Tuesday, January 25, 2011

Berapa banyak kamu punya tas di rumah?
Hmmm..., dua? tiga? Ah, pasti kalau mengaku kaum hawa, tentunya memiliki jumlah tas yang tak sedikit.
Saya sendiri juga punya tas lebih dari dua. Entah tas yang saya beli dari sebuah distri atau butik, mall, bahkan tas gratisan yang biasa digunakan untuk membungkus yang namanya goodie bag. Tau kan tas yang terlihat polos dengan warna sederhana dan ada logo sebuah brand di sana. Lantas bagaimana mengurus tas sebanyak itu? Apa setiap hari perlu berganti tas dan di-matching-kan dengan apa yang sedang kamu kenakan saat itu? Mungkin sebagian akan ada yang berkata hal itu terlalu berlebihan, atau justru sebaliknya, sangat pro karena mengasung prinsip bahwa tas merupakan bagian dari fashion yang harus sesuai dengan yang lain. Lalu, bagaimana mengurusnya?
Beberapa hari yang lalu, saya membongkar kamar dan lemari. Wow, ternyata tas yang bahkan dari jama saya masuk sekolah menengah atas, hingga kini, masih tersimpan (setengah) rapi di lemari kamar. Yang terpaksa saya lakukan pun adalah memilahnya mana yang masih ingin saya pakai dan mana yang rasanya sudah nggak up to date lagi. Pada akhirnya tas yang saya sisihkan harus menerima nasibnya masuk ke dalam kantong plastik dan tersimpan di gudang. Kasihan. Sayang.
Saya kemudian berpikir bagaimana jika tas itu punya perasaan dan bisa bicara?
Mungkinkah dia akan protes?
Mungkinkah dia menangis?
Mungkinkah dia sedih karena tak digunakan lagi?
Banyak kenangan, hari-hari dimana saya dan tas itu lalui bersama. Oke, lebay. Tapi, ketika saya masuk sekolah, dia ada. Ketika saya jalan, dia membantu saya menjadi wadah dari alat-alat saya, dia menemani saya berkotor-kotor ria di bus. Ya, hanya sebuah tas, tapi tanpa benda yang mendukung kita itu, bagaimana kita bepergian? Apa kamu mau menenteng semua barang bawaanmu dalam genggaman tangan? Repot, takut maling, dan sebagai macamnya.
Jadi bergunakah dia?
Ya, bagi saya.

Hidup ini mungkin seperti tas.
Ketika kamu ingin menggunakan seseorang, maka kamu gunakan. Ketika akhirnya sudah merasa enggan, maka diam-diam kamu mencari yang baru.
Kenapa-nya mungkin bukan pertanyaan yang pas untuk dijawab.
Tapi, seberapa bergunakah kamu untuk orang itu, mungkin itu yang harus dicari jawabannya.

16 comments:

Lisna Lina "Lily" Simangunsong said...

nice post...:D

Jadilah yang terbaik.

Tuhan memberkati ya say...

JHONI said...

wah saya cuma punya satu tas clay......yg selalu saya gendong kalo kerja.....biasanya kalo rusak baru deh saya ganti hehehehehe........

catatan kecilku said...

Aku emang punya beberapa tas sih... :)

place to study said...

Shasa juga punya tas sekolah lebih dari 1 kok tante... hehehe

albertus goentoer tjahjadi said...

sip mbak... kalimat terakhir itu menjadi pertanyaan yang sangat penting... thanks ya...

Inge / CyberDreamer said...

yup, kadang walau nggak enak juga ketika merasa di hubungi hanya karena membutuhkan... tapi setidaknya itu menunjukkan bahwa kita masih berguna bagi orang lain. Ya kan Clar? he he

NINDAAA said...

aduh direcycle biar butuh lagi... hehe mbak kok rasanya sedih ya baca posting mbak kuya yang ini. penulisnya lagi feeling blue?

IbuDini said...

Saya tidak termasuk wanita yang suka membeli tas lebih dari 2...
Dan alhamdullilah pas tas kerja saya sudah hampir rusak saya baru hunting mau beli tas baru...ehh ada aja rejeki, pas lebaran tahun kemarin dapat kiriman tas dari temen ...

Henny Yarica said...

tasku cuma ada 3, kalo yg lama udah ditinggal di rumah orang tua. lagian nggak pernah dipake lagi.
kalo untuk 3 tas ini, dirawat baik-baik. hehehe

Henny Yarica said...

oh iya clara..link just me, my self and i diganti aja ke lovemyjourney ya. isinya sama aja kok.. cuma ganti link doang :)

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, jgn dong menyamakan orang lain spt tas. hehee..
saya juga suka beli tas. biasanya kalo udah gak suka ya saya kasih orang. Mungkin tas yg udah gak mau dipakai lagi bisa kamu sumbangkan ke orang lain, clara.

miwwa said...

tas saya cuma tiga, satu ransel gede kalo kuliah bawa banyak buku dan laptop, satu tas selempang biasa, dan satu tas buat jalan. kalo udah rusak baru beli lagi. kalo beli ga kepake dimarahin mama. hehe

Andri Edisi Terbatas said...

nice post...

Mawan'z said...

Blog Walking.. ^o^

Willyo Alsyah P. Isman said...

betul juga ... bagi sebagian org...manusia tak ubahnya sebuah tas.. jika sudah usang maka dibuang n ganti yg baru.

Ellious Grinsant said...

hahaha... tas punya 2 dan itupun modelnya yang bener-bener tak akan lekang dimakan waktu, wuakakakak... lebay.