Thursday, December 15, 2011

Keadaan yang Tidak Maksimal

Saya bingung.
Kenapa selalu ada saatnya saya merasa tidak ingin melakukan apa-apa? Cuma ingin bermalas-malasan, atau melakukan sesuatu yang tidak terlalu melelahkan-seperti berpikir. Belakangan memang otak kepala ini harus terkuras demi sebuah potongan hal yang bahkan keputusannya pun juga belum saya temukan. Saya capek. Capek mikir tepatnya. Karena semua itu akan berlabuh bersama dengan kekhawatiran, keraguan, pertimbangan ini itu, atau ketakutan akan sesuatu yang tidak beralasan. Sementara waktu terus mengejar dan keputusan harus serta merta dibawa ke meja hijau.

Rasa capek yang mengukung gerak saya itu biasanya berujung pada jatuhnya mood saya. Entah jadi semakin pelit kata, pelit gerak, pelit duit (hehe, yang ini selalu kayaknya *loh). Dan, yang jelas, saya mem-'babi' hari ini. Itu istilah teman saya kalau sedang disetanin dengan napsu makan yang tinggi tanpa diimbangi dengan gerak yang cukup. Lah, wong saya cuma makan, duduk, nonton dorama. Paling bergerak dikit untuk nyuci dan masak. Bahkan keinginan untuk menyelesaikan beberapa tulisan pun, rasanya berat. Otak benar-benar sedang manja.

Ah~ saat-saat begini, kenapa kopi pun nggak mau kompromi sama saya, sih? Menyebalkan!

NOTE :
Kemarin saya wawancara dengan Gagas media via twitter. Linknya bisa dibuka di claracanceriana.wordpress.com. Biar nggak mood baik, tapi promosi tetap harus berjalan.
Hayooo, jangan lupa beli buku saya ya~~ xD

Monday, December 12, 2011

Merancang Masa Depan

Siapa pun pasti ingin menapaki masa depan dengan bahu tegak dan mata bersinar cerah. Tak ketinggalan saya. Membayangkan sosok saya akan lebih baik lagi, lebih memiliki nilai, di tahun depan. Sayangnya, semua itu masih ada di khayalan. Baru sampai pintu depan, belum disuruh masuk apalagi duduk nyaman.

Tapi, sepertinya masa depan itu kurang bersahabat pada saya. Setiap kali saya meraba, dia pasti menghindar. Jadilah, saya seperti kehilangan arah. Padahal sebentar lagi tahun akan segera berganti. Ketika ditanya soal resolusi tahun 2012, maka saya serasa mati kutu. Jika sudah begitu, maka saya akan menyudutkan sikap tak tegas saya.

Seandainya ada obat penyembuh untuk ketidaktegasan ini, saya mau beli.

Bagaimana dengan teman sendiri?
Sudahkan merancang resolusi untuk tahun depan?

Saturday, December 10, 2011

Masih Misterius

Kalau kata orang, hidup itu banyak hal menariknya. Ada teka-teki, ada kejutan.

Di sisi inilah saya bertemu dia.
Sebenarnya, kalau sekarang dikatakan sebagai teman, saya akan menyanggah kuat-kuat. Kami, saya dan dia, masih murni stranger. Orang asing. Tapi, entah karena isi kepala saya penuh dengan imajinasi atau karena tertarik pada detail yang sebenarnya bagi sebagian orang tidaklah penting, sampai sekarang saya masih sedikit takjub. Atau kalau mau disederhanakan, terheran-heran.

Semua itu dimulai ketika saya mulai mengikuti kelas Simulasi Ujian Kemampuan Bahasa Jepang yang diadakan di Japan Foundation. Awal-awal kelas, memang tak ada sesuatu yang menarik kecuali beberapa kosakata baru yang saya dapatkan (yah, memang itu, kan, slaah satu tujuan kelas ini dibuka). Di minggu ke sekian, saya juga masih berhadapan dengan situasi yang sama. Hanya saja, waktu itu dalam perjalanan menuju tempat parkir yang letaknya di Plaza Senayan, saya harus melihat punggung seseorang yang berjalan lebih cepat beberapa meter di depan saya. Yang saya sadari kemudian bahwa orang itu adalah salah satu peserta kelas.

Saya akui, saya datang ke kelas itu setiap minggunya, hanya untuk belajar. Saya tidak menjalin pertemanan, saya juga tidak banyak bicara dengan siapa pun. Murni karena memang ingin belajar saja. Jadi, ketika saya disuguhi punggung dari orang yang setiap minggunya ada di kelas yang sama, saya tetap menjaga jarak dan memilih diam. Apalagi dia juga melakukan hal yang sama. Dia hanya diam, meski saya tau dia sempat menoleh ke arah saya. Mungkin berpendapat sama. Oh, siswa dari kelas yang sama.

Kejadian berikutnya, berlangsung sewajarnya. Saya datang ke kelas. Dia juga datang ke kelas. Saya sibuk melamun sebelum kelas mulai, dia sibuk dengan mencari teman ngobrol. Yang jelas bukan saya. Tapi, entah kenapa, keberadaannya tetap mendapat tempat di mata saya.

Hingga akhirnya saya sempat absen tidak masuk kelas karena sakit.

Waktu itu saya sama sekali tak berpikir apa pun. Bahkan secuil tentang dia pun tidak. Saya hanya terbaring di rumah, memikirkan bagaimana saya menyia-nyiakan satu jam setengah yang bisa saya gunakan untuk mempelajari materi Noryouku Shiken. Untungnya, pihak Japan Foundation tetap memberikan muridnya kopian materi, meski yang bersangkutan tidak masuk hari itu. Jadilah, minggu berikutnya, saya menagih hak saya itu.

Seusai kelas, saya mendekati Sensei, bermaksud meminta materi. Ada satu anak lain dan juga dia, yang maju ke meja Sensei. Saya pikir mereka berdua hanya ingin diskusi dengan Sensei. Tapi, yang saya dengar adalah (terutama dari dia) bahwa mereka sakit.

Saat itu saya sebenarnya sedikit bengong.

Kok, bisa, ya, sakitnya barengan?

Dan, demi materi itu, kami pun terpaksa menunggu Sensei mengkopikan lembaran materi. Tapi, diantara saya dan dia tetap tak terjalin obrolan. Dia hanya sibuk mondar-mandir. Saya sibuk, mengobrol dengan beberapa cewek yang ada di sana. Biar begitu, saya bisa merasakan bahwa ada kalanya mata kami bertemu.

Selesai semua kejadian-kejadian itu, saya pun tak banyak berpikir lagi. Yang ada dalam kepala saya cuma cara menghapal kanji. Apa sebaiknya saya menelan ampas kanji yang sudah dibakar, atau dalam kondisi mentah-mentah. Tapi, saya tidak memilih keduanya. Saya milih pasrah. Hingga harinya tiba. Pagi itu saya bangun terlalu pagi. Bersiap-siap dan langsung menembus udara dengan kendaraan. Saya paksakan diri menelan dua porsi kopi, cuma demi membuka pori-pori otak.

Jalanan masih lengang. Saya juga tiba satu jam lebih cepat dari waktu yang diharuskan. Sampai di Kampus Unsada, saya langsung mencari ruangan sesuai dengan kartu ujian punya saya. Di sana, saya sempat bertemu teman. Ngobrol sedikit, tanpa mengungkit si kanji atau bunpou apa pun. Lalu, saya memutuskan untuk kembali ke tempat duduk saya saja. Mungkin sisa waktu akan memaksa otak saya mengingat sedikit grammar yang bisa saya bawa.

Saat itulah, kelas mulai ramai. Tak ada yang mengejutkan saya, kecuali dia. Dia masuk ke kelas yang sama dengan saya, tampak mencari-cari nomor kursinya, dan....

Dia mendaratkan pantat di kursi di sebelah saya!

Spontan saya melongo. Ini mungkin lebaynya saya, ya. Tapi, tanpa bisa saya kendalikan, saya merasa ada sesuatu yang pantas ditertawakan, meski tidak lucu, juga pantas dipertanyakan, meski tidak akan ada jawabannya. Apa pun itu, saya merasa ada sesuatu yang menggelitik.

Ditambah lagi, setelah tujuh kali kami saling tau keberadaan masing-masing, tanpa sekali pun bicara, akhirnya saat sebelum ujian itulah dia baru menyapa saya. Ya, cuma sapaan basa-basi dan mengobrol sedikit, sebelum akhirnya kembali serius dengan persiapan ujian. Karena tegang, saya pun mengacuhkan dia. Terpaksa, kok. Soalnya, meski saya berusaha membaca kembali materi yang ada, otak saya keburu tersumbat.

Mungkin bagi orang lain, entah apanya yang layak untuk dipikirkan, apalagi dipertanyakan. Tapi, bagi saya, ada sesuatu yang menggoda saya untuk memikirkan hal ini. Bukan, bukan karena ada perasaan atau apa. Ini tidak mencapai tahap semacam suka. Hanya saja, benar-benar karena saya merasa ada sesuatu yang..., ah, saya nggak tau bagaimana mendeskripsikannya dalam kata-kata. Bahkan saya sendiri tidak berencana menuliskannya dalam blog. Cuma, tanpa saya bisa jelaskan juga, tiba-tiba otak saya sudah memerintahkan untuk menuangkannya ke dalam bentuk tulisan.

Yang jelas, dia itu adalah hal misterius yang mengejutkan dalam pengalaman saya.

Dan, saya senang mengalaminya.


note :
Kalau dia sampai baca tulisan saya, saya cuma mau bilang 'hai' saja, kok. Hahaha. Saya memang nggak tau mau bilang apa sama dia.

Haruskah saya beberkan namanya? Inisial mungkin -E-

Thursday, December 8, 2011

Ada yang Ketinggalan...

Saya dapet protesan. Hahaha. Dari Mbak Wuri, karena salah ngerjain PR. Duh, maap ya Bu Guru. Saya kurang awas baca perintahnya. Jadi ternyata selain 11 pertanyaan yang dikasih Mbak Wuri, saya juga harus menuliskan 11 hal tentang diri saya. Ditambah juga menjawab 11 pertanyaan lain. Astagah, kenapa bisa ke skip sama sekali ya. Hihihi.

Makanya itu sekarang saya kerjain yang sisanya. Biar nggak dimarahin.

Tahap pertama, 11 hal tentang Clara :

1. Lulusan Sastra Jepang, tapi bahasa Jepangnya masih senen-kemis. Biar begitu saya masih merasa bersyukur masuk jurusan ini, sama sekali nggak menyesal meski mungkin orang bilang jurusan sastra itu susah cari kerja. Setidaknya saya senang di jurusan ini, ketimbang dulu memaksakan diri masuk Psikologi (syukur, ditolak sama kampusnya).

2. Suka dengan hal-hal berbau Asia (Jepang dan Korea khususnya). Nggak tau kenapa saya nggak begitu senang melihat penampakan bule yang terlalu 'garang' di mata saya. Maksudnya, fisik mereka kan memang dari sananya agak bongsor.

3. Pertama kali jatuh cinta dengan menulis, yaitu SMP, tapi mulai serius dengan tulisan saat kuliah. Tapi, sampai sekarang saya merasa kencanduan dengan nulis.

4. Bisa baca hangul, tapi nggak ngerti artinya, kecuali potongan kata yang terbiasa dipakai di drama. Itu pun bukan tulisan tangan, ya. Tulisan tangan jauh lebih susah dibaca ketimbang tulisan komputer.

5. Nggak bisa punya kamar yang rapih. Mungkin karena kebanyakan buku-buku, mulai dari kopian buku jaman kuliah sampe komik-komik. Beberapa juga nggak punya tempat, jadi saya geletakkin gitu aja.

6. Saya termasuk tipe orang yang pendiam di saat baru kenal, tapi kalau sudah ketemu nyambungnya, bisa bawel juga, kok.

7. Saya termasuk penggila karaoke. Dan, bisa ditebak, lagu-lagu karaokean saya pasti isinya Kpop. Kalau sudah masuk ruang karaoke bersama partner saya--Orizuka, paling nggak butuh waktu 5 jam untuk bisa keluar lagi. Rekor kami adalah 6 jam. Dan, hanya berdua! Hahaha.

