Tuesday, November 3, 2009

Cobaan Itu ... Pelajaran

by : Clara

Hidup manusia, tentu sudah diatur oleh Yang Mahakuasa. Siapa pun pasti paham akan hal ini. Bahkan ada yang seringkali bilang kalau hidup itu penuh cobaan *rasanya pernah denger dalam sinetron atau apa, ya* Tapi setiap kali manusia menerima cobaan, pasti akan dibumbui dengan perasaan-perasaan campur aduk tak menentu. Bisa sedih, bahagia, kecewa, marah, protes. Bermacam-macam luapan emosi itu muncul dan tergantung bagaimana karakter manusia itu untuk bisa mengendalikannya.

Kalau ada orang yang bisa depresi karena cobaan, rasanya sangat disayangkan. Cobaan memang mungkin terasa begitu berat layaknya beban yang dipikulkan ke atas pundak kita. Tapi, terkadang justru dengan datangnya cobaan itu, manusia akan ditempa lebih kuat lagi. Melalui sebuah cobaan yang kita terima, kita belajar untuk mengiklaskan sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi dalam hidup kita. Jujur, untuk hal ini rasanya saya pribadi hanya bisa sebatas teori. Kenyataan, memang sulit sekali untuk bisa mempraktekkannya. Dan kalau mau jujur lagi, terkadang saya pun masih sulit untuk menerima kepergian Icul, anjing saya eh ... anak bungsu saya, maksudnya, hehehe. Tapi, saya juga nggak bisa berbuat apa-apa lagi. Saya harus merelakannya, toh.

Namun, yang jelas, belajar untuk iklas pada cobaan itu juga merupakan hal berat yang menjadi peer saya supaya ke depannya saya bisa berharap menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih baik lagi. Apalagi sudah mendekati penghujung tahun, tentu list pengharapan di tahun depan nanti sudah mulai berseliweran di kepala. Bahkan dari sekarang.

Malam ini, saya sedikit tidak bisa berkonsentrasi, meskipun tadi siang, segudang ide berlarian di kepala saya. Sekarang, ide itu entah lenyap kemana. Bersamaan dengan pikiran-pikiran lain yang mengganggu. Alhasil, walaupun tangan pengen banget nulis untuk blog, tapi yang terpikir hanya ide ini. Yang lain, sudah pamitan pergi rupanya XD

Ps : Maaf, kalau lagi ngelantur hingga berubah menjadi orang yang sok tahu XD

12 comments:

ratna wulandari said...

ia bener...kenapa ya ikhlas itu suliiiit banget...

tapi kata mamaku..ikhlas itu bukanlah hasil dari kita merelakan.

tapi proses untuk bagaimana belajar ikhlas itu aja udah disebut ikhlas loh.

nah, berati clara dah ikhlas..kan dah posting gituh..^_^

Bahauddin Amyasi said...

Ya, ikhlas memang sulit, karena bagaimana pun, manusia memiliki ego dan 'keakuan' yang sering mementingkan diri sendiri. Dan hikmah cobaan adalah belajar bagaimana kita seharusnya memenggal ego kita tepat pada tempatnya...

Salam akrab...

Clara alias Kurara atau Kura said...

@nana : tapi kadang aku nda bisa sepenuhnya iklas T^T

@bahaudin : iya, manusia memang masih punya ego yg besar dan kadang sulit dibuang

-Gek- said...

Holaaa.., Mampir!

Tapi.. yang perlu diingat, Tuhan hanya memberikan cobaan semampunya. (tidak melebihi batas kekuatan kita).

Kalo cobaan itu terasa berat, berarti kita dipercaya Tuhan, untuk menyelesaikan proyek yg lebih besar! (Berbangga hati, sabar, dan tetap iklas).
Halah panjang....
Terkadang saya juga rapuh sendiri kok.. hehe..

quinie said...

hai hai mba clara. makasih udah nyasar ke blog sayah ya.
hm... ikhlas tiu berlapang dada, memang sulit sih apalagi kalo ditinggal orang yang kita sayang.
tapi, balik lagi life must go on and kita musti survive. ya ambil positip ya aja, kalo itu emang yang terbaik untuk almarhum dan juga untuk kita. Tuhan ga pernah salah kok.
Nice to step by here :)

sibaho way said...

bu, kadang gak adil juga ya, ketika kejadian yang tidak mengenakkan kita sebut cobaan, padahal giliran mendapat yang mengenakkan, sebenarnya itu awal dari cobaan :)

Pohonku Sepi Sendiri said...

yup, derita dan bahagia merupakan bagian dari cobaan..
'tuhan tidak akan membawa kita sejauh itu hanya untuk meninggalkannya'

Clara alias Kurara atau Kura said...

@Gek: bener sekali, mudah"an kalo dapet cobaan lebih berat aku bisa ngelewatinnya..

@quinie: betul, mbak. iklas susah banget. aku ngerasa waktu ditinggal anjingku mati T^T

@sibaho: ah iya, yah. kamu bener. karena terlalu merasa down, mungkin jadi menganggap cobaan itu sesuatu yang menyedihkan aja.

@pohon: bener banget, ya.

secangkir teh dan sekerat roti said...

ada yang datang, ada yang pergi....

jumpa untuk berpisah...

mocca_chi said...

napa kau? kebayanya kekecilan atau kr papamu sakit?

Clara alias Kurara atau Kura said...

@secangkir teh: ah, seandainya tak perlu ada kata pisah ^^

@mocca chi: kyuhyun ku jauh sekali, aku kangen XD

Bandit Pangaratto™ said...

CObaan itu... hanyalah sebuah sinonim bahwa Yang Di Atas sedang mempercayakan kekuatannya bagi kita...

SAlam