Wednesday, November 25, 2009

Lalu Saya Dianggap Apa?

by : Clara

Kalo ada pepatah "Habis manis sepah dibuang" tentu tau dong sama artinya?
Ya, setelah kita dipuja-puji dengan segala kata manis hanya untuk memenuhi kesuksesan rencana orang lain, lalu sehabis kesuksesan itu diraihnya, kita disepak sesuak hati. Ditinggal dalam kesendirian, dalam kebingungan, seperti tersesat. Rasanya miris, bukan? Atau lebih buruk dari itu? Sakit hati? Dendam? Atau punya rencana mau ke dukun santet?

Saya kerap kali merasakan hal itu.
Kecewa? Berat. Tapi ketika saya pikir-pikir lagi, ya sudah toh, mau sakit hati pun kalo saya tetep bungkam, dia juga nggak tau, situasi pun mungkin susah untuk dirubah. Saya nggak akan bicara blak-blakan mengenai siapa yang melakukan itu. Siapapun dia, harusnya dia punya kesadaran atau paling tidak dia punya ingatan dengan janji-janji manis yang pernah diumbar (dalam hal ini saya bukan menyinggung satu dari sekian teman blogger yang ada di link saya).

Kenapa saya dibiarkan tersesat, padahal semua juga saya lakukan demi dia (lebay MODE on). Saya capek, saya kurang tidur, bahkan saya merelakan waktu-waktu saya yang (buat saya) berharga karena sedang dalam rangka mengejar hutang yang tertinggal. Tapi balasannya? Saya dicampakkan! Oke, terlalu munafik kalau saya katakan saya nggak berharap balasan atau imbalan (bukan berupa duit, maaf tidak terima sumbangan) tapi paling tidak, saya juga manusia yang punya perasaan. Ingin ada yang namanya hubungan timbal balik, seperti kasus yang saya bahas dalam skripsi saya mengenai hubungan timbal balik dalam kehidupan orang jepang *jitak Clara* [kagak nyambung, yak, hihihihi].

Cuma seperti kata Mocca Chi, "itung-itung bantu orang"
Yah sudahlah. Memang realitanya, setiap orang pasti bisa berubah, setiap hari bisa berubah, semua nggak mungkin sama. Dan saya tau, apa yang berubah, tidak akan bisa dikembalikan sama persis seperti sedia kala. Anggap saja saya membengkokkan sendok, pasti saya nggak akan bisa mengembalikannya seperti bentuk sebelumnya *garis bawahi, kecuali saya pesulap*

Note: aduh, tangan saya keram-keram ini...hihhihi...udah malem juga, mau bobok. Dan untuk siapapun di sana sama sekali saya nggak bermaksud menjelek-jelekkan atau bagaimana terserah anda menanggapinya, deh. Yang jelas, ini hanya tulisan iseng. Isi hati saya. Dan sebaiknya anggap saja saya salah paham.

34 comments:

Pohonku Sepi Sendiri said...

yup, sakit ati & dendam.. itu dulu yg pernah kurasakan ketika mengalaminya.. berasa lekat banget peribahasa itu dalam tiap detik waktu ini berlalu..
makanya, sebagai pelajaran jgn pernah kita melakukan hal itu pada org lain.. mendingan 'abis manis sepah ditelan'.. hihihi.. :)

Ellious Grinsant said...

Aduuuuh ada apa iniiii...
yang tambah ya mpok...
Wish you all the best (loh kok?!)

-Gek- said...

Clara.. aku juga sering ngerasa gitu kok.. huks huks..

Tapi,biarlah, bener tuh kata si enchi. Dan lagian jeng, kita ga bakal tau.. kalo sekarang tidak ada timbal balik, berarti, besok lusa, Clara akan dapat bantuan dari orang lain (atau blogger lainnya)

Dari enchi dan gek, misalnya..
(gek bantuin apa ya, Clar..??? *getok*)

Clara said...

@Pohon: iya, bener, rasanya sakit hati banget ya, pohon, tapi toh kalo aku pengin supaya dia nggak berbuat gitu, aku juga nggak mungkin kan? iya, aku juga nggak mau melakukan itu sama orang lain. hihihi, habis manis sepah ditelan? kalo biji mangga masa ditelen juga? XD
thanks ya Pohon ^^

@Ell: Aduh, bapak ini...ogut kan kagak lagi ultah, kok dikasih ucapan wish u all the best (kata" special ultah) hihihi, anyway thanks pak

@Gek: iya Gek, kita emang nggak akan pernah tau apa yg bakal kita peroleh besok dst...
Gek...bantu apa ya? Bantu kirim aku ke Aussie dong, hihihihi...*jewer*

minomino said...

waaaa...ini memang kisah klasik yg dialami semua orang ya rupanya...
tp kalo kita rela,ikhlas,memaafkan or apapun istilahnya...-bener kata Gek- suatu saat kita dapet balasan yang lebih sekalipun dari orang lain :) hihi
semangat yaaaaa...thx sudah follow-follow *tersenyum lebar*

t.e.3.k.4 said...

