Tuesday, July 19, 2011

Rumput Tetangga Tidak Lebih Hijau??

Pepatah macam "rumput tetangga memang selalu terlihat hijau" sudah seringkali kita dengar. Pun, ditambah lagi sebuah produk rokok menggunakan tema tersebut untuk komersial mereka. Hanya berbeda penyusunan kalimat untuk tagline-nya. Namun, intinya tetap saja sama.

Ada yang tidak pernah berpikir bahwa rumput tetangga selalu terlihat hijau?

Saya (mungkin) salah satu yang paling sering berpikir demikian. Bukan hal mudah saat pikiran macam itu datang menghampiri. Saya harus kerja keras membuai diri sendiri dengan berbagai masukan positif yang mampu membuat saya bertahan. Entah sampai kapan. Saya tau pemikiran macam itu adalah salah, karena tidak seharusnya membiarkan "dia" berkeliaran di benak saya. Padahal, pikiran yang sudah terkontaminasi dengan bakteri negatif, akan merusak seluruh jaringan sel dan efek buruknya bisa merambat sampai kemana-mana. Dan pikiran merupakan sugesti yang paling kuat untuk menentukan apakah hidup seseorang akan berjalan baik atau sebaliknya. Namun, tetap saja terasa sulit dan seakan-akan butuh tenaga ekstra untuk menyembuhkan bakteri-bakteri pengganggu itu.

Ini bukan mengenai hal bersyukur atau tidak bahagia dengan diri sendiri. Saya pribadi lebih merasa karena terlalu banyak hal yang saya pikirkan sekaligus dalam satu wadah. Saya juga jadi berpikir, ah..., jadi di titik inilah saya merasa benar-benar hidup. Dan, hidup itu memang keras. Susah. Banyak pertimbangan yang bisa menyeret saya pada hal-hal yang sebenarnya tak ingin saya lakukan. Salah satunya pemikiran macam ini.

Serius. Saya bukan tidak bahagia. Justru saya bahagia dengan hidup saya.
Tapi, apakah ketika saya bahagia, orang lain di sekitar saya juga bahagia?
Saya rasa terlalu cepat jika mengatakan iya.


just a random words ^^

15 comments:

JHONI said...

tidak puas itu bisa jadi hal positif jika diarahkan positif...........bisa memacu kita untuk selalu berusaha mencapai lebih, dan tidak berpuas diri dengan hal yg telah dicapai!!!

berusaha untuk mencapai hal yg lebih baik dengan cara yang baik bukanlah dosa!?!?!?!? *kayaknya*

Sofyan said...

mungkin kata orang Jawa sawang sinawang ,,rasa syukur mungkin bisa membuat kita bahagia

Ra-kun lari-laRIAN said...

rasanya saya juga orang yang seperti clara..

ammie said...

pagi mba cla... :) oya, blog satu lagi kok ga prnah update ya?aku suka bgt sama tulisan mba :)

xamthone plus said...

postingan yang sangat menarik nih mbak,bisa mnjadi inspiratif jg.

NuellubiS said...

yang penting nikmati saja hidup.... hahahaha

Bang Pendi said...

Rasanya masih manusiawi jika kita menganggap apa yang kita punya, apa yang kita dapat ternyata tak lebih baik dari orang lain. Bukan bermaksud tidak bersyukur, namun akan lebih baik jika rasa itu menjadi semacam motivasi untuk berbuat dan berusaha lebih baik....

IbuDini said...

Yang penting jangan sekali-kali mencoba utk menyakiti hal yang seharusnya kita hindari.
Rambut sama hitam hati manusia siap tau...dibibir bisa berkata tapi di hati mungkin tidak.

Wuri SweetY said...

Hanya keliahatannya saja rumput sebelah lebih hijau, tp kalo dideketin belum tentu lho...

cassanova said...

wah keren blog nya sob
bisa buat sharing nih.
oya kunjungan balik ya di
http://horror-mediafire.blogspot.com/

Cara pemesanan ace maxs said...

iya bener bangett pribahasa itu sering banget saya dengar .. awalnya malah saya nggak tauu artinya .. hehe :)

Pengobatan alami untuk paru paru basah said...

bersyukur sama apa yang dipunya aja dchh , jangan lirik2 rumput hijau yang lain :)

Pengobatan alami untuk asam urat said...

godaan klo ngenilai rumput tetangga yang lebih baagus s,, hihihi :)

obat tradisional kencing batu said...

isi artikelnya menarik banget gan pantes banget kalo blog ini mempunyai trafik yang bagus. semoga trafik blog nya terus naik.. dan menjadi blogger yang sukses. amin.

Obat Kista said...

peribahasanya saya baru denger ,,, itu apa artinya ya ?