Sunday, October 17, 2010

Hi, Where Are You? Here, On Twitter.

Sudahkah Anda meng-update status hari ini?




Belakangan ini, entah kenapa jejaring sosial semakin marak saja. Friendster (yang sudah mulai ditinggalkan), Facebook, tumblr., dan yang sekarang pun heboh, Twitter. Jejaring sosial yang mengandalkan lambang burung biru ini ternyata menjadi sangat mewabah selayaknya virus yang menyerang ke semua kalangan, meski ada 1 : 1000 yang mungkin tidak memiliki akun di Twitter. Hanya dengan 140 kata, kita bisa bebas mengekspresikan perasaan, berbagi informasi atau bahkan menyampah yang tidak penting, hanya untuk sekedar eksis atau terlihat 'ada'.

Berbondong-bondong orang akan mencari follower sekaligus mem-following siapa pun melalui media dunia virtual. Bahkan bagi orang-orang pecinta dunia foto (kalau tak ingin dikatakan narsis), dengan sangat mudah mereka bisa memajang foto hasil jepretan saat itu kepada ribuan orang--tergantung berapa jumlah followers-nya. Hanya hitungan detik dan, tara~ semua pun bisa tau keberadaan, kondisi, perasaan, lokasi dan segala hal yang berhubungan dengan pribadi.

Kiprah jejaring sosial Twitter rupanya telah membuat sebagian besar masyarakat seperti sedang mencandu. Jalan ke sebuah tempat, laporan. Lagi sedih, laporan. Lagi pengin gila, laporan. Dan, mungkin lagi cari jodoh pun, laporan (hehehehe~). Rasanya tangan ini dilatih untuk tetap berjabatan dengan si tuit ini. Ponsel seperti sudah dipasang rantai dengan tangan, seperti borgol. Jika sehari saja tidak menuliskan status, mungkin rasanya seperti seharian tidak minum air putih #lebay~~

Bagi saya, kondisi seperti ini seperti menggambarkan bahwa kita hidup dalam Twitter. Dan, tak apa juga jika saya katakan "ya, saya ada di Twitter" seperti judul di atas.

Lalu salahkah jika kita mengandalkan dan hidup di Twitter??

Saya pribadi tidak pernah memandang jejaring sosial sebagai wadah yang merugikan. Yah, katakan saja seperti yin dan yang bahwa setiap hal pasti ada baik dan buruk, untung dan rugi. Tentu saya tidak membela Twitter. Tapi, tak saya pungkiri bahwa banyak informasi yang bisa saya peroleh dari jejaring yang satu ini. Informasi yang simpel, padat dan jelas karena hanya memuat 140 kata sehingga setiap orang akan dipaksa berpikir untuk memakai kata yang singkat tapi bermakna.

Melalui kotak 140 kata ini juga, saya bisa tetap berinteraksi dengan teman-teman tanpa dituntut harus me-reply dengan cepat. Apalagi koneksi Twitter sudah bisa menggunakan beberapa media seperti Echofon (yang saya pakai di komputer rumah), TweetDeck, dan media lainnya yang jauh lebih ringan daripada harus melalui web asli. Sehingga hal seperti ini cukup memudahkan orang yang mendapat siksaan dari koneksi internet yang mungkin lambat.

Sayangnya, terkadang Twitter membuat orang tidak peduli dengan sekitar. Terkadang juga dinilai seperti membuang-buang waktu atau tidak ada kerjaan karena harus "laporan" itu tadi. "Buat apa punya twitter?" Mungkin akan banyak yang berpikir seperti itu.

Sementara saya sendiri, merasa cukup berguna bisa mengandalkan Twitter, bagaimana dengan teman-teman yang juga mempunya akun Twitter?
Masalah untung dan rugi, saya rasa semuanya kembali pada diri masing-masing. Bagaimana 'dia' memanfaatkan 'hal' itu sehingga tidak menjadi sia-sia. Dan, yang terakhir, jangan lupa follow saya : @kura_jjang xDD *tetep promosiiiiii~*


NOTE : picture taken from Mau Russo Design

22 comments:

Senja said...

sayang akun twitter saya sdh dihapus :(

apa kabar clara ?

Aulawi Ahmad said...

semua memang kembali ke pribadi masing2 :) jgn lupa follow aku juga hehehe

bolang said...

salam kenal buat pemilik blog saya juga senang denga twitter langsung saya add ya akunya

kesehaRian Ra-Kun said...

saya jarang ngetwit, lebih suka blog sih :)

bandit™perantau said...

hehehe...
Tapi sejak nge twit saya jadi jarang mosting di blog lho./... hahaha

-Gek- said...

wah, akyu ga niat buat twitter. FB saja sudah membuat heboh.. kwkkwkw

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, saya malah lupa dg password twitter saya.

joe said...

tweet ku dah lama gak aku tengok...

Elsa said...

aku gak punya FB
apalagi Twitter.
hehehe

oh ya, lagu di blogku itu lagunya YIRUMA, seorang pianist KOREA lhoooo....
coba googling aja YIRUMA gitu.
favoritku yang judulnya KISS THE RAIN
coba dengerin, pasti jatuh cinta juga

di youtube banyak tuh

four dreams said...

follow aku dong :) @shudaiajlani

Jazz Muhammad said...

hahaha ujung2nya narsis, Teh... hehe aku pusing ama twitter?*&$!^&

Elsa said...

kalo yang di blogku...
seingetku judulnya Spring Time

hm... apa ya...
pokoknya ada spring-springnya gitu deh
hehehehee

jhoni said...

wah kalo saya punya akun di twitter, cuma jarang up date.......yg di FB juga udah mulai jarang eheheheheh..........tapi seneng aja kadang baca status temen yg aneh.....jadi tergelitik buat ikut komen........

yah semua ada baik dan buruknya tergantung kita saja yg menyikapi......tul gak non!!!

dwi wahyu arif nugroho said...

hadeh, jarang twiteran juga ni :D

catatan kecilku said...

Wah twitterku tidak terlalu aktif nih... sama spt FBku yg udah beberapa minggu ini terbengkalai... hehehe

the others.... said...

Hmmmm..., aku udah follow kan..? ^_^

Cloud said...

haha.. iya klo saya mungkin twitter sebagai tempat kedua aja.. yang pertama Plurk.. :D

English Department Student Association (EDSA) Andalas University said...

greeting :)

Nyun-nyuN said...

wah mba, aku jarang ngetwit, semua emang ada untung ruginya, alangkah baiknya jika mencari yang untung saja hehehe, twit twit :P

Cermin Community said...

kami belum pakai twiter, kawan

Zulfadhli's Family said...

Apa kabar Mba? Maap baru mampir kesini lagi. Abis mudik kena virus males ngeblog. Jadi ampir sebulan dah ga apdet blog & bewe :-(

Hihihi, gw mah ga punya akun friendster & twitter. Ndeso boooo

ario saja said...

semua teknologi yang digunakan secara bijak maka hasilnya akan bagus