cckkk chidudz ternyata bisa ga dududz juga yah???hihi

t.e.3.k.4 said...

clara sabar aja yah, mungkin skrang ga dapet 'buah manisnya' tp suatu saat bakal ada buah manis itu yg lebih manis :D *efek makan jambu biji manis -dhezigh-*

rumah blogger said...

waaahhhh..ada apa lagi nich??
saya juga mengalami hal ini, malah sampai sekarang, hehehe.

mau curhat nich :
kalo saya sampai hari ini sangat enggak enak dengaaa....seorang..(rahasia deh), entah mengapa, atau marah apa sama saya, setiap kali saya comment di post dia, kemudian setiap hari saya komentar di shoutmixnya dengan harapan dia mau berkunjung ketempat saya.

tapi setiap kali saya cek kunjungan ke blog saya dia tidak pernah datang.
saya tdk mau berburuk sangka, saya coba terus mengunjungi blognya, kembali saya ninggalin jejak disana, sampai berpuluh-puluh kali tetap saja dia tidak pernah datang sampai hari ini.

tetapi kalo yg lain yang datang berkunjung ketempat dia balas terus sama dia...

blognya memang ber-PR, mungkin karena merasa ber-PR itulah dia males ngunjungi blog saya yg masih ingusan, hikhikhik :(

untuk orang itu, sebagian kawan-kawan blogger menyebutkna master. hehehee, kok master kayak gitu yaa??

menurut saya, yg namanya ilmu itu sulit dilihat atau diukur. janganlah melihat sosok seseorang dari luarnya saja, dan jangan merasa diri itu lebih dari orang sehingga kita meremehkan seseorang.

kalo dia master, seharusnya tahu peraturan dan konsekuensi didunia maya ini. semboyan didunia maya 'diatas langit masih ada langit'

kalo master-master yg lain saya sangat salut dan angkat topi, semua bisa menghargai kepada juniornya, mengutamakan jalinan persahabatan meskipun harus bercape-cepak berkunjung kepada blog yg masih bau kencur seperti blog saya itu, kemudian ninggalin komentar lagi. Karena apa?? karena mereka bisa menghargai orang lain.

kalo merasa diri pinter dan lebih hebat dari orang lain wah susah deh.

saya sendiri berusaha untuk belajar dari mereka yg pandai menghargai kedatangan sobat blogger. meskipun kita harus menguras waktu dan tenaga hanya untuk blogwalking dan meninggalkan komentar, itulah sudah komitmen dan konsekuensi sebagai blogger. waaaah jadi curhat benaran nich, maaf ya kok saya yg jadi ikutan curhat disini.

untuk mbak, sabar ya, yakin aja semua itu ada hikmahnya dan akan menjadi motivasi bagi kita, amin.

neoriz said...

aq juga sering mengalaminya,..
tapi hal itu menjadikan kita tau tetang sifat mereka, dan lebih mawas diri,...
selamat idul Adha ya

sabirinnet said...

semua blogger mungkin pernah mengalami nasib seperti itu, juga seperti mas Rumah Blogger. Tapi kalo saya, anggap saja itu sebagai tantangan dan motivasi kita untuk menunjukkan kepada mereka2 yg sombong bahwa kita juga bisa berhasil. sabar ya neng..

rumah blogger said...

hehehhe sampai kelupaan, linknya udah saya pasang di LINK TEKS Catagori 'D' - duniAkura. ok, sukses yaa

Clara said...

@Tika: Iya, semoga besok-besok aku dapet buah manis itu, ya neng Tika. Kalo gitu aku tunggu kiriman buah jambu biji darimu *senyum-senyum sendiri*

@Rumah Blogger: aduh, bingung manggilnya apa, hihihi....
yah, begitulah, kadang ada beberapa orang yang ketika sudah berada di atas sana, malah lupa sama sekitarnya yang masih cupu-cupu. kadang saya menerapkan cara pikir seperti ini: ketika dia yang memperlakukan kita seperti itu (tidak menghargai kita) adalah seseorang yang tidak terlalu penting bagi kita, maka saya tidak akan terlalu ambil pusing, anggap saja itu haknya untuk berbuat semena-mena, urusan dia dan Tuhan. Tapi lain lagi kalau ternyata dia begitu berharga buat kita. Mungkin sakit hati akan lebih terasa. tapi tetap mencoba untuk diiklaskan, karena seperti yang saya tulis, semua orang pasti berubah, setiap hari pasti berbeda, bahkan bukan hanya menunggu tahun baru saja orang akan berubah sifatnya (hihihi, bukan berubah jadi ksatria baja hitam ya)
sabar aja untuk 'master blog' yang nggak pernah kunjungi blogmu. tanpa dia berkunjung ke blogmu, toh, aku liat blogmu udah rame banget. aku salut dengan blogmu ^^

@neoriz: bener, makanya saya terkadang jadi pribadi yang lebih introvert karena berusaha menghindari hal-hal semacam ini yang membuat saya sakit hati
saya agak parno.