8. Untuk saat ini, sedang mengisi waktu dengan tim Zonk Sister mengerjakan skrip untuk program Nilai Kehidupan di Trans TV. Saya belajar banyak mengenai cara menulis skrip di sini. Dan, ternyata menulis skrip itu cukup susah.

9. Saya punya empat anjing di rumah (Dorami, Astro, Kimba dan Mimi). Kalau capek atau bosen, saya akan keluar dan memperhatikan gerak-gerik anjing saya, atau sekedar mengelus-elus mereka. Perasaan jadi tenang lagi.

10. Saya sangat ketergantungan pada kopi. Dan, belakangan mulai menyentuh black coffee, tapi nggak suka yang pakai ampas. Dulu porsinya cukup segelas per hari. Sekarang bisa dua gelas per hari.

11. Saya lebih memilih di rumah, ketimbang jalan-jalan ke mal. Saya akan jalan ke mal kalau akan bertemu teman, ke toko buku, atau nonton. Itu saja.


Berikutnya adalah tahap ke-2, tahap menjawab pertanyaan yang agak-agak mengetes kemampuan intelektual saya yang sama sekali tidak intelek. Sok atuh, ini jawabannya.


1. Telur dulu ayam dulu? Alasan harus ilmiah.
Ayam. Kalau nggak ada ayam, nggak ada telur.

2. Gado-gado terdiri dari sayuran apa?
Toge, kangkung, pare, kentang, tahu, kacang panjang, kol, tempe.

3, Kalau sarapan pagi enaknya makan apa ya?
Kalau saya, yang penting ada kopi. Biasanya sih makanannya mie, bubur atau roti. Itu aja pilihannya.

4. Kalau kamu presiden, tolong jelaskan alasan politis mengapa harus Syahrini yang disodorkan ke cowok-cowok kece dari luar negeri itu?
HAH? Emang hubungan Syahrini sama politik apa ya? *garuk-garuk kepala* -_-a

5. Lagu yang suka kamu dengar kalau lagi galau apa? Sebutkan alasannya dari sudut pandang hukum.
Apa ya, yang jelas sih lagu-lagu yang ceria, dong. Lagu 2PM yang Put Your Hands Up itu cocok banget buat bangkitin mood galau jadi mood party *loh*. Nggak ada penjelasan dari sudut pandang hukum karena saya anak sastra.

6. Seandainya kamu itu reinkarnasi dari seseorang di masa lalu, kamu berharap reinkarnasi siapa?
Ha..., siapa ya. Nggak kepikiran, serius. Saya orangnya move on-an kok, jadi nggak suka berhubungan dengan masa lalu #eaaaaa

7. Mahluk halus yang paling menakutkan buat kamu apa?
Pocong. Peduli amat dengan jaman sekarang yang udah ada Poconggg. Saya tetep masih takut sama doi.

8. Saya minta resep masakan tradisional Zimbabwe dong, please?
-_-a

9. Kalau misalnya ada Uni Asia berarti harus ada mata uang bersama dong ya... usulkan dong nama mata uang barunya!
Saya kok makin bingung ya. Pertanyaannya berat.

10. Tempat wisata mana yang seumur-umur kepingin kamu datangi tapi belum kesampaian? Kalau ke sana mau ajak siapa?
Waduh, banyak dong ini mah. Tapi, sebenernya pengen banget dateng ke Belitong. Gara-gara Laskar Pelangi!

11. Kalau kamu diangkat jadi presiden, apa yang akan kamu lakukan berkaitan dengan perlindungan orangutan? Jawaban harus serius karena ini masalah serius.
Jawaban serius, tapi paling standar : melindungi orang hutan. Kalau ditanya caranya, saya sendiri juga bingung. Tapi, mungkin ketimbang mengurusi orang utannya, saya ingin menindaktegas dulu bagi para penebang hutan liar yang sudah mengambil jatah tinggal si orang utan.

Nah, kalau begini sudah selesai, kan? *lirik Mbak Wuri*

Tuesday, December 6, 2011

Sebelas Pertanyaan di Rumah

Lagi main-main ke blog Mbak Wuri, saya malah mendapat PR darinya. Hihihi. Kebetulan, saya lagi malas melakukan apa-apa, jadi sekalian saja saya kerjakan.

Ada sebelas pertanyaan yang Mbak Wuri ajukan. Ini dia :

1. Apa yang kamu tau tentang nihon no bunka? (Japanese Culture)?
Hm, saya sastra Jepang, sih, tapi pertanyaannya tetep bikin saya mikir. Haha. Kalau dalam kepala saya, kata anime akan keluar pertama kali. Tapi, Jepang bukan cuma tentang anime aja, kan, Mbak? Yang jelas budaya Jepang sangat unik dan beragam--buat saya.

2. Apa sich Guillain-Barre Syndrome (GBS)?
Err, jujur saya nggak tau. Tapi, saya pernah denger.
(googling dulu)
Ini semacam otot yang lemah gitu ya?

3. Siapa orang paling berpengaruh dalam kedewasaanmu berpikir?
Ada beberapa temen saya yang memang cukup dewasa dalam berpikir. Saya juga suka curhat sama mereka. Tapi, saya rasa yang paling berpengaruh justru adalah buku, drama dan beberapa tayangan variety show.

4. Apa yang kamu tau tentang Jogja?
Tempat saya pulang tiap tahun hahahaha.

5. Bagimu, Siapa Artis/Aktor paling Keren sedunia?Alasannya?
Paling keren? Hm, kalau ada 'paling'-nya sih susah. Tapi, saya sangat kagum dengan penyanyi bernama Kwon Boa. Entah apa, tapi bagi saya dia terlihat begitu mengagumkan. Setidaknya dulu, di jamannya, dia sangat keren.

gambar diambil dari sini

6. Sebutkan 11 Boysband/Girlsband yang lagi menjamur di Indonesia!
Super Junior, SNSD, MBLAQ, BEAST, Miss A, 2 PM, Dong Bang Shin Ki, Girls Day, SHINee, f(x), Big Bang.

7. Kalo kamu dapet pelayanan yang kurang baik dari Costumer Service/SPG salah satu layanan public? Apa yang kamu lakukan?
Karena saya ini biasanya pendiam, jadi jarang komplain. Saya akan komplain kalau sudah kelewatan buruk pelayanannya.

8. Kalo kamu dapet liburan ke Jepang dan bebas menentukan tempat yang akan dikunjungi. Dimanakah kamu akan berkunjung?
Wah, ini susah. Pertama saya belum pernah ke Jepang sama sekali, jadi nggak bisa membayangkan mana tempat yang kira-kira enak. Tapi, mungkin saya akan memilih Kyoto karena dari yang saya dengar, tempat itu tenang dan banyak bangunan bersejarahnya. bener nggak, sih?

9. Siapa nama panjang pacar pertamamu?
Hideto Takarai. Sekarang dikenal dengan nama Hyde.

gambar diambil dari sini
Ok. Jangan percaya. *ketawa setan*

10. Kalo kamu lg sedih/down, hal apa yg bisa bikin km semangat dan tersenyum lagi?
Lagu. Khususnya Korean Pop, sih. Buat saya lagu-lagu Korea itu punya feel yang langsung bisa tersampaikan dengan baik. Mau itu lagu up-beat atau mellow.

11. Radio Favorit dikotamu?
Jarang denger radio, tapi Papa saya suka pasang motion radio. Dan, lucu sih pas jam siaran Dagienk dan Miund.

Ahhh~~~ akhirnya PR ini selesai juga.
Saya bingung kalau mau lempar, lempar ke siapa. Jadi semua yang mengisi kolom komentar diharapkan mau mengerjakan pertanyaan ini. Yaaaa??? *merujuk*

Saturday, December 3, 2011

GAP Antara Sekolah

Dalam rangka menyelesaikan urusan kode booking yang sempat hilang, saya mampir ke kantor teman saya yang adalah sebuah sekolah bertaraf internasional. Hal pertama yang menjadi reaksi saya cuma satu : tercengang! Berkali-kali rasanya saya menggumamkan, "Wow, sekolahnya keren banget." Gedungnya terdiri dari sepuluh buah, berdiri di tanah seluas lima hektar. Gedung itu mempunyai masing-masing tema, begitu juga dengan fungsinya. Bahkan ada gedung khusus olahraga, taman luas yang sangat cantik, kolam renang, taman bermain bahkan taman pasir!

Kebetulan, gedung yang pertama kali saya injak adalah bagian perpustakaan.

Luar biasa. Saya kembali dibuat tercengang dengan interior gedung yang dibuat dengan sangat nyaman. Guru-guru asing (bule) berkeliaran dalam balutan kaos polo dan celana jeans, atau tipe baju yang sangat santai. Koleksi bukunya, terdiri dari beberapa bahasa yang ditata dengan sangat apik.

"Lo tunggu sini, ya."
Kata teman saya. Saya pun mengiyakan dan duduk di salah satu sofa dengan deretan bantal yang empuk, yang kalau benda itu ada di perpustakaan SMA jaman saya, sudah bisa ditebak nasibnya, yaitu menampung cowok-cowok yang ingin tidur di atasnya.

Sambil bermain ponsel, saya pun duduk dan menunggu teman saya yang masih harus 'mencari peluang untuk misi besar kami'. Saat saya sedang anteng duduk, rupa-rupanya anak-anak seusia SD muncul dari ujung lorong. Anak-anak kecil dengan berbagai rupa fisik. Ada yang bule tulen, ada yang terlihat asia, bahkan keindia-indiaan (eh, ini asia juga ya, hehehe). Rupanya mereka sedang menikmati waktu istirahat (berhubung saat itu jam 12 siang).

Sekumpulan anak cowok, mengelilingi meja. Lalu seorang cowok lagi, datangm sambil membawa laptop. Dia berkata, "I bring my laptop." Ups. Sementara cowok-cowok di sana sibuk, ada seorang gadis kecil yang saya rasa keturunan Korea, duduk di sebelah saya sambil membuka laptop (ada gambar apel kegigitnya, loh). Saya perhatikan apa yang akan dilakukan gadis kecil itu dengan laptop secanggih itu (huhu, saya aja masih pake windows *untel-untel cacing*). Dari ekor mata saya, laptop yang tampak kebesaran dari ukuran pahanya itu, menampilkan sebuah browser. Dari sana, si gadis cilik itu membuka sebuah situs dan tau-tau muncul bilangan-bilangan dengan tanda penjumlahan. Saya masih memperhatikan. Tangan si gadis kecil bergerak-gerak. rupa-rupanya dia sedang berkejaran dengan waktu untuk menjawab semua soal berhitung yang disajikan website tersebut!

Saya cuma bisa ngurut dada. Menatap iri pada laptopnya, sambil memuji kelakuan si gadis cilik yang memanfaatkan internet dengan sangat baik di sela waktu istirahatnya.

Singkat cerita, saya selesai melakukan misi dengan teman saya. Tentu saja saya bermaksud untuk pulang. Tapi, kemudian teman saya itu menawarkan 'tur' keliling sekolah. Di sanalah saya baru tau dengan semua isi gedung. Bahwa sistem pelajaran di sana menganut 'moving class' sehingga begitu melihat ruang kelas yang ada, tak jarang saya menjumpai kelas kosong. Tapi, ternyata dengan sistem pelajaran di sana, tak mustahil membuat satu anak mendapat pelajaran private dari guru yang ada. Tak heran, ketika saya mengetahui biaya yang harus dikeluarkan untuk menyekolahkan anak di sana. Duh, mahalnya bener-bener mahal. Per tahunnya, biaya bisa mencapai ratusan juta.

