Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Tuesday, February 9, 2010

Hari Pers Nasional

by : Clara

Informasi merupakan hal penting yang bisa kita lahap setiap harinya layaknya sarapan untuk bisa mengenyangkan dahaga wawasan yang mungkin bisa menjerumuskan kita ke dalam lubang kebodohan. Setiap harinya berbagai informasi disajikan dalam bentuk yang berbeda-beda, baik lisan maupun tulisan. Setiap hari pula kita bisa mengetahui perkembangan kasus yang terjadi di sekitar kita dengan berbagai macam media yang ada. Tapi, siapa yang menyajikan semua itu? Ibaratnya sebuah restoran, ada pelayan yang menghidangkan makanan pesanan kita, tapi siapa yang menjadikannya santapan yang lezat untuk mengisi perut kita?

Semua informasi yang kita terima, baik informasi yang bergulat dalam masalah politik hingga pembahasan ringan seperti artis siapa yang bercerai, semuanya tidak pernah luput dari buah-buah pena para jurnalis di tanah air. Mereka bekerja dengan sungguh giat hanya untuk menyajikan kita berita yang paling komplit dan paling bermutu. Tanpa hasil jerih payah para jurnalis, mungkin saja wawasan kita masih kosong. Karena itulah, jurnalis identik dengan pencari berita. Sungguh, pekerjaan yang sangat berat.

Dan hari ini, tanggal 9 Februari, adalah hari yang telah ditetapkan sebagai hari peringatan Pers Nasional. Untuk menyambut hari ini, salah satu stasiun televisi pun akan membuat acara semacam seminar yang diadakan keesokan harinya di sebuah universitas di Bandung. Pembicaraan yang menjadi topik tidak jauh dari hal yang berbau jurnalistik. Presiden SBY pun akan berangkat ke Palembang untuk meresmikan sekolah Jurnalistik di sana sekaligus menjadi pengajar perdana di Universitas tersebut (sumber: inilah.com)

Oleh sebab itu, saya hanya bisa mengucapkan selamat Hari Pers Nasional. Semoga para jurnalis di Indonesia bisa membawakan berita dengan semakin matang (entah yang kayak gimana, saya juga nggak ngerti...hehehe). Apapun tanggapan orang-orang mengenai profesi yang satu ini, saya rasa itu hanya sebuah opini dari masing-masing individu.

Clara dan si Laptie Hitam nan Seksi melaporkan dari atas tempat tidur.
Salam.
(>.^)v

Friday, January 8, 2010

Antara Langit dan Bumi

by : Clara

Cilincing merupakan salah satu daerah di Jakarta yang menjadi tempat krematorium bagi jenazah-jenazah yang tidak dimakamkan. Terdapat sebuah klenteng, pura dan juga tempat penyimpanan abu dan tak ketinggalan lautnya sendiri yang digunakan untuk menebar abu. Entah sudah berapa puluhan jenazah yang menjadi abu ditebar di sana.




Karena sangat dekat dengan laut maka mata pencaharian masyarakat yang tinggal di pesisir Cilincing pun tidak jauh-jauh dari melaut, menjual aneka makanan laut, atau sekedar menyewakan kapal mereka untuk dipakai para peziarah yang biasanya menginginkan pergi ke tengah laut untuk menebar bunga.



Tapi sayangnya laut Cilincing ini sangatlah berbau amis. Entah karena apa. Mungkin juga pengaruh sampah-sampah yang menggenang di sepinggiran pantai. Karena banyak sekali pemukiman yang berada di pinggiran laut.



Dan entah kenapa banyak banget anak kecil di sana yang meminta-minta duit kepada peziarah yang baru saja selesai menebar kembang di tengah laut. Mereka anak-anak yang tinggal di daerah itu. Sayang sekali anak-anak sekecil itu sudah diajari mengemis.

Tapi sebenarnya saya suka pemandanganya. Laut lepas yang bersinggungan dengan langit. Yah, kecuali bau amis dan udaranya yang lengket itu ya.

Wednesday, January 6, 2010

Perjalanan Pulang Itu...

by : Clara

Masih ada tahap terakhir dalam acara liburan saya. Ketika saya dalam perjalanan pulang dari Kediri menuju Jogja, kami melewati jalur alternatif yang berbeda dengan ketika kami pergi dari Jogja menuju Kediri. Jujur saja, saya lebih suka perjalanan pulang ini karena melewati rute-rute yang penuh dengan suasana hijau dimana saya nggak bisa dapet kalau udah kembali ke rumah. Dan karena saya lebih banyak foto-foto, jadi kayaknya saya mau mejeng foto-foto itu. Tenang, tenang...bukan foto saya, kok, tapi foto pemandangan alam, hihihihihi.

