Sunday, July 11, 2010

Orang Lain Sebagai Cerminan

Kita tidak pernah tahu apa rencana Tuhan. Dia membumbukan serbuk bernama rahasia ke dalam setiap hasil karyaNya yang ramuannya hanya Dia yang tahu. Sementara kita sebagai manusia hanya bisa berusaha sebatas kemampuan saja, memanfaatkan segala kekurangan dan kelebihan yang telah dianugerahkan. Semuanya, kembali kepada kuasa Tuhan itu sendiri.

Dan, semua itu bisa saya lihat melalui sebuah keluarga kecil kenalan orangtua saya.

Mereka hanyalah keluarga kecil. Sang suami pandai bermain piano, sementara istrinya memiliki suara yang sangat merdu. Pas sekali. Dengan seorang anak yang baru berusia kira-kira baru menginjak beberapa bulan. Atau mungkin sudah setahun. Tapi, dibalik itu semua, mereka adalah penyandang cacat--tuna netra. Ya, pasangan suami istri itu tidak bisa melihat. Sementara anak mereka, meski normal atau bisa melihat, tetapi memiliki sedikit kekurangan di bagian tubuhnya. Bagian tangan kanan balita lucu berkulit putih itu ternyata mengalami bengkok tulang. Semua keadaan itu masih ditambah dengan kondisi ekonomi yang tak terlalu memadai mengingat mereka penyandang cacat dimana tak banyak penyandang cacat yang bisa bekerja selayaknya orang normal.

Pernah mama saya mencoba bertanya, 'anaknya dikasih makan apa?' lalu orang itu hanya menjawab, 'dengan orak-arik telur yang saya buat. Tapi itu pun anak saya nggak mau makan. Katanya nggak enak'.

Miris sekali mendengar ceritanya.

Rumah mereka yang sekarang masih mengontrak. Tetapi, sudah habis masa kontraknya dan akan segera keluar dari sana. Mau tak mau mereka pun sudah menyiapkan rumah. Dengan dana seadanya ditambah hasil pinjaman sana-sini, mereka akhirnya bisa membangun rumah di atas tanah yang diberikan orangtua mereka. Bukan di kawasan perumahan yang nyaman. Hanya di sebuah gang kecil, yang suasananya tak senyaman di kompleks, ditambah lagi rumahnya pun harus berdempetan dengan rumah yang lain. Kecil dan hanya beratapkan asbes. Bukan lingkungan yang sangat baik untuk perkembangan seorang anak kecil. Begitulah menurut saya.

Tapi, di balik segala kekurangannya itu, kedua suami istri ini masih sangat aktif untuk beberapa kegiatan gereja dan terutama dalam hal bermusik. Hanya dengan modal musik itulah, mereka berjuang keras, untuk mendapat sedikit penghasilan yang bisa digunakan sebagai penunjang kehidupan rumah tangga kecil itu.

Meski tak bisa melihat, mereka masih mengandalkan angkutan umum untuk 'mobile' dan tak tergantung pada siapapun. Mereka juga masih mau berusaha untuk mendapatkan sedikit uang. Ditambah lagi, mereka masih mau membantu tanpa dibayar ketika mama saya meminta bantuan kemampuan memainkan tuts-tuts piano dari tangan si kepala rumah tangga itu untuk mengiringi koor di gereja.

Ah~ semangat seperti itu terkadang tidak pernah ada di dalam diri kita yang normal. Tuhan sudah memberi segala kemudahan dalam panca indera, tetapi karena kita 'memiliki' maka seringkali kita tidak memanfaatkannya dengan maksimal. Saya tak menyindir siapa pun, justru diri saya sendiri masih seringkali seperti itu. Hanya saja, melalui kenyataan yang ada di hadapan saya, melalui orang-orang tadi sebagai salah satunya, saya merasa malu. Mereka yang kekurangan bisa bersyukur dan kerap kali mengatakan 'Puji Tuhan' tetapi saya yang 'memiliki semuanya' terkadang lupa dengan dua kata tadi.