@sabribinet: betul, mas. pikiran yang positif, memang harus diterapkan, sayangnya saya masih dalam tahap belajar. makasih udah mampir ^^

mocca_chi said...

apa ya... tau ah mu koment apa. gelappp

Kang Sugeng said...

setujuuuuuuuuu.......... kadang saya juga merasakan hal hal seperti itu,, tp akhirnya saya tepis prasangka buruk saya terhadap orang yg sya maksud, dan saya lalu menganggabnya sebagai ibadah aja itung itung amalllll......

Kang Sugeng said...

ndak di balas jg ndak papa karna saya yakin setelah itu Allah pasti akan memberikan yg lebih buat saya

ateh75 said...

Biarkan saja kita diperlakukan seperti itu ,yang penting jangan kita yang memperlakukan orang lain seperti itu . Setuju ga Clara ?

cahyadi said...

kita doakan aja mbak biar yang Di Atas segera menyadarkannya...

Sang Cerpenis bercerita said...

ini ttg apa ya? kagak mudeng.

JAKA PRASETYA said...

Perhatian itu dua arah :D

mocca_chi said...

auu auu auu

clara lagi cencitif dia, auw auw auw....
positif atau negatif clar???

Desi Eria R. said...

sabar yaaa clara.
orang sabar disayang Tuhan.
Mudah2an ga kejadian lagi, keep smile sista :D

Clara said...

@mocca chi: gelap, ya? aku punya senter mau?
ahhh, kamu paling tau lagi positif apa negatif, bu. kira" apa hayoooo.

@Kang Sugeng: iya juga, amal kan lebih penting ya daripada mengharap balasan dari orang.. sip deh, aku setuju banget!

@Mbak Ateh: huhuhu, aku setuju mbak, terima kasih udah memberi dukungan ^^

@Cahyadi: Sippp~ semua akan dapat balasan dari Tuhan ya, toh?

@Mbak Fanny: Nda mudeng ya, mbak? mungkin bisa dibaca ulang, pendek kok Xp

@Jaka: iya, kalo perhatian satu arah kan nggak enak ya, mas.

@Desi: Iya, mbak, makasih dukungannya...
aminnnnn, mudah"an terakhir aja deh ngalamin kek gitu...

Freya said...

wueh. been there, pals. And it feels so not good.

tp yah....aye ndiri coba mikir di cara seperti ini....'itung2 bikin tabungan di surga'.

kata Babe Nyang EMPunya Surga, arti menolong dan membantu orang lain = tidak mendapatkan imbalan apapun.

Kalau bantuanmu sudah dibalas = tabungan di surga NOL BESAR.

Yah begitulah kira2. Makanya kalo emang niat bantu, bantulah orang yang bener2 ga bisa balas perbuatan baikmu biar saldo tabungan di surga menggunung dan tidak berkurang hehehee.

insanitis37 said...

Wah2 jg pada curhat gini uy,,,
Ya udah lah sabar aja.Yakin aja dgn satu pepatah: orang hanya akan menuai apa yang ia tanam...
Bila kita baik, trus kebaikan kita tak disambut serupa, ya udah aja. Toh kebaikan kita tetep kebaikan kok. Dianya aja yang buruk sendiri...
tp emang sulit sih kaya gitu, Sabar ya sob...

Laksamana Embun said...

Semoga Diriku bukan orang yang di maksud..

I miss you came to my blog

Dhana/戴安娜 said...

salam sahabat
wah bagus artikelnya,memberikan sebuah inspirasi dir.oh iya dah saya follow n pasang links.maaf telat coz tugz offiz seabrek thnxs n good luck

Munir Ardi said...

curhat nih siapa tuh yang beani berbuat gitu tak pentung

ninneta said...

Sayang, aku punya award untukmu, di ambil ya....

yuda said...

sakit banget donk...

jangan mau digituin...

semangat...

btw makasih ya udah di link...

kamu aku link juga yah...

aku follow kamu, kamu follow balik...

hehehe...

anindyarahadi said...

mbak clara... udah aku approve fb-bya.. aduh fotonya kok hadap belakang.. jadi berasa dikentutin deeeehhh hik hik *GAK PENTING




bentar ya mbak lagi pengen nyepam

anindyarahadi said...

ada lagi...


mmm...


perlakukan dia sama dengan dia memperlalukan kita *keluar tanduk

Bandit Batak said...

Yach, namanya juga orang yang tidak tau berterima kasih tuh mbak..sabar ya mbak. Saya juga sering mengalami ini. tp prinsip saya, kalau saya tidak bisa mendapatkan balasan baik dari dia, maka Tuhan pasti sudah mempersiapkannya dari orang lain..Ketika kita berbuat baik utk si A, suatu saat si B akan berbuat yang baik untuk kita.

Erwin said...

Saat engkau mengalami perselisihan, apakah engkau menjadi orang yang "biasa" untuk mengakui kesalahanmu, dan meminta maaf lebih dahulu, bahkan kalaupun engkau sebenarnya tidak bersalah sama sekali?

Business Financial Services said...

kondisi seperti ini bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk mengukur kesabaran...