Rute itu melewati Tawangmangu-Karanganyar.




Lalu mampir ke sebuah pemandangan surga alam di Karanganyar bernama Grojogan Sewu.





Belilah tiket di pintu masuk. Kebetulan saya masuk melalui loket dua karena kalau lewat loket yang pertama kasihan sama Papa dan Mama yang udah tua, takut kecapekan jalan. Katanya di loket pertama rute ke air terjun sekitar 1 km dan jalannya agak susah.

Semula saya pikir Grojogan Sewu sama dengan air terjun pada umumnya (bener sih, sama-sama turun ke bawah dari atas tebing), tapi ternyata sungguh luar biasa karya alam yang ini.

Lihat, jalannya nggak sulit, kan? Terlampau mudah dan nyaman karena sudah disekat-sekat oleh batu.








Selain itu udaranya sangat sejuk dan ternyata, meski ramai, sama sekali beda dengan curug cilember yang bikin pengap padahal udah di alam terbuka. Kebayang nggak tuh orangnya ada berapa ratus? Di Grojogan Sewu tetep segar meski ramai dikunjungi orang. Buat saya yang agak jarang jalan ke wisata alam ini, Grojogan Sewu adalah air terjun terindah yang pernah saya kunjungi. Alamnya benar-benar asri dan tidak ada sampah bertebaran seperti di Curug Cilember. Saya mau ke tempat ini lagi...sayang jauhnya nggak kira-kira T^T

Salam Hangat

(>.^)v

Wednesday, December 16, 2009

Mie Addicted

by : Clara

Entah kenapa, mie sudah menjadi salah satu makanan saya yang paling favorit. Kenyang, kenyal dan juga nikmat. Hingga bagi saya, dalam sehari nggak makan mie adalah sebuah kehampaan *ceileeee segitunya* alias rasanya aneh, soalnya hampir tiap hari saya pasti makan mie, minimal satu hari satu kali, deh.

Makanan panjang-panjang (satu keluarga kali ya sama spageti) yang terbuat dari tepung terigu ini konon memiliki sumber energi karena kandungan karbohodratnya yang cukup tinggi. Nggak heran deh kalo abis makan mie berasa kenyang banget. Meskipun banyak kabar yang mengatakan bahwa mie itu mengandung kadar formalin, tapi rasanya tetap saja nggak bisa berhenti makan mie. Lagipula, sekarang rasanya tukang mie sudah lebih memikirkan kualitas mie yang mereka jual. Tak jarang tukang mie ayam yang saya jumpai mengaku kalau mie yang menjadi dagangannya adalah mie yang dibuat sendiri dan tanpa formalin. Yah, saya harus percaya dong, kalo mereka bohong, itu kan urusan mereka sama Tuhan masing-masing :P

Nah, sebagai salah satu penggemar berat mie, sebenarnya udah banyak juga macam-macam mie yang saya cicipi. Dan menurut saya semuanya punya ciri khas masing-masing dalam rasanya.

1. Mie Ayam
Jenis mie yang paling sering mampir ke mulut saya. Selain harganya lebih terjangkau, peredarannya juga jauh lebih umum. Jujur aja, saya lebih suka mie ayam abang-abang ketimbang mie ayam bangka. Biasanya mie ayam abang-abang punya kualitas sambel yang yahud. Kalo mie bangka, mienya kadang terlalu tipis atau ada rasa yang agak kurang sedep (micinnya kali kurang banyak...hehehe...besok keknya harus posting Micin Addicted nih :P).



2. Ramyun alias mie dalam bahasa korea

Jenis ini saya lebih sering makan via ramyun instant, soalnya kalo yang bukan instant saya sendiri belum pernah coba. Biasanya kalo ke supermarket (setau saya baru ada di carefour dan giant) saya pasti membeli barang 1 atau 2 bungkus aja. Selain karena harganya mahal, ramyun ini memiliki porsi yang jauh lebih banyak dari mie instant biasa dan juga kekenyalannya jauh lebih kenyal, sehingga membuat saya lebih cepat kenyang. Tapi rasanya...yummy...


3. Ramen alias mie dalam bahasa Jepang

Kalau yang ini juga salah satu favorit saya kalau ngumpul bareng temen-temen. Harganya yang cukup menguras kantong ini, membuat saya memutuskan untuk jarang makan di tempat langganan saya, Ramen Sanpachi itu. Namun, kelezatannya yang ngangenin, bikin saya selalu ngiler.

