Thursday, January 15, 2009

Untuk Kawanku...

Hi, kawan...

Telah lama ada sesuatu yang terasa hilang. Ketika satu pagi kembali berganti, kamulah sang malam yang hilang. Apakah kamu tau saya masih berdiri di tempat, diam bagai bayang panjang berwarna gelap yang biasa terabaikan. Bahkan ketika kamu menundukkan kepalamu, kamu tidak akan pernah tau kalau saya ada begitu dekat denganmu. Begitulah kawan, saat sebuah matahari telah kamu rengkuh dan malam tidak pernah lekat dengan pagi. Begitu akan seterusnya.

Keadaan ini...

Kawan, kenapa harus bahasa hati yang mengucapkan perpisahan. Padahal jarak begitu dekat. Kamu lihat sepasang sepatu tua itu? Dulu kita seperti itu, layaknya sepasang sepatu yang tidak mungkin bisa dikenakan apabila hanya ada sebuah. Selalu terkait bersama, begitu erat dan rapat, layaknya untaian setiap tali-temalinya yang lembut,seolah saling melindungi dan berusaha melindungi. Ketika kotoran membuat sebuah noda jelek, bersama-sama kita akan tampak jelek. Saat jernihnya air telah menghapus semua kotoran, maka kita cantik bersama.

Kawan, tahukah sekarang...

sepatu itu kini terpisah, dengan satu dalam keadaan bersih dan satu lagi terkoyak dimakan anjing nakal. Tidak bisa diperbaiki. Sulit sekali, kecuali membuangnya dan menggantinya dengan sesuatu yang baru.

Tapi malam akan selalu ada...

Kawan, ketahuilah itu...

Malam tidak akan pernah terkoyak layaknya sepatu. Malam akan selalu berjuang di sini, berusaha tetap dengan gelapnya. Agar sebisa mungkin menghadirkan kilauan cahaya yang berkelap-kelip.

Yaitu kamu.

No comments: