Informasi merupakan hal penting yang bisa kita lahap setiap harinya layaknya sarapan untuk bisa mengenyangkan dahaga wawasan yang mungkin bisa menjerumuskan kita ke dalam lubang kebodohan. Setiap harinya berbagai informasi disajikan dalam bentuk yang berbeda-beda, baik lisan maupun tulisan. Setiap hari pula kita bisa mengetahui perkembangan kasus yang terjadi di sekitar kita dengan berbagai macam media yang ada. Tapi, siapa yang menyajikan semua itu? Ibaratnya sebuah restoran, ada pelayan yang menghidangkan makanan pesanan kita, tapi siapa yang menjadikannya santapan yang lezat untuk mengisi perut kita?
Semua informasi yang kita terima, baik informasi yang bergulat dalam masalah politik hingga pembahasan ringan seperti artis siapa yang bercerai, semuanya tidak pernah luput dari buah-buah pena para jurnalis di tanah air. Mereka bekerja dengan sungguh giat hanya untuk menyajikan kita berita yang paling komplit dan paling bermutu. Tanpa hasil jerih payah para jurnalis, mungkin saja wawasan kita masih kosong. Karena itulah, jurnalis identik dengan pencari berita. Sungguh, pekerjaan yang sangat berat.
Dan hari ini, tanggal 9 Februari, adalah hari yang telah ditetapkan sebagai hari peringatan Pers Nasional. Untuk menyambut hari ini, salah satu stasiun televisi pun akan membuat acara semacam seminar yang diadakan keesokan harinya di sebuah universitas di Bandung. Pembicaraan yang menjadi topik tidak jauh dari hal yang berbau jurnalistik. Presiden SBY pun akan berangkat ke Palembang untuk meresmikan sekolah Jurnalistik di sana sekaligus menjadi pengajar perdana di Universitas tersebut (sumber: inilah.com)
Oleh sebab itu, saya hanya bisa mengucapkan selamat Hari Pers Nasional. Semoga para jurnalis di Indonesia bisa membawakan berita dengan semakin matang (entah yang kayak gimana, saya juga nggak ngerti...hehehe). Apapun tanggapan orang-orang mengenai profesi yang satu ini, saya rasa itu hanya sebuah opini dari masing-masing individu.
Salam.
(>.^)v



