24 comments:

catatan kecilku said...

Hidup ini sebenarnya adalah tempat pembelajaran yang tiada bandingnya.
Jika kita mau membuka mata dan hati, maka akan banyak pelajaran berharga akan kita dapatkan.
Nice post....

the others... said...

Kisah yang menginspirasi mbak... Thanks for sharing...

Sang Cerpenis bercerita said...

tul, kita seringkali lupa....kalo kita jauh lebih beruntung dari mereka. kita suka mengeluh dan malas melayani Dia.

Winny Widyawati said...

Setiap yang terjadi di sekeliling kita akan menjadi pembelajaran berharga bagi orang2 yang lembut hatinya utk menerima ingatan Tuhan.
Beruntungnya mb.Clara mau "belajar" :)

windflowers said...

mmhh...thanks for share...membuatku semakin harus bersyukur dan bersyukur...have a great day clara...^_^

riesta said...

makasih ya Clar udah diingatkan....

elok langita said...

di balik kesulitan pasti ada keberkahan..

:D

Aulawi Ahmad said...

selalu melihat kebawah agar kita senantiasa bersyukur dgn apa yg kita punyai tidak dimiliki oleh org lain :)

Wibisono Arisan Blackberry said...

Orang lain biasanya bisa melihat sikap ataupun bicara kita yang salah dan terkadang menyinggung hati orang itu. oleh karena itu kita di tegur dan kita harus intropeksi apa yang harus di perbaiki.semoga sukses selalu dan saya tunggu kunjungan anda di website saya.thx

agoez said...

Selalu Keren Tulisannya......Dan Menjadi Cerminan Buat Semua Orang

Freya said...

kelara...ane jadi pen nangis bacanya. huweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee....sedih bangeeeeeeeeeeeet.

catatan kecilku said...

Mampir lagi....

senja said...

kita bisa belajar dari berbagai kehidupan orang lain,tentu saja untuk pembelajaran yg baik.

clara ....

apa kabar ?
selamat malam dan met istirahat ya clar ^^

anyindia said...

iya kita harus tak hentinya belajar dari orang disekitar ;)

dwi wahyu arif nugroho said...

Smangat claraaa...
ayuk bercermin :D

Zulfadhli's Family said...

Memang kita seringkali melihat ke 'atas', dan jadinya lupa bersyukur.

Semoga kita bisa menjadi orang2 yang pandai bersyukur atas nikmat Tuhan yang diberikan, sekecil apapun :-)

rosanakmami said...

hmmmm
jadi mikir abis baca ini, kayaknya gitu ya
kadang kita yang "sempurna" malah kurang dalam hal2 seperti ini..
malah kadang sibuk mengeluh dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang menurut kita memiliki fisik yang lebih baik, astagaa...

nice share, clara..
thanks ya.. :)

selamat hari selasa, clar..
semoga hari ini menyenangkan :D

catatan kecilku said...

Selamat malam... selamat beristirahat.

Naila said...

hemmm, aku selalu terharu ketika membaca cerita2 seperti ini,
semoga kita bisa belajar dan bercermin dari mereka,
aku ijin follow ya,,,

siroel said...

luar biasa...
hebat sekali keluarga itu...

CORETAN HIDUPKU said...

Bersyukur adalah kunci untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. jika rasa syukur ini telah hilang dari diri kita, alamat keberkahan itu takkan mau datang lagi.

Nostalgia Era80-90 said...

trims buat sharingnya.. sebenarnya pada dasarnya hidup itu indah, tergantung dari sudut mana kita memandang. salam kenal ya.. :)

Ayas Tasli Wiguna said...

nice... aku jadi berpikir lagi ni supaya tidak terlalu banyak menuntut dan bersyukur.. d'masiv bener ternyata..

Elsa said...

hhm, iya ya..
sering sekali kita lupa bersyukur...