Kemudian, beberapa hari yang lalu, saya menonton Kick Andy. Hari itu temanya tentang pengajar muda. Tentu teman-teman sudah tau apa itu pengajar muda, kan? Yang belum tau bisa cek ke http://indonesiamengajar.org/

Para pengajar muda ini dikirim dengan misi mencerdaskan anak bangsa. Tak tanggung-tanggung mereka dikirim ke pelosok negri yang memiliki sekolah dengan fasilitas amat kurang. Boro-boro sepuluh gedung, satu gedung saja itu pun sangat seadanya. Berlapiskan kayu-kayu. Boro-boro ada lapangan bermain dan olahraga yang terpisah, ada lahan kosong saja mungkin mereka sudah senang.

Menyaksikan kenyataan ini, rasanya miris sekali.

Kenapa GAP itu rasanya begitu jauh sekali?

Note : Saya nggak bisa memasang foto sekolah internasional itu karena saya bukan sedang mempromosikan sekolah tersebut, juga tidak sedang menghinadina. Saya cuma orang awam, yang kebetulan menyaksikan bahwa memang kesenjangan yang bagai langit dan bumi itu ternyata benar-benar ada. Dan, ternyata itu sangat menyesakkan.

Thursday, December 1, 2011

Selamat Datang, Desember 2011

November akhirnya selesai.

Dan, ahhh, akhirnya bulan Desember. Bulan terakhir di tahun 2011. Itu berarti kita akan segera masuk ke tahun 2012.

Jika melihat ke belakang, masih banyak hal-hal jelek yang menempel di keseharian. Malas, adalah penyakit utamanya. Ditambah lagi masih juga sering bertengkar dengan diri sendiri. Tapi, puji Tuhan yang saya syukuri, novel ke-3 terbit di penghujung tahun ini.

Menyambut bulan Desember, yang juga berarti akan datang hari Natal, saya berharap bisa mengakhiri tahun 2011 dengan ending yang baik. Apa pun itu hasilnya.

Sebagai permulaan bulan Desember, saya telah memutuskan untuk membuat blog baru (maunya sih website, tapi masih mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu) yang saya khususkan untuk menampung hasil karya saya. Tujuannya supaya tidak tercampur dengan tulisan sampah saya di sini. Tapi, bukan berarti blog pribadi ini akan saya tutup. Sama sekali nggak terpikir mengenai itu, kok.

Nah, sesekali nanti, mampir ke ya tempat baru saya di claracanceriana.wordpress.com



Selamat berbulan Desember, teman ^ ^

Tuesday, November 29, 2011

Running Man

Selain Drama dan Pop song-nya, saya rasa kekuatan Korea juga terletak pada variety show mereka.
Jujur saja, saya ini bukan penggemar Variety Show. Saya lebih memilih menonton drama, talkshow (tapi sejauh ini masih Just Alvin atau Kick Andy, sih) atau program musik. Tapi, banyak yang mengatakan Running Man bagus. Mendengar rekomendasi seperti itu, saya yang kepo ini pun penasaran. Ingat, kepo! Dengan modal meminta pada teman, saya mendapatkan beberapa episode awal Running Man (cast : Yoo Jae Suk, Suk Jin, Kim Jong Kook, Song Ji Hyo, Haha, Kang Gary, Lee Gwang So dan Lee Jung Ki—setelah episode 40, dia berhenti sejenak).
Satu kali nonton, saya berhasil dihibur hingga tertawa guling-guling.
Saya mulai menonton episode selanjutnya. Tapi, waktu itu kapasitasnya tak terlalu sering karena ya itu tadi, saya tidak begitu menyukai Variety Show—meski mereka sangat menghibur. Hanya karena banyak yang bilang seru dan kocak, saya pun memaksakan diri untuk mengikuti episode berikutnya. Ditambah beberapa guest yang diundang adalah artis yang saya suka.
Sedikit demi sedikit waktu yang saya berikan untuk Running Man itu, akhirnya membuahkan kecanduan yang akurat! (serius. Ini peringatan buatan yang tidak mau kena Running Man addicted). Sekarang, saya malah tidak berhenti mendonlod Running Man karena sudah banyak tertinggal episodenya.

Running Man itu apa?
Program variety yang ditayangkan oleh SBS ini memiliki konsep dasar sebuah acara yang santai, tapi menegangkan. Santai karena banyak diisi dengan komedi-komedi dan kelakukan lucu dari para anggota Running Man, tegang karena mereka yang konyol itu harus menyelesaikan ‘misi’ yang diberikan oleh tim produksi SBS. Terdengar begitu berat ya dengan nama misi. Tapi, tenang. Misi yang harus member Running Man lakukan adalah misi-misi yang sederhana tapi kreatif hingga menimbulkan tawa.
Misalnya saja, melakukan karaoke sambil naik di atas jetcoster yang bergerak sangat cepat! (episode Lee Hong Ki dan Shin Bong Sun).
Biasanya member Running Man akan dibagi menjadi dua tim. Lalu mereka harus berlomba menyelesaikan misi itu dan terakhir harus melakukan misi besar yang konsepnya seperti hide and seek.
Tim yang kalah akan dihukum.
Hal yang paling mengesankan dari Running Man adalah program ini mengekspos tempat-tempat ternama atau yang punya daya tarik untuk wisata, sebagai tempat mereka bermain di tiap episode. Jadi kalau kita mau ke Korea pun, kita bisa mengintip lokasi yang bisa kita kunjungi lewat tayangan ini.

Jadi, jika kepo dan penasaran seperti saya, boleh menonton acara ini melalui kshownow.net.
Selamat ketagihan.

Monday, November 28, 2011

I HATE MONDAY (?)

I HATE MONDAY!
Sebenarnya kasihan si Monday. Kenapa ya dia selalu dibenci? Sementara weekend menjadi hari yang selalu didewa-dewakan. Lalu, nasib Selasa, Rabu, Kamis, Jumat…?

Kita memang kembali beraktifitas pada hari Senin setelah mengambil istirahat pada (kebanyakan) hari Sabtu – Minggu. Mungkin diantara kita ada yang harus kembali bertautan dengan yang namanya stress dan deadline kerjaan. Atau mungkin justru Senin merupakan hari pemeriksaan? Apa pun itu, tak ada cara lain untuk menghindari Senin. Sejujurnya, saya juga bukan orang yang mengkotak-kotakkan hari. Saya tak pernah membenci Senin, tetapi kadang stereotip yang diberikan untuk Mr Monday ini membuat saya ikut sedikit malas menghadapi Senin.

Terutama ketika saya masih bekerja di televisi.

Saya rasa semua itu mulai berubah, ketika saya memilih untuk tidak menjadi karyawan kontrakkan yang harus Sembilan jam (formalitas) berada di kantor. Saat menjalani hidup sebagai orang yang tak mengenal kapan waktu kerja, kapan waktu bersenang-senang, kapan deadline datang, Mr Monday justru menjadi hal yang tidak bisa saya mengerti. Bahkan di hari ini, Senin 28 November 2011, saya yang kebetulan bangun pagi, langsung membersihkan rumah dan melanjutkan kegiatan dengan menonton Dorama berjudul Nankyoku Tairiku (nanti saya mau bahas, ah). Kemudian, saya keluar rumah hanya untuk mengantar paket buku If You Were Mine ke JNE (buat yang beruntung kemarin, selamat menantikan datangnya si buku ya).
Selanjutnya, saya dan seorang teman menyusun plot untuk cerita kami dan saya kembali menonton, kali ini Variety Show yang banyak disukai orang—Running Man. Selesai itu baru saya memanfaatkan me time (rasanya satu hari selalu menjadi me time hahaha) untuk menulis ini itu. Salah satunya ya untuk postingan blog ini, hahaha.

Sejauh ini, Senin yang saya lalui terasa menyenangkan, di satu sisi membosankan memang hahaha. Kalau Senin kamu bagaimana, teman?

Friday, November 25, 2011

Pengumuman Pemenang Kontes 'If You Were Mine'

Memilih lima itu nggak gampang. Saya harus baca berkali-kali. Masalahnya, semua karya yang datang adalah karya yang cantik. Belum lagi kejutan-kejutan kecil dari tiap tulisan teman-teman, yang membuat saya tersenyum. Saya harus membacanya dalam beberapa tahap untuk memastikan bahwa memang karya itulah yang memiliki semacam 'nyawa'--yah, seenggaknya begitu menurut saya, hehe. Tapi, tidak hanya itu. Karena karya yang memiliki 'nyawa' pun ternyata banyak. Saya pun kembali mempertimbangkan hal lain, yaitu cara pandang yang dihasilkan dalam tulisan tersebut.

Tapi, pada akhirnnya saya memang harus memilih lima karya (untungnya lima, coba kalau tiga, bisa makin pusing saya) yang ingin saya hadiahi novel terbaru berjudul 'If You Were Mine' ini.

Dan, ini lima orang beruntung yang akan saya kirimi novel.
Mbak Elsa
Dea A Putri
Melody
Io Rea Eurifaessa
Leanita

Buat yang namanya belum ada di lima pemenang ini, bukan berarti karyanya tidak bagus. Semua itu terpaksa harus dibelakangkan karena beberapa faktor di atas. Tapi, jangan langsung kapok apalagi berkecil hati, ya. Saya masih berencana akan mengadakan kuis lagi, kok.

Sementara buat yang namanya ada di atas, tolong kirimkan nama, alamat lengkap dan nomor telepon untuk mempermudah pengiriman barang, ke email saya di kaniza_16@yahoo.co.id

Sekali lagi, terima kasih untuk partisipasi teman-teman sekalian (yang luar biasa) dan selamat untuk para pemenangnya ^ ^

Sampai ketemu di kuis selanjutnya~~

Thursday, November 24, 2011

Kontes Selesai

Tadinya agak pesimis kalau kontes ini akan ada yang ikut mengingat tingkat keaktifan saya di dunia perbloggan sudah mulai berkurang. Tapi, ternyata..., wow~~ nggak nyangka kalau bakal banyak yang ikut kontes ini. Terus terang saya terharu dan merasa terkejut juga dengan karya-karya teman sekalian yang diluar dugaan. Saya sampai berdecak kagum karena mendapat kejutan itu. Saya sangat berterimakasih untuk partisipasi teman-teman sekalian.

Untuk yang belum ikutan, lain kali coba bergabung ya, hehe.
Untuk peserta harap menunggu pengumuman dengan sabar karena saya harus menentukan siapa pemenangnya. Pemenang akan saya umumkan secara resmi pada hari Jumat tanggal 25 November 2011 sekitar pukul 12 siang.

Masalah kuis atau kontes tidak akan berakhir di sini saja. Saya masih akan merencanakan beberapa kuis lain, tapi masih belum tau apakah khusus blog atau justru via Facebook atau twitter. Apa pun yang bisa menjadi alat untuk berkreasi.

Dengan ini kontes If You Were Mine resmi saya tutup.
Sampai ketemu di kuis berikutnya~~~


Facebook : Clara Canceriana
Twitter : @kura_jjang

Wednesday, November 2, 2011

BLOGGER CONTEST IF YOU WERE MINE

BLOGGER CONTEST IF YOU WERE MINE

Tanggal 2 November – 23 November 2011.

Caranya mudah :

Kamu cukup melanjutkan kata-kata IF YOU WERE MINE… (JIKA KAMU MENJADI MILIKKU…) menjadi rangkaian kalimat (boleh dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia). Misal, If you were mine, so I don’t need the others.

Maksimal paling panjang hanyalah setengah halaman word. Jadi tolong jangan seperti membuat cerpen ya, karena ini bukan kontes cerpen.

Setelah yakin dengan kalimat yang sudah jadi, harap posting di blog masing-masing dengan menyertakan note : BLOGGER CONTEST "IF YOU WERE MINE" a novel by Clara Canceriana (bisa diletakkan paling bawah).

Nah, setelah itu, kopi paste link postingan tersebut ke kolom komen di blog saya, dimana postingan mengenai kuis ini ada. Dengan begitu saya bisa mendata dengan mudah peserta yang ikut dalam kontes kali ini.

