Sunday, January 15, 2012

Menghargai Orang Lain

Manusia itu memang banyak tipenya. Dengan catatan sebagai mahluk sosial, manusia tentu tidak bisa bergerak sendiri. Setiap orang pasti saling membutuhkan, itulah kenapa sejak jaman masih berseragam putih merah, kita sudah diajarkan untuk saling tolong-menolong. Sayangnya, banyak yang tak paham dengan arti tolong-menolong dan bersikap seolah-olah hanya dialah yang menjadi objek utama dalam tolong-menolong itu. Dia lupa, bahwa setiap manusia punya urusan, masalah, kegiatan, pikiran dan tenaga masing-masing. Dia dan kita tidak sepantasnya memaksakan kebutuhan pribadi di atas akses tolong-menolong itu sendiri.

Salah satu member Zonk Sister, Kuntari, melalui akun twitternya mengatakan :
Tapi membantu adl berusaha memberi pertolongan semampu kita, bukan membantu sampai keinginan org lain tercapai, spti harapannya.
https://twitter.com/#!/niratisaya

Saya sangat setuju sekali dengan kalimat itu. Sedikit banyak menghentakkan saya pada satu peristiwa dimana seseorang pernah memanfaatkan "bantuan" yang pernah saya janjikan padanya, dengan bersikap seenaknya. Saya kerap kali bertanya, dimana pergerakkannya selain hanya menyerang saya bertubi-tubi dengan "kalimat"? Terkadang saya menyayangkannya saja. Padahal dengan beberapa usaha kecil yang bisa dilakukan, tentu bantuan atau apa pun itu, akan menjadi lebih menyenangkan. Kita tidak saling merugikan juga. Dan tidak akan ada satu pihak yang merasa terbebani. Saya melakukan porsi saya, sementara dia juga melakukan porsinya. Adil, bukan?

Tolong jangan salah paham. Bantuan itu bukan berarti dilakukan dengan setengah iklas, atau tidak iklas. Tapi, lagi-lagi saya harus katakan bahwa ada batasan bernama privasi yang dimiliki setiap orang dan menjadi hak asasinya. Kita tidak hanya hidup untuk dan karena orang lain, tapi juga diri sendiri. Hal ini saya katakan dengan sebuah catatan situasi dimana seseorang itu berada. Dalam artian, pada situasi tertentu, dimana memang tidak ada satu cara lain yang bisa seseorang lakukan untuk menggapai harapannya, barulah kita turun tangan sepenuhnya.

14 comments:

yanuar catur rastafara said...

lepas dari ikhlaaas atau tdk iklas..
ehmm...sering bantu yg stengah2 sih..hehehe..
kalau bantu semuanya berati nyuruh kerja donk..hehehe

Aulawi Ahmad said...

menolong atau membantu itu sebenarnya dalah suatu perbuatan spontan artinya memang bener2 suaut wujud keikhlasan, n aku setuju jika orang lain yg kita bantu harus jg bisa menerima apa adanya dari bentuk bantuan yg kita berikan :)

Syifa Azz said...

tapi kalo kita mampu bantu semuanya gimana kak? hee
totally i agree with u.. makanya sekarang aku sedang berusaha untuk tidak dulu meminta bantuan orang lain sebelum mentok-tok-tok. selagi aku bisa melakukannya sendiri, why not..

dwi wahyu arif nugroho said...

hmm
*merenung* :D

mcy--> said...

iya memang kadang ada orang yg terlalu mengandalkan orang lain, padahal manusia kan bisa juga mengecewakan ...

lagi belajar aja said...

belajar menghargai orang lain itu sangatlah penting.

baru belajar blogging said...

Ikhlas atau tidaknya seseorang untuk membantu kita bukan terletak dari besar atau kecilnya bantuan yang dia berikan..tapi akan terlihat jelas pada cara dia membantu kita..

vie_three said...

bener, kadang aku juga udah sepenuhnya membantu tp yg ada rasanya gak ikhlas ketika kita butuh bantuan dan ternyata nothing. hmmm......

Una said...

Hihihi yang penting membantu dengan ikhlas aja :D

Ra-kun lari-laRIAN said...

setuju. say juga sering kecewa mendapati orang yang terlalu bergantung pada bantuan orang lain tanpa berusaha sendiri. atau menuntut orang lain untuk membantu sampai ia merasa puas. padahal orang yang mau membantu kan punya keterbatasannya juga.

Ellious Grinsant said...

mpok, tumben tulisanmu kali ini agak berat, hihihhi...

princexeno said...

Wew, aku suka postingan ini. :)

Ikhlas itu memang bukan cuma untuk yang memberi, tapi juga untuk yang meminta.

obat herbal kanker prostat said...

mantap. artikelyg menarik dan berguna untuk disimak.

xamthone plus said...

nice info gan..