4. Mie Item


Aduhhhh, ini juga salah satu mie kesukaan saya. Sumpah, rasanya nikmat banget. Ngomong-ngomong, kok namanya mie item sih? Iya, kalo mie merah, nanti warna mienya juga merah. Dan karena mie ini warnanya hitam, disebutnya pun mie item. Warna mie yang hitam itu diperoleh dari tinta cumi, jadi kandungan protein dalam mie ini juga cukup tinggi. Di Jakarta ada satu resto yang pernah saya datengin, di City Walk Sudirman namanya miitem. Serius, rasanya enak banget. Gurih. Sayang harganya sangat tidak cocok dengan porsinya T^T *nagis darah waktu mau bayar*


5. Mie Pelangi


Nah, kalau yang terakhir ini baru beberapa hari yang lalu saya mencicipinya. Sayang, saya pribadi kurang begitu suka. Mungkin karena semua yang dimasaknya terlalu lembek, sementara saya nggak gitu suka dengan yang lembek-lembek. Tapi, mie ini sehat karena dibuat dari campuran sayur-sayuran seperti berry, wortel dan bayam.



6. Mie Instant

Siapa sih yang nggak pernah coba mie instant? Makanan enak, ngenyangin, terutama disaat kantong cekak. Plus bisa juga jadi cemilan, hihihihi. Kalo saya paling suka mie goreng dan mie kuah yang special rasa kari ayam. Terus dicampur pake telur, hmmm...yummy...


Photo 1 dan 4 edited by me

Photo 2 dari sini dan photo 5 dari

sini



Friday, November 20, 2009

Ayooo, siapa mau diet?

by : Clara

Metode diet untuk menurunkan berat badan, sebenarnya sudah cukup mendapat perhatian dari beberapa kalangan, terutama wanita yang selalu menginginkan berat tubuh dengan angka yang kecil. Diet itu sendiri memiliki banyak jenis dan dipercaya memiliki keunggulan masing-masing. Namun belakangan telah diperkenalkan sebuah metode diet baru yang disebut dengan nama Banana Diet atau Asa Banana Diet (Morning Banana).

Metode ini diperkenalkan pertama oleh seorang berkebangsaan Jepang bernama Hitoshi Watanabe, dimana pada waktu itu ia mengalami kelebihan berat badan sehingga istrinya yang bernama Sumiko Watanabe menciptakan diet sederhana ini. Berdasarkan metode diet tersebut, Hitoshi bahkan kehilangan berat badan hingga 17 kilogram. Program diet baru ini menjadi begitu popular di Jepang, bahkan penjualan bukunya berhasil mencapai penjualan lebih dari 730.000 ribu kopi di Korea Selatan dan Taiwan.

Mengapa menggunakan buah pisang? Karena menurut penelitian, buah pisang dipercaya mampu membantu memperbaiki pencernaan makanan dan proses metabolisme tubuh. Enzym yang terkandung pada buah pisang akan mempercepat pencernaan makanan dan kemudian segera membuangnya. Hal inilah yang mampu mempercepat penurunan berat badan. Kemungkinan lainnya adalah adanya zat tepung yang terkandung dalam buah pisang, yang merangsang anda agar dapat merasakan perasaan kenyang dan juga mampu meningkatkan pembakaran lemak dalam tubuh. Disamping itu, setiap buah pisang mengandung 2-4 gram serat, 72-135 kalori dan 10-20 gram gula. Semua itu tergantung dari bentuk buah pisang itu sendiri.

Dalam semua metode diet, tentu harus ada aturan-aturan yang berlaku agar diet yang anda jalankan berjalan dengan baik. Begitu pula dengan Banana Diet, juga memiliki peraturan yang harus diikuti dan tidak jauh berbeda dengan cara diet yang lain.

1. Sesuai dengan namanya Morning Banana Diet, maka sebaiknya anda mengkonsumsi buah pisang dengan suhu ruang pada saat sarapan. Namun bukan berarti anda hanya akan mengkonsumsi pisang selama satu hari penuh. Anda bisa bebas memilih makan siang, makan malam serta cemilan yang anda inginkan. Hanya saja sebisa mungkin tidak makan diatas jam delapan malam.
2. Minum air putih dengan suhu ruangan. Semua orang pun cukup paham bahwa fungsi air putih sangatlah bagus untuk kesehatan tubuh. Namun dipastikan bahwa air putih tersebut bersuhu ruang karena dipercaya air dengan suhu seperti itu mampu memperkecil rasa lapar.
3. Tidur atau istirahat yang cukup.

Disamping aturan yang berlaku, beberapa larangan yang sebaiknya dihindari adalah mengkonsumsi es krim, alcohol atau dessert setelah makan malam. Selebihnya anda masih dipersilahkan untuk menikmati cemilan manis pada jam tiga sore.

Source :
Internet *duh lupa linknya, maap*