Tidak ada syarat khusus mengenai jenis blog yang digunakan, selama masih berjudul BLOG, masih diperbolehkan.Oh, ya, kalau bisa satu orang hanya mengirimkan satu karyanya saja ya.

Batas terakhir penerimaan link adalah tanggal 23 November 2011 jam 12 malam.

Ada 5 buah novel terbaru Clara Canceriana, IF YOU WERE MINE untuk 5 pemenang yang beruntung.

Jadi, selamat berselancar dengan kata-kata romantis ya~~ ^ ^

DAFTAR PESERTA :

1. Delia Angela

2. Anyin

3. Efline Jonathan

4. Hilda Nur

5. Eka

6. Fanny

7. Peri Hutan

8. Bunda Ory / OryBun

9. Adyta Purbaya

10. Nurul Yudhitya

11. Una

12. Leanita

13. Rara

14. Ferlita

15. Alaika

16. Lia Lova

17. Inshonia

18. Ayu Fatmawati

19. Onedha Monzila

20. Widyawidyot

21. Nia Angga

22. Victoria

23. Ema

24. Putri Amirillis

25. Jiah Al Jafara

26. Syifa Azz

27. Mbak Diana

28. Keke

29. Olivia Tan

30. Yeni

31. Lestari Putri

32. Pinksmile

33. Tamblog

34. Melody

35. Ajeng Sari Rahayu

36. Agustini

37. Ningsyafitri

38. Mbak Elsa

39. Diah

40. Rynatta SR

41. Emon

42. Nandahadiyanti

43. Nyun Nyun

44. Nurlaila Zahra

45. Dea A Putri

46. Io Rea Eurifaesa

47. Dee

48. Sabila

49. Syifa

50. Amanda Putri

51. Chilfia Karunianty

52. Rachmadianti S hanifa

53. Veena

54. Sandal Jepit (Fitriana Nugra)

55. Chika Rei

56. Ila Rizky Nidiana

57. Uli

58. Meutia Halida Khairani

59. Andri Edisi Terbatas

60. Mevi

61. Cheemyutputri

62. Fatulrachman

63. Riyan Raditya


CLOSED


Sunday, October 30, 2011

INFO : Blogger Quiz IF YOU WERE MINE

Dalam postingan sebelumnya, saya pernah bilang mengenai kuis If You Were Mine, kan, ya? Maaf, baru sekarang saya bisa memberikan infonya. Hehehe....

Mengenai kuis yang seperti apa dan bagaimana ketentuannya, akan saya posting pada hari Rabu tanggal 2 November. Dari tanggal itulah, kuis ini akan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu. Kenapa tiga minggu? Karena saya berharap bisa menerima kata-kata romantis yang telah melalui masa pengendapan cukup waktu di kepala si pengimajinasi.

Jadi, bersiap-siap, ya. Kuisnya sama sekali tidak susah, kok. Apalagi clue-nya sudah ada :P

So, be ready guys ^ ^


Saturday, October 22, 2011

IF YOU WERE MINE


Setelah sekian lama mengurus naskah ini, akhirnya covernya muncul juga. Inilah cover fix setelah direvisi oleh desainer dari pihak Gagas.

If You Were Mine, adalah judul yang terpilih.

Ditunggu ya kapan rilisnya.


Note : Nanti saya akan membuat kuis kecil-kecilan yang berhadiah novel ke-3 ini. Mungkin info updatenya bisa melalui twitter pribadi di @kura_jjang.


Sunday, October 2, 2011

Resep Membuat Hiyayakko

Lapar? Tapi, nggak punya cukup uang untuk membeli fast food yang tinggal telepon saja itu? Tenang, tenang. Selain mie instan atau nasi goreng telor ala kadarnya, ada juga camilan sehat yang jauh lebih bergisi dan cukup mengenyangkan--menurut saya (setidaknya untuk satu dua jam ke depan). Ya, salah satu camilan dari Jepang bernama Hiyayakko atau hmmm, apa ya, yang panganan ringan ini berbahan utama tahu sutera.



Cara membuatnya sangat mudah (bahkan saya pernah berbagi resepnya via twitter).

Pertama, siapkan satu potong tahu sutera atau tahu Jepang yang teksturnya memang halus. Ada banyak jenisnya di supermarket besar. Bisa pilih yang berbentuk kotak atau bundar. Kemarin ini saya pakai yang bundar (sisa dari bahan miso sop), tapi kalau mau mengikuti gambar yang ada, silahkan beli yang dalam kotakkan. Pilihlah sesuai selera.
Lalu taruhlah di kulkas, hingga lebih terasa dingin.

Kedua, siapkan daun bawang yang bersih dan cantik. Iris tipis dan sesuai selera. Kalau mau memakai jumlah yang cukup banyak, silahkan saja. Digunakan untuk toping.

Ketiga, siapkan shoyu atau kecap Jepang (saya suka banget dengan shoyu, rasanya enak dan asin tapi tidak terlalu gurih. yang jelas citra rasa jepangnya terasa sekali).

Keempat, keluarkan tahu dari kulkas dan potong sesuai dengan selera. Tahu tidak perlu lagi dimasak atau direbus.

Kelima, tata tahu di mangkuk atau piring kecil. Taburkan irisan daun bawang, lalu siram dengan shoyu secukupnya saja. Sesuai selera saja.

Alternatif toping bisa juga menggunakan tomat yang diiris, gyuri atau timun, wakame, wasabi, daging ham, atau bahkan jagung manis. Terserah saja.

Hiyayakko ini diajarkan oleh sensei orang jepang. Waktu itu kami pernah dibuatkan makanan ini untuk camilan. Rasanya sangat lezat. Entah kenapa makan empat potong tahu saja sudah membuat saya kenyang.

Hiyayakko ini juga biasanya disantap saat musim panas. Karena rasanya yang dingin, sehingga terasa segar. Jangan heran soal tahu yang tak perlu lagi dimasak (tenang, saya masih sehat walafiat dan belum masuk rumah sakit karena diare, kok). Saya sendiri pertamanya kaget melihat sensei itu mencomot langsung potongan tahu dan memakannya tanpa khawatir.

Yang jelas, makan makanan ini sama sekali tidak bikin penyakit.
Serius, saya jadi pengin bikin Hiyayakko lagi.

Friday, September 30, 2011

LIMA RIBU saja!

The day 1.

Ini hari pertama saya masuk ke kelas Simulasi Noryouku Shiken. Di hari pertama setiap peserta harus melakukan pendaftaran ulang disertai membayar uang simulasi sebesar 160.00 rupiah.

Karena jalanan macet, saya pun tergesa-gesa memarkir mobil di Plaza Senayan (yang astaganagakudalumping penuhnya nggak ketolongan), lalu berjalan melewati Ratu Plaza menuju Japan Foundation di seberang sana. Tak lupa saya menghubungi salah satu rekanan yang juga ikut kelas simulasi tersebut untuk menanyakan keberadaannya. Dia masih di tengah jalan. Setengah keringatan, saya tiba di Japan Foundation, untungnya masih tepat waktu.

Saya masuk ke ruangan itu, menuju meja pendaftaran ulang.

Dengan kerennya saya mengeluarkan foto, fotokopi KTP dan uang pendaftaran senilai 160.000 tadi…, dan disanalah saya baru sadar. Uang saya KURANG lima ribu saja! LIMA RIBU sodara-sodara!

Gila, betapa malunya saya.

Mau mengambil uang di mobil, tentu tidak mungkin karena Plaza Senayan ada di sana dan JF ada di sini (abaikan saja pola kalimat aneh ini, intinya letak mal itu masih lumayan jauh dari gedung JF). Lalu saya teringat dengan rekanan saya. Buru-buru saya SMS dia.

“Mir, kalo sudah sampai, tlg kasih tau aku. Aku butuh pinjaman dana.”

Hiks. Akhirnya saya pun menunggu kedatangannya di toilet.

Tak lama SMS datang. Dari rekanan yang mengatakan kalau dia sudah tiba di ruang pendaftaran. Dan, bahkan sudah melakukan daftar ulang.

Dengan malu-malu saya meminjam LIMA RIBU darinya dan segera melakukan ulang transaksi daftar ulang ( bukan typo) memalukan itu. Ehhh, di tengah rempongnya saya menyusrukkan barang (kwitasi dan tanda pengenal yang diberikan oleh panitia) ke dalam tas, tiba-tiba ponsel saya bordering kencang sekali.

“Hateshinai …. Bla bla (OST Pocari Sweat)”

Begitu saya melihat nomornya, rupanya teman saya yang duduk beberapa meter dari tempat saya berdiri itulah yang menelpon. *tepok jidat*

Tapi, berkat dia saya tidak jadi malu-maluin lagi karena insiden kurang LIMA RIBU itu.

Dan, meski agak letih, saya pun bisa mengikuti pelajaran simulasi malam itu (yang dimulai dengan moji goi alias latihan kosa kata dan kanji yang langsung bikin kepala saya serasa terkena penciutan dini).

Monday, September 26, 2011

Egois itu Rasa

Ada manusia yang tidak punya ego?

Coba seret orang itu pada saya.

Bagi saya, ego dan manusia itu sudah satu paket. Seperti super panas di macdonald. Atau seperti pasangan sendok dan garpu. Juga sumpit yang selalu ada dua. Ini tampak mulai ngelantur analogi, sih. Tapi, intinya seperti itu. Sulit dipisahkan. Karena entah dengan teknologi apa, ego itu seperti chip dalam diri manusia. Dia mengakar dengan luas dan membuat tandanya sendiri di sudut hati. Dan, dia mengendalikan hati.
Maka dengan bibit ego yang dipelihara, maka tumbuhlah ketidakpekaan dengan orang lain, hanya mencari keuntungan semata, tidak memikirkan perasaan orang lain. Hingga suatu ketika saat saya sedang berada di balik kemudi mobil dan melaju dalam kesendirian, saya mengambil kesimpulan, peliharalah ego, tapi jangan biarkan dia tumbuh subur.

Jika bertanya kenapa, jawabannya (mudah) menurut saya. Karena tanpa ego setitik, rusak susu sebelanga. Tanpa ego, manusia bisa memberikan dirinya untuk dikendalikan. Namun, terlalu subur ego, manusia telah menggali lubangnya sendiri untuk mati.
Saya menulis seperti ini setelah bertemu dengan dua orang yang memiliki kadar egoisitas di peringkat tertinggi deretan manusia dalam hidup saya. Tak perlu menyebut nama. Yang jelas, saya merasa sangat kecewa, tapi seperti orang dungu, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Jika sudah kecewa, saya yang cengeng bisa saja menangis (tapi itu dulu) atau langsung mengalami mood swing yang sangat drastis.

Tapi, manusia itu terus belajar.

Suatu saat saya berpikir dan menemukan sesuatu dalam kepala. Bahwa, melawan ego itu seperti mendapat ujian noryouku shaken tingkat 2. Sulit, tapi pasti bisa ditaklukan jika kita mengetahui caranya dan belajar.

Hmmm…, jika ada yang punya tips atau trik lainnya yang lebih baik, dengan senang hati silahkan berbagi. Tapi, dari sudut pandang dan pengamatan saya, hanya dua cara (saya baru menemukan itu) untuk mengatasi kejengkelan diri terhadap mahluk dengan egoisitas yang kadarnya agak tidak manusiawi.

Tulus atau mengandalkan kekuatan pikiran untuk mencari hal lucu.
Itu saja.
Jangan tanya betapa sulitnya. Bahkan sun go kong harus melewati banyak rintangan sebelum tiba untuk mengambil kitab suci. Tapi, begitulah hidup.

Wednesday, August 17, 2011

Indonesia, Happy Birthday To You!

Merdeka!
Itu kata-kata yang identik dengan masa ulang tahun Indonesia. Karena kata Merdeka, telah membawa Indonesia pada hari besarnya yang selalu berulang setiap tahun dan dirayakan oleh seluruh masyarakat. Karena Merdeka, merupakan kata yang secara resmi menjadi pengganti dari lahirnya Indonesia. Karena Merdeka dan 17 Agustus itu, satu kesatuan.

