk ikut menonton Sajamacut manggung di sebuah tempat di Kemang.

Dari informasi via twitter, Sajamacut manggung pukul delapan malam di acara Silent Sigh. Jadilah kami datang ke tempat itu pukul setengah delapan karena tak ingin terlewat satu pun lagu yang akan dinyanyikannya. Setelah membayar tiket masuk seharga Rp 15.000 kami pun mencari tempat duduk. Santai, mengobrol sambil menunggu giliran Sajamacut tampil. Tapi ternyata hingga pukul sepuluh pun, Sajamacut belum juga tampil. Ngantuk, sedikit. Pantat pegel, itu yang sulit dicegah. Pulang, jelas bukan pilihan yang terbaik karena kita sudah berada satu lokasi dengan band idola itu. Dan, akhirnya memilih bertahan dengan menunggu.

Untunglah, sekitar pukul setengah sebelas, akhirnya band yang paling kami tunggu mulai tampak sibuk check sound. Lima menit kemudian, mereka mulai menyapa para pengunjung dan akhirnya menyanyikan lagu pertama yang-entah-apa-judulnya. Tapi, enak. Saya suka. Meski satu lagu yang saya tunggu-tunggu berjudul Paintings Paintings tidak dinyanyikan, setidaknya ada satu lagu lain berjudul-entah-apa-juga yang saya suka dan mereka nyanyikan.

Bagi saya yang sangat jarang menyukai lagu dari musisi negri sendiri, pengalaman kecemplung di komunitas para indie ini merupakan pengalaman yang seru. Kalau biasanya saya bergaul dengan orang-orang yang mungkin akan berteriak "Sarangheyo Choi Kyu Hyun" malam ini justru sangat berbeda. Tak ada teriakan heboh. Semuanya seakan kyusuk mendengarkan sang vokalis melantunkan bait-bait lagunya dengan penuh penjiwaan. Dari sini pula, saya bisa melihat perbedaan masing-masing sebuah komunitas.

Ini pengalaman yang menyenangkan. Rasa lelah karena menunggu lama terbayarkan sudah oleh penampilan Sajamacut yang keren dan menghibur. Sayang formasinya sedang tidak komplit. Ada salah satu gitarisnya yang tak bisa datang karena sedang sakit. Tapi, tak apalah. Tak mengurangi antusias kita yang nonton, sih. Maka itu saya bisa bilang, malam minggu malam yang pendek karena rasanya begitu cepat berlalu. Tahu-tahu acara itu sudah selesai saja.

Dan, bagi yang ada di Jakarta dan penasaran dengan band satu ini, yukkk...dateng aja ke Teras Kota nanti tanggal 7 Agustus. Konon kabarnya mereka akan manggung lagi di sana. Atau silahkan saja follow twitter mereka di @Sajama_Cut.

Ini beberapa foto yang bisa saya ambil dari tempat acara.





Friday, July 16, 2010

Kisah Bayangan

Bayangan pernah berkata pada Cahaya , "Jangan pergi, aku membutuhkanmu. Aku tak ada apa-apanya tanpamu." Tapi, Cahaya tetap pergi. Dan kini Bayangan telah mati tertutup Kegelapan.