Dalam jangkauan luas, secara sejarah dan catatan-catatan yang terkandungnya, Indonesia dinyatakan telah merdeka begitu menang atas penjajah. Tapi, semakin sejarah tertinggal dan semakin jaman masuk pada era baru, ketika uraian secara luas berganti dengan semakin spesifik, maka merdeka itu tak lagi menjadi benar-benar berarti. Tak ingin mengkomentari yang lain. Cukup mengambil contoh dengan diri saya sendiri yang sejujurnya masih belum merdeka. Saya masih belum bisa bebas dari penjajahan rasa malas dan disiplin diri. Seolah niat sebesar gunung fuji pun tak bisa mengurung si rasa malas serta ketidakdisiplinan ini menjadi semut yang tak berdaya.

Jika begini, teriakan ingin merdeka di diri sendiri pun terasa sulit.

Namun, di hari bahagia bagi Indonesia ini, rasanya tak layak jika saya mengutak-atik kebahagiaannya. Sebagai salah satu warga Indonesia yang malas dan sulit berdisiplin ini, saya tetap berbangga dengan adanya kemerdekaan Indonesia. Seiring perjalanan Indonesia bertambah tua, unsur negatif dan positif akan tetap selalu mengiringi.

Dirgahayu Republik Indonesia~

ps : Maaf, tulisan ini agak kacau~~ xD

Monday, August 1, 2011

Hai, apa kabar?

Basa-basi?

Seringkali pernyataan basa-basi itu terlontar begitu saja, seolah menjadi santapan khas bagi para manusia untuk menyapa rekannya. Daripada tidak ada pembicaraan, lebih baik berbasa-basi. Begitulah kira-kira. Saya pribadi merupakan orang yang semacam itu. Seringkali menyuguhkan pernyataan atau pertanyaan basa-basi. Entahlah, saya bukan orang yang mudah menemukan kalimat menarik untuk memancing antusiasme lawan.

Namun, ternyata beberapa orang tak bisa melakukan basa-basi. Mereka cenderung mengatakan apa yang ingin dikatakan, dan mencari pertanyaan yang memang bisa berguna menggali informasi.

Apa pun itu, yang jelas batas untuk berbasa-basi bagi tiap orang, saya rasa pasti berbeda. Tak semuanya menerapkan titik basa-basi pada satu garis yang sama. Meski kecenderungan melontarkan pertanyaan yang sama membuat kita berpikir bahwa kalimat tersebut merupakan basa-basi belaka. Namun, siapa yang sangka jika memang dia berniat bertanya seperti itu tanpa bermaksud berbasa-basi.

Dan, seperti hal itu juga berlaku saat ini, tapi saya rasa terlalu miris jika dirasa ini hanyalah basa-basi karena saya memang benar-benar berniat mengucapkan selamat berpuasa kepada teman-teman yang menjalankannya. Happy fasting, guys ^^

Sunday, July 31, 2011

Ujian Kemampuan Bahasa Jepang 2011

Setelah melakukan simulasi, tentunya jangan lupa untuk mendaftarkan diri mengikuti Noryouku Shiken ini. Berikut saya luruskan berita dari Japan Foundation.

(NIHONGO NOURYOKU SHIKEN)
GELOMBANG KE-2 TAHUN 2011
-------------------------------------------------------------------


Ujian Kemampuan Bahasa Jepang telah dilaksanakan atas kerjasama The Japan Foundation dengan Japan Educational Exchange and Services sejak tahun 1984, sebagai suatu ujian untuk mengukur kemampuan bahasa Jepang orang yang tidak menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa ibu.
The Japan Foundation dan Japan Educational Exchange and Services telah merevisi isi dari UKBJ dan sistem ujian yang baru mulai dilaksanakan pada tahun 2010.

Dibandingkan dengan ujian sebelumnya, pada UKBJ dengan sistem yang baru ini terdapat beberapa poin revisi, yaitu antara lain :
1.Mengukur kemampuan komunikasi verbal untuk menyelesaikan soal
Selain pada pengetahuan mengenai bahasa Jepang, ujian ini secara bersamaan juga menekankan pada kemampuan bahasa Jepang yang dapat digunakan secara praktis.
2.Menambah level ujian dari 4 tingkatan menjadi 5 tingkatan
Level ujian ditambah dari 4 tingkatan menjadi 5 tingkatan

Berikut perbandingan level pada sistem ujian baru dengan ujian yang berlangsung sekarang.
N1 Dapat mengukur kemampuan sampai dengan level yang lebih tinggi dari ujian level 1 yang sekarang. Batas nilai kelulusannya kira-kira sama dengan ujian saat ini.
N2 Kira-kira berada pada level yang sama dengan ujian level 2 sekarang.
N3 Kira-kira berada di antara level 2 dan level 3 dari ujian yang sekarang. (baru)
N4 Kira-kira berada pada level yang sama dengan ujian level 3 sekarang.
N5 Kira-kira berada pada level yang sama dengan ujian level 4 sekarang.

Selain itu, mulai tahun 2010 UKBJ dengan system yang baru dilaksanakan 2 gelombang.
Di Indonesia, Ujian untuk gelombang ke-1 hanya dilaksanakan di Jakarta pada bulan Juli. Sedangkan, UKBJ Gelombang ke-2 akan dilaksanakan di 7 kota di Indonesia atas kerjasama The Japan Foundation dengan lembaga Perguruan Tinggi /Persatuan Alumni dari Jepang di wilayah bersangkutan.
---------------------------------------------------------------------------------------
Berikut ini adalah informasi Pelaksanaan UKBJ Gelombang ke-2
Tahun 2011 di Indonesia :
PELAKSANAAN UJIAN :
MINGGU, 4 Desember 2011

PENDAFTARAN UJIAN :
8 Agustus s/d 17 September 2011
(Kecuali : Tgl 29 Agustus s/d 3 September 2011 dan Hari Minggu)

PERSYARATAN PESERTA UJIAN :
1.Mendaftarkan diri dengan cara mengisi formulir pendaftaran dan menempelkan pasfoto uk. 3x4 cm (2 lembar) pada formulir tersebut.
2.Melunasi biaya formulir & biaya ujian.

DAFTAR PANITIA UJIAN :

Wilayah : Jabodetabek
Penyelenggara : PERSADA
Tempat: Universitas Darma Persada
Jl. Radin Inten II, Pondok Kelapa, Jakarta Timur
T 021-8647373 begin_of_the_skype_highlighting 021-8647373 end_of_the_skype_highlighting| F. 021-86900241

Wilayah : Jawa Barat
Penyelenggara: Universitas Padjadjaran
Tempat :Kampus UNPAD, Jatinangor
T 022-7796388 begin_of_the_skype_highlighting 022-7796388 end_of_the_skype_highlighting F. 022-7796388

Wilayah : Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta
Penyelengara : Universitas Gadjah Mada
Tempat : Kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta
T.0274-513096 F.0274-550451

Wilayah : Jawa Timur
Penyelenggara: Universitas Negeri Surabaya
Tempat: Kampus UNESA Lidah Wetan, Surabaya
T.031-7532809 F.031-7532809

Wilayah : Bali
Penyelenggara: Universitas Udayana
tempat : Jl. Nias No. 13, Sanglah, Denpasar
T. 0813-37724675 begin_of_the_skype_highlighting 0813-37724675 end_of_the_skype_highlighting F. 0361-249458

Wilayah : Sumatera Utara
Penyelenggara : Universitas Sumatera Utara
Tempat : Kampus USU
Jl. Universitas No. 19, Medan
T. 061-8223531 begin_of_the_skype_highlighting 061-8223531 end_of_the_skype_highlighting -

Wilayah : Sumatera Barat
Penyelenggara: Universitas Bung Hatta
Tempat: Jl. Sumatera, Ulak Karang, Padang
T. 0751-444660 begin_of_the_skype_highlighting 0751-444660 end_of_the_skype_highlighting F. 0751-7055475

Untuk informasi lebih rinci tentang pendaftaran ujian, silakan hubungi Panitia Ujian tersebut di atas atau kantor The Japan Foundation, Jakarta (Bagian Bahasa Jepang T. 021-5201266 begin_of_the_skype_highlighting 021-5201266 end_of_the_skype_highlighting).

sumber : Japan Foundation

Thursday, July 28, 2011

Simulasi JLPT tahun 2011

Kali ini saya cuma mau menyebarluaskan informasi saya bagi, mungkin, ada yang belum tau dan berniat untuk mengikuti Ujian Kemampuan Bahasa Jepang tahun 2011. Sistem baru yang masih membingungkan ini membuat saya juga ikut bingung. Katanya tiap tahun ujian diadakan dua kali dengan pembagian : bulan Juli khusus untuk N5 - N3, sementara bulan Desember khusus N2 dan N1 *yang entah butuh dukun apa untuk membuat saya bisa lulus* Tapi, ternyata yang benar, tahun ini JLPT diadakan sebanyak DUA KALI dengan perincian : KLOTER 1 dan KLOTER 2 adalah N5 - N1.

Dan, berikut dikutip dari situs Japan Foundation Jakarta sebuah simulasi sebelum menghadapi JLPT bulan Desember nanti.

The Japan Foundation, Jakarta akan membuka kelas Simulasi Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (UKBJ) untuk level N1, N2, N3, N4 dan N5. Simulasi ini dibuka dengan tujuan memberi kesempatan kepada calon peserta UKBJ untuk mengenal jenis-jenis soal tes serta berlatih mengerjakan soal-soal tes tersebut selama simulasi ini berlangsung.

1. SIMULASI UKBJ N1
Program Simulasi N1 dibuka 1 periode sebelum hari pelaksanaan UKBJ pada bulan Desember 2011. Simulasi disampaikan hanya dalam Bahasa Jepang oleh Penutur Asli Jepang.
2. SIMULASI UKBJ N2
Program Simulasi N2 dibuka 1 periode sebelum hari pelaksanaan UKBJ pada bulan Desember 2011. Simulasi disampaikan hanya dalam Bahasa Jepang oleh Penutur Asli Jepang.
3. SIMULASI UKBJ N3
Program Simulasi N3 dibuka 1 periode sebelum hari pelaksanaan UKBJ pada bulan Desember 2011.
4. SIMULASI UKBJ N4
Program Simulasi N4 dibuka 2 periode sebelum hari pelaksanaan UKBJ pada bulan Desember 2011.
5. SIMULASI UKBJ N5
Program Simulasi N5 dibuka 2 periode sebelum hari pelaksanaan UKBJ pada bulan Desember 2011.

PENDAFTARAN CALON PESERTA
Hari/Tanggal : Selasa, 19 Juli s/d Jum’at, 19 Agustus 2011 (hari libur, Sabtu & Minggu: TUTUP).
Waktu : Pk. 09:00 s/d 17:00.
Tempat : Summitmas I, lantai 3.
Biaya : Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah)*.

Keterangan: Pembayaran biaya pendaftaran bagi pendaftar On Line, dapat diwakilkan oleh orang lain atau dengan cara kolektif paling lambat tanggal 19 Agustus 2011.

Syarat Pendaftaran
1. Akan mengikuti Ujian Kemampuan Bahasa Jepang pada bulan Desember 2011.
2. Harus mendaftar di kelas yang sesuai dengan level UKBJ 2011 yang akan diikuti.
3. Melampirkan bukti kwitansi pendaftaran UKBJ 2011 (dapat menyusul paling lambat tanggal 19 Agustus 2011).
4. Mengisi formulir pendaftaran yang dapat diperoleh dengan cara:
- Mengambil langsung di meja resepsionis Ruang Pengajar Kursus The Japan Foundation, Jakarta.
- Mengunduh di website The Japan Foundation, Jakarta: www.jpf.or.id.

Keterangan: Tidak diadakan ujian masuk. Tetapi jika jumlah pendaftar simulasi masing-masing kelas melebihi quota siswa setiap kelas, maka peserta akan ditentukan melalui undian. Penentuan hasil undian dilakukan oleh The Japan Foundation, Jakarta.


JADWAL SIMULASI
Simulasi UKBJ N1 Selasa,18:30~20:00 |+ 30 peserta |mulai 27 Sep. | 8 x pertemuan
Simulasi UKBJ N2|Rabu,18:30~20:00 |+ 30peserta|mulai 28 Sep.| 8x pertemuan
Simulasi UKBJ N3|Kamis,18:30~20:00|+ 30peserta|mulai 29 Sep.| 8 x
pertemuan
Simulasi UKBJ N4|Selasa,18:30~20:00|+ 30peserta|mulai 20 Sep/1Nov| 4 x pertemuan
Simulasi UKBJ N5 |Kamis, 18:30~20:00|+ 30 peserta|mulai 22 Sep./3Nov| 4 x pertemuan

Calon peserta akan dinyatakan lulus menjadi peserta simulasi, jika memenuhi kriteria di bawah ini:
1. Mengembalikan formulir yang sudah diisi lengkap melalui:
- Mengirim e-mail ke mimi@jpf.or.idThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
- Menyerahkan langsung ke kantor The Japan Foundation, Jakarta.
2. Berhasil terpilih pada tahap undian.


BIAYA SIMULASI
Setiap peserta Simulasi UKBJ 2011 N1, N2 dan N3 dikenakan biaya sebesar Rp. 160.000,- (seratus enam puluh ribu rupiah). Sedangkan N4 dan N5 dikenakan biaya sebesar Rp. 80.000,- (delapan puluh ribu rupiah). Biaya tersebut dibayarkan pada hari pertama masuk kelas, setelah pengumuman pendaftar yang berhasil diterima sebagai peserta Simulasi UKBJ 2011.
Keterangan: tidak ada buku pegangan, lembar materi akan dibagikan di kelas.

Nama-nama peserta yang berhasil diterima sebagai peserta Simulasi UKBJ 2011 akan diumumkan serempak pada:
Hari/Tanggal : 22 Agustus 2011
Waktu : mulai pukul 14:00
Media :
1. Papan pengumuman The Japan Foundation, Jakarta,
Summitmas I, Lt. 3.
2. Website The Japan Foundation Jakarta: www.jpf.or.id.

Bagi peserta simulasi yang telah diterima, harap melengkapi dokumen di bawah ini pada hari pertama masuk Program Simulasi:
1. Fotokopi KTP/Paspor.
2. Pasfoto terakhir berukuran 3x4 sebanyak 2 lembar (peserta yang memakai jilbab/kacamata harap menyerahkan foto yang memakai jilbab/kacamata).

*Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdri. Mimi atau Sdr. Galih

di Bagian Bahasa The Japan Foundation, Jakarta. T.520-1266

Sekian.

Monday, July 25, 2011

Kisah Bogor, 24 Juli 2011

Hari itu Minggu. Dan, semua kejadian itu terjadi karena ini : http://thejuly24.com/

*silahkan dibuka jika berkenan, dijamin bikin iri*

Jadi, tanggal 24 Juli 2011 itu adalah hari pernikahan salah satu teman (x) kantor saya. Mulanya saya dan teman saya novie berniat untuk tidak berangkat dikarenakan tidak adanya kendaraan. Tetapi, memang rejekinya si pengantin, jadi ada saja jalan untuk berangkat ke sana. Meski saya harus mengendarai mobil yang lebih besar dibanding mobil yang biasa saya pegang. Bersama Vivi, berangkatlah kami bertiga ini menuju BOGOR. Perjalanan diiringi tawa, walau macet pun jadi tak terasa. Malah kami sempat berhenti untuk membeli kopi di rest area jalan tol. Tak peduli dengan gaun yang kami kenakan, yang penting kopi!

Setelah selesai mencari si sumber kafein demi mengganjal mata, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang ada di link tadi. Sedikit nyasar tak jadi persoalan. Sayangnya kami tiba di tempat saat acara sudah menjelang detik-detik akhir. Seluruh rekan (x) kantor bahkan sudah duduk-duduk santai, tampak siap untuk pulang namun enggan. Saat kami bertiga datang, langsung disambut dengan foto bersama. Namun, tak ingin melewatkan santapan, kami bertiga yang terlambat ini pun segera masuk ke ruang resepsi dan menghampiri pelaminan. Tibalah kami berhadapan dengan si pengantin yang terlihat bahagia. Berbalut kebaya cantik berwarna ungu tua, kami bertiga menyampaikan ucapan selamat (basa-basi :P) dan dilanjutkan dengan tahap paling sakral di atas pelaminan, yaitu..., foto bersama pengantin hohoho. Hikmah di balik datang terlambat adalah kami mendapat kehormatan untuk foto bersama pengantin secara eksklusif (eh..., atau terbalik, ya xD). Dan untungnya kami pun masih bisa menyantap makanan yang sudah nyaris berada di titik penghabisan. Setidaknya, kami bisa makan siang, itu saja.

Selesai acara, kami pun memutuskan untuk menyambangi beberapa tempat yang enak di Bogor. Maksud hati menghibur diri dari stres, dengan wisata ke Kebun Raya (masa bodoh dengan gaun), apa daya musibah pun datang.

Mobil yang saya bawa tiba-tiba mengeluarkan asap ngebul. Dan begitu mendadak, pendingin udara pun mengeluarkan hawa panas!

Panik- - - -

Untung, sebelumnya kami sempat janjian dengan dua orang teman : Mawan dan Tutu. Sebagai laki-laki satu-satunya yang hadir, kami memutuskan menjadikan Mawan sebagai tumbal untuk memeriksa apa yang terjadi dengan mesin. Jujur, saya buta total soal mesin. Kesimpulan pertama : air radioator kosong. Tetapi begitu diisi, ternyata luber. Lalu, datanglah teteh berbaju putih, Tutu, yang membawa fakta bahagia bahwa Ayahnya punya bengkel! Setelah sebelumnya menelpon Toyota yang tak bisa membantu, akhirnya Tutu pun bertransformasi menjadi Peta. Dia menunjukkan arah menuju bengkel Ayahnya. Sampai di sana, Avanza pun mendapatkan penanganan darurat. Diagnosa oleh sang ahli yang butuh waktu beberapa detik saja, menyatakan bahwa tali vanbel (atau gimana nulisnya) putus! *tepok jidat*

Tali itu harus dibeli di toko spare part dimana butuh waktu untuk mencarinya. Dengan belalang tempurnya, Mawan pun menawarkan diri. Tapi, saya maksa ikut. Akibatnya dengan gaun yang terkewer-kewer, saya duduk kaku di motor melintasi pasar. Agak aneh dengan pemandangan itu, tapi sudah tak peduli lagi. Saya pun sudah acak-acakkan. Apalagi Mawan pun juga tampak tergesa dikarenakan ada berita bahwa toko tersebut akan tutup pukul 4 sore. Sementara jarum jam terus bergerak, dan motor masih melaju di jalanan--mencari-cari si toko bernama Duta (sesuatu). Begitu tiba di tempat jarum jam menunjukkan pukul 4 lewat, dan..., toko masih buka! Senangnya....~~ Seperti mendapatkan bendera untuk bisa melanjutkan perjuangan, kami segera kembali ke bengkel. Begitu tiba di bengkel, betapa terkejutnya saya karena bengkel sudah ramai. Bukan, bukan pengunjung. Tapi, itu teman-teman dari mobil lain yang ternyata menghampiri mobil kami! Terharunya saya melihat teman-teman ada di sana~~~

Ternyata saya tidak kesusahan sendiri.

Akhirnya selama bapak mekanik mengerjakan tugasnya dengan baik, saya dan teman-teman yang lain bercanda ria. Ada, sih, satu dua kali celetukan kata "segmen" atau "jaga malam" tercetus dari bibir mereka. Jelas langsung mendapat sorakan. "Udah di Bogor, ngomonginnya masih kerjaan juga?!"

Singkat cerita, mobil pun selesai. Semua kembali normal. Pendingin udara. Temperatur. Ah~~ senangnya. Dan, semakin senang begitu tau ada dua pahlawan lain yang mau membantu kami para gadis yang lemah ini : Om Yudha dan Mas Ario yang bersedia bergantian menyetir untuk kami *makin terharu* Ditambah lagi sebelum perjalanan pulang itu, kami pun diajak makan di salah satu resto bernuansa alam, Gurih 7. Pssssttt~~ ditraktir! Yah, maklum~~ besok alias hari ini kan gajian xD

Perjalanan pulang memang lebih menyenangkan karena berisiknya. Sayang, macet luar biasa menyerang, hingga kami berisitirahat sejenak sambil meneguk kopi hangat (lagi). Tapi, sisanya ternyata tol masih bisa dikatakan lancar. Sampai akhirnya kami harus berpisah.

Ah~~ memang pengalaman itu, mulanya panik namun berujung pada ketenangan. Karena ada banyak orang di sekitar saya.

Terima kasih ya, teman-teman~~ ^^
Kita akan segera bertemu lagi di pernikahan selanjutnya xD *yang jelas bukan saya*



PS OOT : ada yang tau kenapa blog yang saya follow tiba-tiba hilang semuanya?? TT____TT

Tuesday, July 19, 2011

Rumput Tetangga Tidak Lebih Hijau??

Pepatah macam "rumput tetangga memang selalu terlihat hijau" sudah seringkali kita dengar. Pun, ditambah lagi sebuah produk rokok menggunakan tema tersebut untuk komersial mereka. Hanya berbeda penyusunan kalimat untuk tagline-nya. Namun, intinya tetap saja sama.

Ada yang tidak pernah berpikir bahwa rumput tetangga selalu terlihat hijau?

Saya (mungkin) salah satu yang paling sering berpikir demikian. Bukan hal mudah saat pikiran macam itu datang menghampiri. Saya harus kerja keras membuai diri sendiri dengan berbagai masukan positif yang mampu membuat saya bertahan. Entah sampai kapan. Saya tau pemikiran macam itu adalah salah, karena tidak seharusnya membiarkan "dia" berkeliaran di benak saya. Padahal, pikiran yang sudah terkontaminasi dengan bakteri negatif, akan merusak seluruh jaringan sel dan efek buruknya bisa merambat sampai kemana-mana. Dan pikiran merupakan sugesti yang paling kuat untuk menentukan apakah hidup seseorang akan berjalan baik atau sebaliknya. Namun, tetap saja terasa sulit dan seakan-akan butuh tenaga ekstra untuk menyembuhkan bakteri-bakteri pengganggu itu.

Ini bukan mengenai hal bersyukur atau tidak bahagia dengan diri sendiri. Saya pribadi lebih merasa karena terlalu banyak hal yang saya pikirkan sekaligus dalam satu wadah. Saya juga jadi berpikir, ah..., jadi di titik inilah saya merasa benar-benar hidup. Dan, hidup itu memang keras. Susah. Banyak pertimbangan yang bisa menyeret saya pada hal-hal yang sebenarnya tak ingin saya lakukan. Salah satunya pemikiran macam ini.

Serius. Saya bukan tidak bahagia. Justru saya bahagia dengan hidup saya.
Tapi, apakah ketika saya bahagia, orang lain di sekitar saya juga bahagia?
Saya rasa terlalu cepat jika mengatakan iya.


just a random words ^^

Thursday, July 7, 2011

Brand New Me

Oh, oke. Lihat sudah berapa lama saya meninggalkan rumah ini? Postingan bulan juni pun hanya berhasil menelurkan satu buah saja. Astaga~~

And, welcome my July.
Ini bulan baru. Kehidupan baru. Buat saya. Banyak yang sudah terjadi. Hingga sebenarnya saya tak tahu mau membicarakan apa di sini. Saya cuma berusaha mengisi kembali rumah yang sudah berdebu ini. Dan, mungkin ini akan menjadi salah satu postingan yang random buat saya.

Tapi, yang jelas, bulan ini benar-benar saya yang baru. Brand New Me, jika saya mau menamainya. Saya punya "title" baru. Saya punya "kerjaan" baru. Saya punya "hidup" baru. Menyenangkan? Saya harus berpikir demikian. Karena untuk meraihnya ada beberapa hal yang harus dikorbankan, ada beberapa hal yang harus diusahakan dengan sekeras mungkin.

Oh, beralih dari itu semua, saya punya tontonan K-Drama yang baru. Dan, drama ini bisa dibilang telah menghipnotis saya. Judulnya City Hunter. Ayo, siapa yang tidak kenal Lee Min Ho? Itu loh cowok yang main di BBF sebagai Jun Pyo yang tajir dan berambut keriwil. Si tampan yang berakting dengan baik di drama tersebut. Setelah Pasta, kini dia tampil lagi di City Hunter. Bedanya, K-Drama yang satu ini banyak menampilkan adegan action alias berkelahi karena bercerita mengenai seorang "city hunter" yang membasmi kejahatan dalam politik.

Saat ini, City Hunter sendiri masih dalam status airing di Korea. Tapi, serius. Buat saya drama ini bisa diibaratkan dengan air sungai yang diam-diam menghanyutkan. Sejauh episode yang sudah saya tonton (terakhir nonton episode 11, dan pada saat ini ditulis, episode yang tersedia baru sampai 12), saya benar-benar ingin nambah dan nambah.

Jadi, buat yang penasaran, bisa mencoba mengulik City Hunter di tukang DVD.

Oke. Cukup random hari ini~~ ^^

Monday, June 13, 2011

Pelajaran Baru

Oke. Katanya saya lulusan sastra Jepang. Tapi, serius untuk apa pun, bahasa Jepang saya masih jauh dari kata bisa. Ditambah lagi sejak masa kelulusan berlalu, tak satu kali pun saya bersinggungan dengan bahasa Negri Sakura tersebut. Saya merasa terlanjur basah tanpa guna yang berarti. Malah dengan semangat' 45, saya pribadi lebih cenderung banyak mendengarkan musik-musik Korean Pop. Meskipun hal itu tak membuat saya berubah menjadi orang yang mahir berbahasa Korea. Sama saja. Mau bahasa Korea atau bahasa Jepang. Bahkan bahasa Ibu sendiri masih compang-camping. Dan, tak jarang saya lupa mendeskripsikan sesuatu. Entah ini memang karena efek dari penyakit lupa saya, atau memang karena lalainya saya dalam menguasai bahasa.

Tapi, suatu ketika saya seperti tersadar oleh sesuatu. Waktu cuma jadi semacam barang yang saya letakkan di dalam laci tanpa saya manfaatkan dengan baik. Dan, ketika semua itu berlalu nyaris dua tahun, saya baru membukanya lagi. Lalu geleng-geleng kepala saja.

Apa yang sudah saya lakukan selama ini?

Bersenang-senang terlalu jauh dan tidak memikirkan apa manfaatnya? Terjebak dalam kamar penuh dengan lem yang membuat saya enggan beranjak? Astagaaaaa...

Saya pun memutuskan untuk bangkit. Meninggalkan kenyamanan dan berusaha menemukan kembali trigger yang memang bisa memacu saya untuk belajar. Saya mengais-ngais tong alasan kenapa saya bisa menyukai bahasa Jepang. Saya ingin mempertahankan itu. Setidaknya, kalau saya sudah basah kuyup, saya ingin ada makna yang berarti dari semua itu.

Berbekal alasan saja, saya pun memutuskan untuk kembali mempelajari bahasa Jepang. Tertatih-tatih, apalagi ingatan saya soal kanji sudah tak ada bekasnya satu pun. Serius, bahkan saya pernah lupa bentuk kanji yang paling mudah--kanji untuk kata 'saya'. Saya mulai lagi dari awal. Dari grammar yang juga saya lupa sama sekali.

Saya tau mungkin keputusan ini terlambat. Dan, apalah. Mungkin juga terkesan tidak penting atau apa pun. Tapi, hal ini setidaknya memberi pelajaran bagi saya. Bahwa harus selalu ada tindakan nyata dari sebuah keputusan. Walau kadang masih ada rasa malas yang membuat saya enggan belajar. Ditambah lagi urusan saya bukan saja sekedar belajar (lagi). Tapi, pada akhirnya saya memilih untuk mengambil langkah.

Tuesday, May 24, 2011

Mode : #eaaaaa

Jujur saja, saya ini pemalu. Terutama sama anak cowok. Pasti selalu jaga jarak. Karenanya saya terkesan cuek dan acuh. Maka itu, saya jauh dari yang namanya sifat semacam menggoda orang. Bukan berarti saya tak bisa bercanda, tetapi saya butuh survey partner saya lebih dalam. Jika tipikalnya memang suka bercanda, maka saya pun bisa meladeni. Jika tidak, saya pun canggung untuk bercanda. Hasilnya, memang saya menjadi sosok yang fleksibel tingkat tinggi. Tergantung bagaimana lawan bicara saya.

Kebetulan anak cowok di kantor saya, sebagian besar, memang pecinta canda. Tiada hari bagi mereka tanpa bercanda. Entah caranya apa, yang jelas semua itu tujuannya cuma satu : bercanda.

Lama-lama bergaul dengan manusia macam itu, saya pun mulai ikut arus.

Suatu hari, seorang teman cowok saya datang untuk membicarakan soal pekerjaan (materi). Saya meladeni sewajarnya seorang rekan kerja. Kami membahas singkat soal materi tersebut, sambil diselingi canda-canda ringan. Tapi, tiba-tiba mulut saya terasa pahit. Saya pun melontarkan pertanyaan yang menyimpang dari pekerjaan.

"Punya permen nggak?"

Orang itu menggeleng.
"Nggak. Emangnya gue warung?!" ledeknya dengan lagak sok-sok ketus.

Dan, entah kenapa tiba-tiba saya pun menimpali.
"Tapi, kalo nomor telpon punya kan?" kata saya.

Dan reaksinya langsung heboh. Dia tertawa.
#eaaaaa~~

Tuesday, May 17, 2011

Buy Tickets Online

Sporting events, theatrical performances, or whatever it is, of course be a separate entertainment that can get rid of stress after seven days of the week used to work. However, buying a ticket on the spot is not a good choice. Many risk. Maybe you run out of tickets or a seat with the best view is already booked out to others. As one of the performances are also in demand, Celtic Woman. Celtic Woman Tickets To obtain a price and the best place, you can use our service to book tickets in advance. This is clearly more secure because you will not risk running out of tickets.

Or maybe you're one fan of circus performances; you also can buy Ringling Brothers Circus Tickets through our site. But for you fans of the concert, do not forget to watch many great concert performances from some famous artists such as Britney Spears, Chicago Bulls, Sade, Josh Groban or Rihana, and several other artist by buying United Center Tickets. Then, who has become a huge fan of the famous serial Glee? By purchasing the Nassau Coliseum Tickets, you can select an existing schedule to watch a live performance Glee! Plus there are also some other options such as New Kids on The Block or Disney Live.

As for fans of Cirque de Soleil: Zarkana, you can order Radio City Music Hall Tickets through our site to watch these shows. We serve you to get an impressive entertainment so you will never regret for having missed so many interesting events.

Sunday, May 15, 2011

#NOMENTION #NOOFFENSE

Tanpa bermaksud menyindir, atau bahasa kicaunya adalah #nomention, kerap kali saya merasa bahwa manusia itu banyak juga yang masuk ke dalam tipe licik. Entah bagaimana bentuk dan cara-cara yang digunakan, yang jelas sekali dua kali dia bisa menghujam kita dari belakang. Oh, terlalu sadis. Baiklah. Paling tidak dia akan “meninggalkan” kita, untuk sesuatu yang berbau kebahagiaan dirinya. Hati-hatilah.

Itu fakta. Realitas.

Banyak joker di balik topeng badut yang berkeliaran. Menyelinap di dalam nama pertemanan atau kolega, meluncurkan racun, lalu blash, jika tidak hati-hati maka kita yang menjadi korbannya.

Jangan pikirkan hal besar semacam penipuan materi. Materi bisa dicari. Tapi, sakit hati tak ada obatnya. Sekaya apa pun, sakit hati cuma akan menjadi luka yang tak mampu diobati, bahkan operasi oleh dokter kelas dunia. Kecuali iklas. Berusaha untuk pasrah dan setelah kejadian penikaman itu, berpikir dua kali untuk berhubungan lebih jauh dengan orang macam itu. Mungkin cuma ini treatment yang paling baik.

Memaafkan, tentu saja, melupakan? Tunggu dulu.

Bagai jaringan sel tumor, setiap momen merupakan sel-sel yang akan terus menempel dan dibawa sampai mati. Jadi, untuk melupakan akan selalu sulit.
Tapi, diatas semua itu, ada satu yang saya percaya juga merupakan treatment yang baik.

Yaitu, menulis.

Sunday, May 8, 2011

Kisah Sangkala 9/10

Sekali lagi saya diberi kesempatan untuk menonton sebuah drama musical lain. Kali ini berjudul Sangkala 9/10. Sebuah kisah yang diangkat berdasar fakta dan realitas kehidupan masyarakat Tionghoa dan Betawi pada jaman VOC dahulu. Menceritakan bahwa kekejaman VOC yang ingin membumihanguskan kaum Tionghoa dengan membawa kaum Betawi untuk menjadi anak buah dalam menyerang kaum berkulit putih tersebut. Namun, dalam drama musical ini, tentunya sudah melalui proses yang namanya perkembangan sehingga ditambahkan unsure-unsur komedi dan percintaannya, supaya penonton tidak terlalu “berat” mengikuti kisah yang berlatar belakang sebuah sejarah Batavia.

Bertempat di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, drama musical Sangkala 9/10 dipentaskan sebanyak lima kali dalam waktu tiga hari berturut-turut. Produsernya adalah Maudy Koesnaidi dan pemainnya merupakan pemuda-pemudi dari Ikatan Abang None Jakarta. Jadi, secara inti, drama musical ini memang diangkat oleh perkumpulan tersebut.

Ah, ya, Sangkala 9/10 itu sendiri memiliki makna dimana pada masanya, kaum Tionghoa habis di tangan VOA ketika sang matahari senja sedang bergerak turun. Terjadi pada tanggal 9 bulan 10 di tahun 1740. Berkat itulah Betawi dan Tionghoa bersatu untuk menghancurkan VOC itu sendiri.

Drama musical ini memiliki beberapa nilai plus di mata saya.

1. Cerita yang diangkat merupakan kisah sejarah yang mungkin banyak dari kaum muda masa kini yang sudah lupa pada bagian kisah yang mengukir kehidupan sekarang.
2. Sangkala memiliki penataan panggung yang sangat indah. Setting tempat benar-benar dibuat dengan baik. Ditambah lagi beberapa settingan mengandalkan daya otomatis yang canggih.
3. Visual Efek yang disuguhkan mampu membuat saya berdecak kagum.
4. Sangkala menyajikan beberapa potongan kisah dari narasi melalui sebuah lukisan di atas pasir yang sangat membuat saya terpukau.
5. Wardrobe dan desain kostumnya sangat apik.
6. Beberapa kelucuannya cukup menghibur saya di kala itu.
7. Penataan musik dan harmonisasi yang baik, membuat saya terkesan ketika musik yang secara live itu dimainkan. Terdiri dari tiga jenis musik, betawi, cina dan belanda.
8. Lighting yang cantik dan tidak terlalu berlebihan sangat pas untuk mewarnai setiap scene yang ada.

Namun, sebagaimana keseimbangan, drama musical ini pun memiliki beberapa kekurang yang bagi saya cukup mengganggu.

1. Banyak dialog yang saya rasa tak terlalu penting. Atau dengan kata lain, jika dialog itu dihapus, tak akan banyak berpengaruh banyak pada cerita. Karena dialog ini maka saya merasa drama musical ini terlalu bertele-tele.
2. Ada cukup banyak dialog yang menggunakan bahasa lain, Belanda dan Mandarin, tapi tidak ada pengertian dari itu. Sehingga saya yang sedang menikmati cerita menjadi terganggu dengan tidak mengerti artinya.
3. Panggung di Teater Jakarta sangat luas. Sayang, para pemain nyaris tidak memanfaatkan itu. Kebanyakan adegan panjang justru menggunakan sisi pinggir panggung sehingga ketika menonton rasanya timpang.
4. Setting tempat yang apik rupanya tidak bisa dilakukan secara cekatan. Hal itu membuat penonton menunggu cukup lama untuk sebuah pergantian scene.
5. Untuk ukuran drama musical, Sangkala 9/10 cukup minim dalam hal musiknya. Dalam artian, tak banyak tari dan nyanyi yang mengisi di cerita Sangkala tersebut.


Secara keseluruhan saya rasa drama musical ini cukup baik. Dan, yang penting bisa menjadi jembatan bagi kaum muda yang tidak pernah tau tentang kisah kelam di masa penjajahan dulu. Setidaknya drama ini masih bisa mewakili dan mengangkat kejadian tersebut dalam bentuk yang jauh lebih sederhana ketimbang buku sejarah.

Itu menurut saya. Tapi, saya acungin jempol untuk para pemain yang sudah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyajikan drama musical yang menghabiskan waktu nyaris tiga jam setengah! Hahaha~~

Wednesday, May 4, 2011

Mi Instant Warung VS Mi Instant Rumahan

Untuk postingan kali ini, saya pengin membicarakan mengenai sebuah hal yang buat saya pribadi masih merupakan hal yang agak-agak gaib. Bukan ke arah mistis sih sebenarnya, cuma sampai sekarang pun saya nggak tau kenapa bisa begitu.

Jadi begini.
Pertama saya kan terkenal malas. Kalau sudah malas, tapi perut berontak minta diisi panganan, biasanya saya bakal berhadapan dengan pilihan memasak mi instant. Selain cepat dan mudah dalam menyajikannya, rasanya pun tiada duanya. Kalau nggak ingat efek sampingnya yang kurang bagus untuk tubuh, mungkin saya akan mengkonsumsi makanan itu setiap hari sampai mual sendiri.

Mi instant ini, meski rasanya lezat, ternyata punya perbedaan yang cukup signifikan dalam soal rasa, terutama disebabkan oleh faktor-faktor siapa yang memasaknya.

Kerap kali saya membuat mi instant yang rasanya mendekati pas-pasan, atau pernah juga rasanya bikin mual dan membuat saya memutuskan untuk nggak melahap habis satu bungkusnya itu. Tapi, begitu saya pergi ke warung-warung emperan yang menjual mi instant dan secangkir kopi hitam panas, rasa dari mi instant itu serasa berubah menjadi seperti mi buatan restoran kelas hotel lima. Nggak tau kenapa. Padahal dimasaknya pun menggunakan air dan segala perabotan yang sama dengan apa yang saya punya di rumah. Kelengkapan isinya pun terkadang sama dengan yang saya buat sendiri di rumah, telor, cabe dan potongan sayuran hijau yang segar.

Tapi, rasanya beda!

Itulah kenapa saya masih lebih suka mengeluarkan uang lima ribu untuk menjajal mi instant buatan warung ketimbang mengeluarkan uang dua ribu rupiah untuk membeli mi instant yang masih mentah.

Tapi, memang lebih baik jangan keseringan menyantap makanan yang satu ini, sih.

Monday, May 2, 2011

Pendidikan (Bukan) Sampah

Selamat hari pendidikan nasional.

Meresapi kata-kata pendidikan nasional, terkadang saya masih merasa miris dengan pendidikan di Indonesia. Selain kata mahal, entah kenapa banyak anak yang kurang—cenderung tidak, malah—menghargai makna dari pendidikan. Mungkin bagi mereka pendidikan hanya secuil harta yang bisa mereka beli dengan uang. Sehingga tak perlu bersusah payah untuk membuang-buang waktu terhadap satu hal bernama sekolah atau kuliah.

Jika mendengar adik saya bercerita mengenai teman-temannya yang tidak naik kelas, atau sama sekali tidak belajar dan seringkali mangkir dari jam belajar, kadang saya suka mencibir terhadap mereka. Kok ya enak banget bersikapnya? Masih bagus punya orangtua yang mampu membiayai pendidikan yang mahal, tapi mereka malah menyia-nyiakannya dengan memilih bersenang-senang dengan teman yang lain, ramai-ramai membolos, atau ramai-ramai membuat ulah. Seakan, tanpa melakukan hal-hal semacam itu, namanya tidak eksis sebagai seorang pelajar.

Memangnya sekolah mahal-mahal untuk berjuang mendapatkan eksis?

Okelah, jika eksis karena otak cemerlang, tapi tidak malukah jika eksis karena kasus berderet di dalam list buku?

Entah apa yang terjadi pada anak-anak sekolah jaman sekarang.

Sementara di belahan lain, banyak orang yang mengharapkan sekolah dan bisa duduk di bangku gedung yang nyaman untuk belajar, tetapi tidak bisa. Orangtua tak punya uang, gedung sekolah justru malah mau digusur tanpa kepedulian dari pemerintah setempat, atau persengketaan tanah bangunan gedung sekolah yang ujung-ujungnya diributkan karena masalah uang. Apalah arti semua itu?

Sekolah memang tidak menjamin masa depan seseorang untuk melanjutkan hidup. Tapi, setidaknya pantaslah kita yang mengenyam pendidikan hingga jauh sampai ke negri orang, untuk bersyukur bahwa kita masih bisa mengenyam ilmu dengan fasilitas yang lebih dari kata cukup.

Saya hanya berharap, hari pendidikan nasional ini bisa membuat para pelajar sedikit demi sedikit mulai menghargai arti sebuah pendidikan. Jika tidak, maka hancur sudah negri ini.

Wednesday, April 27, 2011

Ketiban PR Fun Blogger

Duh, sebenernya saya nggak tau kenapa si abang Ellious itu menghibahkan PR tentang penjelasan Fun Blogger menurut masing-masing orang. Hemmm..., soalnya saya nggak merasa masuk ke tipikal orang yang fun, sih. Fun kan berarti menyenangkan, bukan? Hehehehe~~ Yah, apa pun artinya saya merasa belum bisa memberikan pelayanan semacam fun itu bagi siapa pun yang membaca blog saya.

Tapi, berhubung sudah dilempar ke saya, ya, nggak ada salahnya juga saya coba ikut aturan main dari si abang Ellious.

Menjabarkan kata Fun Blogger.

Kalau diartikan secara kata per kata, tentunya artinya akan menjadi berbeda. Fun ; menyenangkan dan Blogger ; orang yang punya dan bermain blog.
Tapi, kalau dari sudut pandang saya, fun blogger bermakna dimana seorang blogger menulis dan bercerita dengan jujur dan apa adanya, tanpa suatu desakan eksternal apa pun (deadline atau uang). Ya, tapi balik lagi ke pembacanya. Bisa menikmati atau tidak, bukan prioritas dari si blogger. Yang jelas, ketika menulis, seorang blogger sedang berada dalam tahap ingin menulis lepas dengan hati yang senang.

Hemmm..., kira-kira begitulah menurut saya.

Singkat saja. Nggak perlu panjang-panjang.

Lalu, PR ini tidak saya hibahkan pada orang tertentu. Saya malah berharap semua orang yang mau komen di bawah postingan ini, rela ikut menyumbang satu dua patah kata untuk turut menjelaskan tentang makna fun blogger itu sendiri.

Selamat mencoba! *eh?*

Tuesday, April 26, 2011

All about sports betting

Today, many things become easier thanks to the internet. No need to waste more time, the sites of the Internet has a lot to provide services that can make life easier. Even for those who love the world of sports betting, we have provided several options to be a source of exploration for you. Perhaps indeed you are wanted to try their luck with the surf in cyberspace to make online sports betting. However, just like betting in general, through any online media, a sport betting has a few rules that you must understand it first. Especially for those who still said to be a beginner in the world of betting. This of course requires not only knowledge but also the courage to start. You can learn the knowledge slowly through the site that we have provided.

Not only specific to one type of sports, our site has set up some kind of sport that you can choose according to your preferences. Football, basketball, baseball, hockey and even had available to you. Having mastered the layout the way, you can easily direct choose one sport that you want to make bets. For example basketball betting.

In the end, if you indeed have a great interest in the world of sports betting, then you will become more proficient in it. Through the website we provide, you need not hesitate and worry about money fraud problem that you handed. However, all the luck it back to you. How can you see the chances?

Saturday, April 16, 2011

Potret Jalanan


"yang penting perut kenyang...."

Friday, April 15, 2011

Easy way to get education

Education is one of the most important thing and always be the top thing that must be considered by the government of a State. With the equitable education in every society, then the State will experience progress in terms of human resources. But at the present time more people thinking about how they can survive in the midst of the costs continue to rise sharply. When they finally chose to earn money by working, then it is time to get an education would be eliminated automatically. When the money and time come into a major problem barrier to good education, an online university is here to help advance the nation's intelligence then. Studying while online, time and money is no longer a problem for people who want to have a degree behind their name. With an affordable price and time can you set yourself, then no need to hesitate to engage them in this program with no having any meet and greet.

The program also provides many kinds, no less than the university in general, which requires students to come to campus, sit in class and listened quietly to teacher explaining the theory. One of the programs is about media broadcasting that provide many options you can choose yourself. Everything you can do your job even though time-consuming enough. And with an affordable price, you do not have to worry about thinking about the investment cost of education is troublesome.

Because this program has a high concern will need an equitable education in a society, we also provide the federal aid student college finder http://studentaid2.ed.gov/gotocollege/collegefinder/advanced_find.asp. That way, anyone else can feel the beauty of education and be able to achieve the same degree with an education that cost tens of millions of dollars.

Monday, April 11, 2011

Nasi Bungkus, Hujan Dan Orang

Hujan akhirnya menggujur kota Jakarta di siang harinya, setelah sekian saat hanya memajang mendung pada etalase langit. Saya bergerak menuju kantor. Merasa sangat beruntung karena ada pinky yang menemani sehingga saya tidak kebasahan. Macet tak menjadi masalah yang berarti. Bahkan menjadi satu titik penyentak nadi, ketika kemacetan membuat pinky tersendat di perempatan lampu merah Radio Dalam.

Di sudut pinggiran, tepatnya di depan sebuah salon yang entah apa namanya, dekat tiang listrik, mata saya terpaku pada dua orang--bapak dan anak, yang sedang asik berjongkok. Dengan tubuh hitam terbakar matahari, pakaian kumal dan ditemani rintikan hujan yang mulai berubah menjadi fase gerimis, mereka asik menyantap nasi bungkus berdua dalam keberbagian. Tak peduli pada ramainya jalanan akan kendaraan yang memuntahkan polusi, tak peduli pada gerimis yang pasti akan ikut bercampur pada makanan itu, apalagi soal apakah tangan mereka telah bersih sehingga layak untuk menciduk tiap kepalan nasi ke dalam mulut mereka.

Yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana perut mereka bisa terisi dengan nasi--mungkin.

Peristiwa itu langsung membuat saya terenyak. Pinggir jalan, pun tanpa alas, mereka jadikan restoran pribadi.

Saya lantas ingat, seringkali adanya saya merasa tak pernah puas dengan makan yang "hanya itu saja". Atau mungkin, seringkali didera ngidam yang luar biasa untuk mencicipi makanan berharga puluhan ribu. Sementara bapak dan anak itu, saya lihat dari mobil, hanya menyantap nasi bungkus biasa. Pun harus berbagi.

Sebenarnya saya sempat mengabadikannya melalui ponsel, tetapi belum ada kesempatan untuk menguploadnya karena keburu ingin memposting kisah ini di blog.

Dan, melalui satu gambaran tersebut, saya berharap itulah teguran untuk saya bahwa saya masih harus lebih banyak bersyukur dengan kehidupan hingga titik ini.